Ribuan Muslim Indonesia Demo Kedubes Myanmar Kutuk Pembantaian Muslim Rohinya

pas jabar

PERCIKANIMAN.ID – – Seribuan Ummat Islam dari pelbagai elemen dan wilayah melakukan aksi demo di depan Kedubes Myanmar Jl. H.Agus Salim No. 109 Menteng Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016). Mereka mengecam sekaligus mengutuk tindakan brutal pemerintah Myanmar yang melakukan pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingya.

Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Prof DR. Muslim Umar yang hadir turut memberikan orasinya dihadapan massa Islam. Ia menyampaikan bahwa tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya adalah tindakan biadab, tak bermoral dan bentuk nyata kejahatan kemanusiaan.

alquran muasir

“Kami meminta kepada Pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi agar segera  bergerak aktif menyelesaikan permasalahan minoritas muslim di Myanmar. Kita juga meminta dan menuntut perhatian serius pemerintah dalam membantu kaum minoritas muslim di Rohingya,”tegasnya.

Menurutnya apa yang dilakukan Ummat Islam di Indonesia adalah salah satu bukti bahwa muslim itu bersaudara. Kepedulian dalam berbagai bentuk seperti demo protes, penggalangan dana, tim medis serta pemberian bantuan logistik langsung ke lokasi harus terus dilakukan.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan semangat dan memberikan dukungan bagi saudara-saudara muslim Rohinya. Apa yang terjadi di Rohingya adalah bentuk nyata kejahatan kemanusiaan di abad modern ini. Untuk itu siapapun dan apapapun kejadian disana kami memprotes keras dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Myanmar harus mendapat sanksi hukum dan pemimpinnya harus diseret ke mahkamah internasional,”ujarnya.

kalender

“Apa yang sedang terjadi di Rohingya adalah salah satu bentuk pemusnahan massal (genocide) yang sangat biadad di abad modern ini. Hanya setan durjana yang sanggup melakukan pembantaian manusia dengan keji dan biadab,”ujar salah satu orator.

Sementara itu Ustadz Muhammad Roinul Balad dari Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Jawa Barat menyampaikan orasinya bahwa apa yang sedang terjadi di Rohingya adalah salah satu bentuk pemusnahan massal (genocide) yang sangat biadad di abad modern ini.

“Hanya setan durjana yang sanggup melakukan pembantaian manusia dengan keji dan biadab seperti itu. Kalau mereka manusia maka itu hanya bentuk fisiknya saja namun hati dan perilakukan adalah iblis yang terkuruk,”ujar penuh semangat.

Ketua Pas Jabar
Ustad Roin Ketua PAS Jabar sedang orasi

Menurut Ustadz Roin, Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar di dunia harus menunjukkan kepedulian dan pembelaannya kepada sesama muslim. Hal ini adalah sebagai salah satu bentuk solidaritas dan menunjukkan kepada dunia bahwa ummat Islam adalah satu tubuh dimana ketika ada anggota yang terluka maka seluruh tubuh akan merasa sakit.

“Siapa pun yang menyakiti kaum muslimin dimana pun ia berada maka harus berhadapan dengan Ummat Islam. Kita akan bela bukan hanya dengan lisan tetapi dengan tenaga, harta bahkan jiwa kita korbankan untuk tegaknya kalimat tauhid dengan membela saudara-saudara muslim,”tegasnya yang disambut dengan pekik takbir.

Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah agar memberikan fasilitas dan akses ke Rohingya bukan hanya bantuan logistik kemanusiaan namun juga pengiriman relawan untuk membantu kaum muslimin dalam melawan pemerintah Myanmar. Pihaknya juga mengaku membuka posko kemanusiaan bagi yang ingin berangkat.

“Kita telah membuka posko kemanusiaan sebagai bentuk nyata aksi solidaritas dalam membantu dan membela Muslim Rohingya. Kita tidak akan berhenti hanya orasi di atas mimbar, aksi di jalanan namun mari kita buktikan bahwa jiwa raga kita juga hadir di sana,”ajak Ustadz Roin yang juga Ketua Dewan Dakwah Jabar ini.

Beberapa sikap dan pernyataan yang disampaikan dalam demo di Kedubes Myanmar ini antara lain:

  1. Mengutuk Dan mengecam dengan keras atas perlakuan rezim Myanmar baik pemerintah dan militernya terhadap penduduk muslim Rohingya, yang telah terjadi dengan disertai tindakan penjarahan, pemerkosaan dan pembantaian.
  2. Menuntut kepada Pemerintah Indonesia sebagai anggota dari Asean dan bagian dari masyarakat dunia untuk menutup kedutaan besar Myanmar di Indonesia serta menarik duta besar Indonesia dari negara tersebut.
  3. Mengajak seluruh komponen bangsa, aktivis hak asasi manusia (HAM) serta Omas Islam di Indonesia serta di dunia untuk melakukan protes keras, boikot, dan kecaman kepada Myanmar.
  4. Menyeret pemimpin rezim Myanmar sebagai pembantai Muslim Rohingya kepada Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda sebagai tindakan kejahatan kemanusiaan.

Nampak beberapa peserta aksi demo ini juga membentang berbagai poster dan spanduk yang berisi kecaman kepada pemerintah Myanmar sepert:  “Maklumat kalian bantai muslim Rohingya, kami runtuhkan kalian,” “# Stop Rohingya genocida, “ “Muslim Rohingya saudara kami Muslim Indonesia.”, “Stop pembantaian muslim Rohingya di Myanmar.” “Rezim Myanmar Pembantai Muslim Rohingya” dan sebagainya. [ ]

 

Rep: Handy R

Editor: Iman

Foto-foto: Restadi

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment