Bagaimana Perhitungan Zakat Modal?

zakat

Apakah kita diwajibkan mengeluarkan zakat modal yang ditanamkan dalam satu perusahaan, di dalam perusahaan tersebut selalu dilakukan evaluasi, dihitung untung ruginya selama periode tertentu. Kemudian sebelum keuntungan bersih dibagikan, perusahaan selalu mengeluarkan zakat, infak dan sedekah. Setelah itu baru dilakukan bagi hasil kepada para pemilik modal.

 
 
Kalau anda menanamkan modal di suatu perusahaan, lalu anda mendapatkan keuntungan dari hasil usaha tersebut, walaupun perusahaan sudah mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah, anda tetap wajib mengeluarkan zakat, karena yang dilakukan oleh perusahaan itu adalah zakat perusahaan, sedangkan kalau anda mengeluarkan zakat, itu namanya zakat penghasilan.

alquran muasir

Dalam periode tertentu (bisa per 3 bulan, 6 bulan, atau per tahun karena setiap perusahaan berbeda) perusahaan melakukan evaluasi, menghitung keuntungan yang diperolehnya lalu perusahaan tersebut mengeluarkan zakat, infak, sedekah. Baru kemudian dilakukan bagi hasil kepada pemilik modal. Anda sebagai pemilik modal mendapatkan uang bagi hasil dari perusahaan tersebut.

Pertanyaan anda apakah anda tetap harus mengeluarkan zakat? Dengan pertimbangan perusahaan tadi sudah mengeluarkan zakat. Sesungguhnya di sini ada dua kasus, yang pertama zakat perusahaan, itu sudah dilakukan oleh perusahaan, dan yang kedua adalah zakat pendapatan.

Anda memperoleh pendapatan dari hasil keuntungan perusahaan tersebut, jelas anda harus mengeluarkan zakat 2,5% dari pendapatan anda. Sementara Perusahaan itu mengeluarkan zakat sebagai zakat perusahaan.
Saya beri contoh di Timur Tengah, disana banyak amir-amir (amir = keturunan raja) yang mempunyai bisnis besar, mereka selalu mengeluarkan zakat. Kilang minyak, mengeluarkan zakat perusahaan. Tapi Begitu para pemilik modal mendapat bagian keuntungan, mereka juga mengeluarkan zakat penghasilan.

kalender

Di sini ada dua jenis zakat yaitu zakat perusahaan dan zakat penghasilan. Zakat perusahaan dikeluarkan oleh manajemen perusahaan dan zakat penghasilan dikeluarkan oleh kita, orang yang mendapatkan penghasilan itu. Sebenarnya bukan hanya pemilik modal, karyawan juga sama.

Ada sebuah perusahaan yang selalu mengeluarkan zakat, karyawan yang bekerja disitu mendapat gaji setiap bulan. Kalau penghasilan karyawan itu sudah mencapai batas minimal, sudah memenuhi persyaratan zakat, tentu karyawan juga wajib mengeluarkan zakat. Tidak boleh karyawan bilang “aku si alhamdulillah penghasilan dari perusahaan itu 10 juta, saya tidak usah mengeluarkan zakat karena perusahaan itu juga suka mengeluarkan zakat”.

Pernyataan ini keliru, karena zakatnya berbeda, zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah zakat perusahaan, sementara zakat yang dikeluarkan oleh karyawan adalah zakat penghasilan. Kecuali kalau penghasilan karyawan sudah dipotong oleh perusahaan untuk dibersihkan.

Ada sejumlah perusahaan yang memotong gaji karyawan sebesar 2,5% tetapi atas seijin, atas keikhlasan dan keridloan karyawan tersebut. Perusahaan tersebut membuat surat pernyataan bahwa setiap bulan gaji karyawan dipotong 2,5%. Pada kasus ini karyawan tidak harus mengeluarkan zakat karena zakatnya sudah dikeluarkan oleh managemen perusahaan dengan mengambil/memotong langsung dari penghasilan karyawan.

Kalau perusahaan mengeluarkan zakat, maka karyawan belum dinilai mengeluarkan zakat, karena beda wilayah. Sekali lagi ada zakat perusahaan dan ada zakat penghasilan karyawan. Jadi dua hal yang sesungguhnya berbeda. Wallahu alam bi shawab.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment