Agar Rezeki Cepat Turun

sedekah

Ada salah seorang motivator yang bilang, bila kita ingin rezeki cepat ‘turun’, segeralah bersedekah. Bahkan kata dia, sedekah adalah ‘tabungan’. Jadi, daripada menabung di bank (selain riba), lebih baik uang tabungan semua kita sedekahkan karena akan mempercepat datangnya rezeki. Saya ingin bertanya, sebenarnya konsep sedekah yang benar dalam Islam seperti apa? Apakah seperti yang dimaksud motivator tersebut?

 

Sejumlah riwayat shahih mengungkap betapa banyak keutamaan yang didapat dari shadaqah, baik itu berdimensi dunia dan terutama lagi nanti di akhirat. Namun segala sesuatu yang menyangkut balasan shadaqah sepenuhnya merupakan rahasia Allah. lebih-lebih sifat balasan itu bermacam-macam. Ada yang diberikan secara sekaligus, ada yang dicicil ada pula yang ditangguhkan nanti di akhirat.

alquran muasir

Dan seyogyanya diketahui jika balasan akhirat itulah yang paling utama, karena manusia beramal merupakan tabungan untuk akhirat. Sementara kehidupan dunia, segala sesuatunya sudah diatur dengan Rahman-Nya Allah. Bukankah kita ketahui jika dalam kehidupan dunia, kemakmuran dan kesejahteraan tidak berlaku bagi mukmin saja, bahkan tidak jarang orang kafir yang tidak percaya sama Allah sekalipun, mencapai kemakmuran dunia melebihi orang mukmin.

Tidak salah juga jika seseorang memotivasi bershadaqah dengan harapan rezeki itu segera datang kembali. Jika dimaknai rejeki itu bukan sebatas materi. Namun rejeki dalam pengertian seluas-luasnya, bisa kesehatan, pemahaman akan ilmu agama, ketenangan dan lain sebagainya.

Dan satu hal yang penting adalah tidak melupakan tujuan utama dari shadaqah adalah mencapai ridha Allah dengan tetap menjaga nilai keikhlasan. Mohon dicermati bersama, berharap balasan shadaqah dengan sejumlah mata uang dunia dalam beberapa waktu setelah shadaqah itu berlalu, sedikit banyak akan mengganggu nilai keikhlasan dari shadaqahnya. Apalagi balasan shadaqah yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung tiba.

kalender

Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  menceritakan bahwa kelak pada hari kiamat ada empat orang yang pertama kali dihisab, diantaranya: “Seorang lelaki yang Allah lapangkan rezekinya, sehingga  ia memiliki seluruh jenis harta kekayaan. Ketika ia didatangkan, segera Allah mengingatkannya perihal berbagai jenis nikmat-Nya di dunia, dan ia pun mengakuinya semua. Selanjutnya Allah bertanya kepadanya: Lalu apakah yang engkau kerjakan dengan nikmat-nikmat-Ku itu? Ia menjawab: Tidaklah ada satu jalanpun yang Engkau suka bila aku bersedekah padanya melainkan aku telah menyedekahkan hartuku padanya . Namun Allah menghardik lelaki itu dan berfirman: Engkau berdusta, sejatinya engkau melakukan itu agar dikatakan engkau adalah orang dermawan, dan itu telah engkau dapatkan. Selanjutnya ia diperintahkan untuk diseret terbalik di atas wajahnya, dan kemudian dicampakkan ke dalam neraka.”  (HR. Muslim).

Sekali lagi, shadaqah dengan tujuan skunder dalam bentuk keuntungan dunia tidak sepenuhnya salah, namun dengan memiliki satu harapan utama yaitu pahala di akhirat menjadi hal yang paling utama. Anda pasti mengetahui bahwa di antara etika bersedekah ialah merahasiakannya, sampai-sampai tangan kiri Anda tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanan Anda. Karena itu, balasan dunia dari amal shaleh tidak dimuat secara sfesifik dengan kata lain tidak ada embel-embel dunia ( materi ).

Sebagaimana ditegaskan pada firman Allah Ta’ala, yang artinya : “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin,  anak  yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi  makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.”  (QS. Al-Insan: 8-12 ). Wallahu a’lam bish-shawab

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment