Tak Semua Agama Sama, Kenapa Islam Harus Dipilih? (Bedah Q.S. Surat Ali Imran [3] : 19)

masjid nabawi

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.  

Tidak sedikit orang yang hidup di akhir zaman sekarang ini yang memilih gaya atau pola hidup materalisme yang menjauhkan agama dari kehidupan dunianya. Dalam pandangan mereka, agama hanyalah illusi yang dapat menghambat ambisi dunia mereka. Dan ternyata secara perlahan tapi pasti, mereka menyadari bahwa pola hidup seperti itu tidak membawa kepuasan dan ketenangan dalam kerangka kehidupan yang berkeseimbangan antara jasadiyah dan ruhiyah.

alquran muasir

Boleh jadi, unsur jasadiyah ( fisik ) sangat memuaskan, tapi ruhiyah ( batin ) mereka kosong dan hampa dari makna hidup yang sebenarnya. Di tengah situasi seperti ini, kemudian kebutuhan beragama kian tumbuh subur. Hanya saja kebingungan menghampiri saat menentukan agama yang hendak dipilhnya. Mengingat betapa banyak agama yang ada sekarang ini.

Sejatinya, Islam-lah agama yang harus mereka pilih. Agama dengan segala kesempurnaan ajarannya baik menyangkut hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta maupun hubungannya dengan sesama manusia. Islam, agama yang menawarkan pola keseimbangan antara dunia dan akhirat. Islam, agama yang mengajarkan manusia untuk senantiasa sukses dan sejahtera di dunia namun juga selamat dan bahagia di akhirat. Semua aspek kehidupan manusia diatur dalam ajaran Islam yang mulia ini. kebenaran Islam sebagai ajaran atau agama sudah sangat jelas dan gamblang serta sangat sulit terbantahkan kecuali bagi mereka yang telah terutup hatinya.

Ada yang sangat patut disayangkan jika akhir-akhir ini berhembus anggapan bahwa “semua agama sama saja”, dengan alasan yang terlalu sederhana, bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, melarang keburukan, surga dan neraka dan lain sebagainya. Anggapan ini tidak berbicara lebih jauh mengenai otensitas, rasinalitas dan eksistensi sumber ajaran dari agama yang ada. Sungguh anggapan ini ibarat melihat sejumlah bentuk benda dari kejauhan yang ada kemiripan.

kalender

Padahal boleh jadi bentuknya sama-sama kotak, tapi tidak tahu kalau diteliti lebih dekat ternyata ada yang terbuat dari kayu, besi dan emas. karena tidak ingin lebih dekat untuk menentukan kualitas dari masing-masing benda, akhirnya dikatakan bahwa semua benda itu sama saja. Padahal di antara benda itu ada yang jauh lebih berharga karena terbuat dari emas.

Sebagai hamba Allah yang beriman, wajib tanpa kecuali untuk meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang layak untuk dianut segenap manusia di muka bumi ini. Islam dengan segala kesempurnaannya, sebagai pedoman satu-satunya yang menjamin hidup kian bermakna dan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana diisayaratkan dalam ayat ke 19 surat Ali Imran di atas. Allah berfirman ; “Sesungguhnya din ( agama ) yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam...”.

Kata “din” seringkali kita artikan dengan agama. Sementara arti kata secara bahasa adalah tha’at, tunduk dan balasan. Itu sebabnya kata yaumud-din, berarti hari pembalasan. Sejumlah ulama memberikan beberapa definisi dari ad-Din ( agama ). Sebagian mengatakan bahwa ad-Din artinya segala perintah yang dibebankan oleh syara’ kepada hamba yang telah baligh dan berakal (mukallaf). Sebagian yang lain mengartikan agama adalah segala sesuatu yang tersimpan dalam kitab Allah dan sunnah nabiNya berupa perintah dan larangan demi kemaslahatan dunia dan akhirat. Dalam terminologi lain, kata “agama” juga dimuat dengan kata “millah”.

Sementara itu, kata “Islam” dalam struktur bahasa Arab merupakan mashdar ( akar kata ) yang artinya selamat sejahtera. Sementara dalam bentuk kata kerjanya yaitu “aslama” yang artinya ialah berserah diri. Dengan tinjauan bahasa dan istilah di atas, …………………………

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment