Saat Hamil, Sebaiknya Tetap Bekerja atau Di Rumah Saja?

ibu hamil

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Teteh, apa yang harus saya lakukan, bekerja setiap hari dari pagi sampai sore atau berhenti? Perlu diketahui bahwa saat ini saya sedang hamil. Kalau terus bekerja, saya takut keguguran lagi seperti kehamilan sebelumnya. Sementara kalau saya berhenti kerja, kami masih mempunyai cicilan motor dan tidak bisa mengandalkan gaji suami yang pas-pasan. Terimakasih atas waktu dan solusinya, teh Sasa.

alquran muasir

Teteh yang dirahmati oleh Allah Swt. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji’uun. Allahumma ajirnii fii mushibati wakhluf lii khaira minha. Semua adalah milik Allah Swt. dan akan kembali kepada-Nya. Saya mengucapkan turut berduka cita atas musibah keguguran kehamilan pertama. Semoga teteh dikarunia hikmah dari musibah tersebut dan diberi pengganti yang lebih baik dari Allah Swt. Adalah wajar bila kemudian teteh bertindak waspada dan hati-hati untuk kehamilan kedua ini. Tips dari saya, jangan mengangkat beban yang berat-berat dan yang terpenting sesuaikan kegiatan fisik dengan catatan riwayat medis. Namun demikian, teteh jangan pula terlalu ketakutan atau khawatir berlebihan yang pada akhirnya justru membuat stres.

Sebagai seorang ibu hamil, alangkah bijaksananya jika teteh membuat  skala prioritas kegiatan. Tempatkan kewajiban rumah tangga sebagai skala prioritas. Idealnya, teteh mempunyai kegiatan yang  fleksibel dari segi waktu. Ketika harus beraktifitas di luar rumah, teteh dapat memilih part-time job atau bisa juga berwiraswata sehingga manajemen waktunya dapat diatur sendiri.

Sebenarnya, tanggung jawab nafkah keluarga ada di pundak ayah. Dalam Islam, kepemimpinan suami sebagai pencari nafkah utama tercantum dalam firman-Nya,

kalender

Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)  dan dengan sebab sesuatu yang telah (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya…”(Q.S. An-Nisaa [4]: 34)

Soal besar atau kecilnya penghasilan suami, hal tersebut menjadi relatif tergantung kebutuhan setiap keluarga. Sebagai istri, alangkah terpujinya jika kita dapat menyesesuaikan kebutuhan sandang, papan dan pangan dengan penghasilan yang didapatkan. Istri yang baik juga tidak pernah lupa untuk membelanjakan nafkah keluarga pada jalan ketakwaan dengan berinfaq di kala lapang dan sempit. Allah Swt. berfirman,

(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 134)

Kemudian, seorang istri pada dasarnya juga adalah pemimpin yang dalam urusan rumah tangga berpartner dengan suaminya. Seorang istri memang sangat berpengaruh besar serta harus mampu berperan sebagai motivator, pendamping, pedukung dakwah dan karier suami. Tentunya, di balik kesuksesan suami ada kontribusi seorang istri. Karenanya, jadilah istri yang amanah atas kepemimpinannya sebagaimana disebutkan dalam ayat,

“…Maka perempuan-perempuan yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri dibalik belakang suaminya sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya…” (Q.S. An-Nisaa [4]: 34). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Dan seorang istri itu adalah pengatur di dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab terhadap yang diaturnya itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tentunya, kita sebagai seorang wanita akan dimintai pertanggungjawaban sebagai istri dan ibu kelak di akhirat. Reward atau balasan terbaik yang disediakan untuk  ibu yang amanah adalah seperti digambarkan dalam hadits berikut ini.

Jika perempuan mengerjakan shalat yang lima, shaum Ramadhan, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai’.” (H.R. Ahmad dan Thabrani)

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment