Hukum Memanjangkan Janggut bagi Pria

teukuwisnu

Suami saya menolak memanjangkan janggut, sehingga setiap kali bercukur pasti memangkas habis janggutnya. Saya sudah mencoba mengingatkan, tetapi dia beralasan ‘saya ingin terlihat rapi di tempat kerja.’ Bagaimana sebenarnya hukum memanjangkan janggut? Apa betul perintah memanjangkan janggut sudah tidak relevan di zaman modern? Terima kasih atas jawaban Ustadz.

 

 

Sebelumnya, mari kita perhatikan kedua hadits di bawah ini :

alquran muasir

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “(artinya) : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” (HR. Bukhari Muslim)

Selisihilah orang-orang musyrik, potonglah kumis (hingga habis) dan sempurnakan jenggot (HR. Bukhari Muslim)

Berdasarkan pada kedua hadits di atas dan sejumlah hadits lain yang senada, Abu Muhammad bin Hazm berkata, “Para ulama sepakat bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot tumbuh adalah fardlu (wajib)”

kalender

Pendapat para ulama tentang hukum memotong kumis dan memelihara jenggot didasarkan pada tekstual hadits yang secara tegas melarang memelihara kumis dan melarang mencukur jenggot.

Sementara ini saya melihat bahwa ada pesan kontekstual dalam hadits-hadits di atas terkait memelihara jenggot, yaitu “selisihilah (jadikan pembeda) dengan musyrik atau majusi“.

Karena pada jaman dulu, orang-orang musyrik dan majusi lebih banyak memelihara kumis dan memotong jenggot. Dengan kata lain kumis dan jenggot ternyata menjadi identitas suatu golongan atau komunitas. Mengingat Rasulullah menginginkan ummat Islam memiliki identitas yang jelas dan berbeda dengan non muslim agar memudahkan dalam komunikasi dan lain sebagainya, maka sebagai ciri dari pembedanya adalah memotong kumis dan memelihara jenggot.

Atas kondisi ini, maka jika kita tarik pada jaman sekarang, ternyata identitas dengan kumis dan jenggot untuk suatu golongan atau komunitas tidak lagi signifikan. Karena banyak juga kalangan non muslim yang menyerupai atau meniru gaya memotong kumis dan memelihara jenggot.

Dengan demikian, saya lebih cenderung melihat hukum memelihara jenggot adalah sunnah. Inti dari syari’ah ini adalah perlunya ummat Islam memiliki identitas yang terjaga dalam menunjukkan jati dirinya sebagai muslim yang tentunya tidak hanya dalam hal berjenggot saja. Wallahu a’lam bish-shawab.

 
* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment