Bagaimana Ruqyah yang Benar Itu?

ruqyah

Ustadz yang saya hormati, mohon penjelasan seperti apa sebenarnya ruqyah itu? Karena akhir-akhir ini saya sering menjumpai klinik-klinik ruqyah. Kata sebagian orang, ruqyah mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dan ini adalah metode pengobatan yang diajarkan nabi. Betulkah demikian Pa Ustadz?

Istilah ruqyah berasal dari bahasa Arab yang pengertiannya adalah bacaan-bacaan tertentu yang dimaksudkan untuk memberikan efek pengobatan pada penyakit baik jasmani maupun ruhani. Hakikat ruqyah adalah do’a. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Ruqyah merupakan salah satu bentuk doa”.

Aisyah radhiyallahu ‘anha juga menceritakan bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi atau didatangi orang sakit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Hilangkan penyakit, wahai Rabb manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Meski demikian, seyogyanya kita berhati-hati dalam mengamalkan ruqyah, mengingat tipis saja perbedaannya dengan praktik jampi-jampi yang seringkali dipakai para pelaku syirik atau sihir. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini ;

Auf bin Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata, ”Kami melakukan ruqyah pada masa jahiliyah. Maka kami berkata,’Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang hal tersebut?’” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa dengan suatu ruqyah selama tidak mengandung unsur kemusyrikan”. (HR. Muslim)

Karenanya para ulama membuat beberapa sarat ruqyah bisa diamalkan sebagaimana disampaikan Ibnu Hajar rahimahullah :

1.Ruqyah hanya dilakukan dengan menggunakan  kalamullah  (Al-Qur’an), nama-nama, atau sifat-sifat Allah  Ta’ala dan merujuk pada apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
2.Ruqyah dilakukan dengan menggunakan bahasa Arab atau bahasa lain yang dapat difahami maknanya.
3.Ruqyah dilakukan dengan keyakinan bahwa ruqyah tersebut tidak dapat memberikan pengaruh (menyembuhkan penyakit) dengan sendirinya, tetapi karena Allah Ta’ala.
Apabila tidak memenuhi syarat-syarat di atas, maka ruqyah tersebut tidak diperbolehkan.

Wallahu a’lam

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

REKOMENDASI

Leave a Comment