Menggapai Surga Dengan Memakmurkan Masjid

masjid

PERCIKANIMAN.ID – – Masjid secara bahasa berarti tempat yang digunakan untuk sujud. Kemudian pengertian tersebut dipakai untuk pengertian sebuah bangunan yang didirikan untuk tempat berkumpul kaum muslimin guna mengerjakan shalat. Arti masjid dikhususkan sebagai tempat yang disediakan untuk mengerjakan shalat lima waktu, sehingga tanah lapang yang biasa digunakan untuk melaksanakan shalat Id dan lainnya tidak disebut masjid.

Masjid dalam pengertian syar’i merupakan tempat yang disediakan untuk mengerjakan shalat lima waktu untuk selamanya. Kemudian masjid ini mengalami perluasan fungsi sesuai dengan akar kata masjid itu sendiri; sajada-sujud yang mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata atau bisa dikatakan masjid adalah rumah Allah Swt., tempat yang sangat mulia dan sangat utama untuk kegiatan ibadah umat Islam seperti shalat, berdzikir, bershalawat, dan majlis ta’lim.

Maka dari itu Allah Swt., sangat mencintai masjid karena masjid akan membangun kepribadian takwa setiap insan manusia yang berada di dalamnya. Di dalam masjid, kita bisa bertatap muka langsung dengan Allah. Khusu’ bercengkerama dari hati ke hati penuh kemesraan. Di samping itu, masjid juga bisa digunakan menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena setiap insan yang dekat dengan Allah, mereka memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Sayangnya dewasa ini banyak dari kita terutama para pria yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid justru lebih mementingkan pekerjaan kantornya daripada meluangkan waktu untuk berjama’ah. Demi sebuah profesionalisme, kadang aqidah di nomer duakan, atau bahkan nomer sekian dari kegiatan – kegiatan lainnya.

Padahal di jaman Rasulullah Saw.,  masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat mereguk dahaga spiritual lewat pelaksanaan Shalat lima waktu seperti yang sering dipahami selama ini. Di masa beliau, masjid menjadi pusat segala-galanya. Ia menjadi tempat menempa, membina, mendidik, dan melahirkan generasi muttaqiin, generasi bertakwa yang militan, penuh semangat membela Islam mati-matian.

promo oktober

Dari persoalan politik, kenegaraan, jihad, masalah sosial, ekonomi, dan budaya dibahas di dalam masjid sehingga Umat Islam di kala sangat ‘bersahabat akrab” dengannya. Bandingkan dengan keadaan kita di masa sekarang. Kadangkala masjid kita megah, tinggi menjulang, penuh dengan ornemen yang indah, tapi sepi dari aktivitas dan jama`ah, tetangga kanan-kiri tidak mau ambil peduli. Belum lagi masjid kita yang kusut dan kotor, mengeluarkan bau tak sedap yang menghilangkan kenyamanan beribadah di dalamnya.

Beragam faktor bisa kita sebutkan mengapa masjid-masjid di banyak tempat terbengkalai. Perbedaan madzhab bisa menjadi salah satu faktornya. Karena beda madzhab, beda guru mengajinya, beda dalam masalah fiqih, sebagian masyarakat enggan berkunjung ke dalamnya. Masjid menjadi korban sikap fanatik pada suatu madzhab atau organisasi lalu dengan gagahnya berteriak mengumbar tuduhan kelompok “Islam transnasional” sebagai biang keladi perpecahan.

Masjid adalah rumah Allah, bukan rumah penganut madzhab A, B, atau kepunyaan organisasi C dan D. Seseorang akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah manakala mengagungkannya.

Memakmurkan masjid.

Masjid di bangun untuk di makmurkan. Rumah Allah yang seharusnya di penuhi oleh jama’ah yang ingin dekat dengan sang “penguasa jagad raya”. Untuk menampung aktivitas umat juga menyatukannya sebagai sebuah kekuatan yang luar biasa.

Seharusnya para pemuda Muslim menambatkan hatinya kepada masjid. Sebagai “The Next Generation” yang akan berada di barisan terdepan dalam membela agamanya. Generasi penerus umat yang akan menentukan masa depan sebuah bangsa dan agamanya.

Sungguh ironis bila kita mendapati masjid – masjid yang berdiri megah, di bangun dengan dana yang tidak sedikit, dengan gaya arsitektur yang mengagumkan namun dalam kesehariannya hanya terisi satu shaf saja. Sunyi dari lantunan ayat suci yang di baca oleh jama’ah dan aktivitas ibadah lainnya.

Alangkah indahnya bila setiap masjid yang didirikan tidak saja di bangun untuk sebuah hiasan belaka. Alangkah berkahnya bila masjid – masjid besar dan kecil yang ada, selalu di penuhi dengan jama’ah yang melaksanakan aktivitas ibadahnya. Sungguh, mungkin negeri ini akan jauh dari bencana. Karena keberkahan yang terpancar dari ketakwaan umatnya. Seperti apapun bentuknya, masjid harus di rawat dan dan ‘dihidupkan’ kegiatannya. Menggiatkan berbagai aktivitas keagamaan yang didasari oleh semangat penghambaan kepada Allah Swt. Menjadi sentra pemberdayaan dan pembinaan umat. Yang akhirnya masjid akan memainkan fungsi nya sebagai salah satu pilar kebangkitan umat.

Oleh karena itu, kita pun harus selalu menjadi bagian dari orang-orang yang senantiasa tergerak hatinya untuk meramaikan masjid. Apa yang dapat kita lakukan untuk meramaikan masjid. Ada banyak cara yang dapat kita tempuh untuk memakmurkan masjid, antara lain sebagai berikut:

  1. Selalu mengerjakan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan berjamaah di masjid. Dengan cara ini, setidaknya lima kali dalam sehari kita mendatangi masjid dan bersilaturahmi dengan saudara-saudara sesama muslim. Hingga masjid akan menjadi makmur oleh kahadiran kita dan saudara-saudara kita yang juga shalat brejamaah di sana.
  2. Memperbanyak kegiatan syiar agama di masjid. Untuk menghindarkan masjid kurang diakrabi oleh para jamaahnya, kita dapat memperbanyak kegiatan dakwah Islam di masjid. Makin sering kegiatan dakwah dilakukan, maka akan makin sering pula para jamaah mendatangi masjid. Hingga masjid di lingkungan tempat tinggal kita pun menjadi makmur.
  3. Mengadakan kegiatan sosial di masjid, misalnya gotong royong membersihkan masjid. Cara ini akan membuat masjid menjadi makmur dan lingkungan masjid pun menjadi bersih sehingga nyaman untuk beribadah.
  4. Mengangkat imam tetap untuk memimpin shalat berjamaah sehingga tidak terjadi masyarakat enggan shalat berjamaah di masjid karena tidak adanya orang yang bersedia menjadi imam.
  5. Ikhlas dan selalu bersedia berkontribusi untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di masjid, baik kontribusi dalam bentuk materi, tenaga, maupun sumbangsih berupa gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk meramaikan masjid

Masjid adalah salah satu pilar penopang tegaknya ajaran Islam di bumi ini. Oleh karena itu, Mari kita mulai meramaikan dan memakmurkan masjid, tidak hanya sekedar di bulan Ramadhan dan Jum’at saja. Namun mengusahakannya di setiap waktu shalat, terutama Subuh dan Isya. Dengan begitu kita juga melatih diri untuk shalat tepat waktu, berjama’ah dan mempererat ukhuwah islamiyah (persaudaraan) dengan sesama saudara Muslim. Dalam jama’ah tidak lagi ada perbedaan, tidak ada lagi pangkat dan jabatan, tidak lagi memandang kaya dan miskin. Masjid memiliki fungsi sebagai sarana menegakan ukhuwah, meniadakan perbedaan dan mengutamakan keadilan.

Masjid adalah rumah orang yang bertaqwa, rumah bagi umat islam untuk mendekatkan kepada sang Ilahi. Sekarang saatnya umat islam, anak-anak,pemuda dan orang tua untuk makmurkan masjid jalan menggapai surga dunia dan akhirat. Jalan-jalan di mall berjam-jam saja kuat, masa jalan ke masjid hanya beberapa menit ga kuat?. Ayo ke masjid. [ ]

 

Red: ali

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment