Ustadz Aam Lantik Aktivis Muda Percikan Iman

aktivis percikan iman

PERCIKANIMAN.ID – – Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan jika ingin sebuah lembaga atau gerakan dakwah dapat terus berkesinambungan. Rasulullah Saw telah memberikan contoh itu untuk melanjutkan estafet dakwah berikutnya kepada para sahabatnya. Demikian juga para sahabat  terus melakukan regenerasi dengan melakukan kaderisasi untuk menerima tongkat dakwah selanjutnya.

Hal ini pula yang coba dilakukan Yayasan Percikan Iman sebagai salah satu lembaga dakwah, pendidikan dan sosial dalam mengembangkan dan mengemban amanah dakwah di masyarakat. Dipimpin langsung oleh Ustadz Dr.H.Aam Amiruddin, M.Si selaku ketua Dewan Pembina, Yayasan Percikan Iman melakukan pelatikan aktivitis Percikan Iman angkatan 1 dan 2 tahun 2016.

alquran muasir

Dengan mengambil tempat di Masjid At Taqwa Kawasan KPAD Gerlong Kota Bandung, Ahad (20/11/2016), Ustadz Aam melantik sebanyak 15 mahasiswa untuk mengabdikan diri dalam kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial. Para aktivis dakwah muda tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.

Dari 15 aktivis yang dilantik,  9 orang di antaranya untuk level tamhidi tsani, dan 6 orang dilantik untuk level takmili. Semua aktivis tersebut telah menjalani masa pembinaan dan kontribusi di Percikan Iman selama kurang lebih 10 bulan di bawah naungan Divisi Pembinaan Umat Yayasan Percikan Iman.

Divisi Pembinaan Umat telah membina dan membimbing para aktivis mencapai standar-standar kompetensi sesuai level pembinaannya. Level tamhidi tsani telah menyelesaikan hafalan juz 30, kajian pemahaman fiqih thaharah, shalat, dan jenazah, pelatihan tahsin dan kajian keIslaman lainnya. Sementara aktivis takmili telah menyelesaikan hafalan juz 29, hadits arba’in, kajian pemahaman ushul fiqih, syarah arba’in, public speaking serta microteaching tahsin dengan metode tilawati.

kalender

Di Divisi Pembinaan Umat sendiri aktivis terdiri dari empat level, yaitu tamhidi awwal di mana para mahasiswa dan pemuda pemudi yang ingin bergabung harus melalui tahapan seleksi dan wawancara terlebih dahulu. Kemudian aktivis tamhidi tsani, lalu takmili, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, dan terakhir sebagai level paling tinggi yaitu Ihsan, dimana para aktivis diharapkan telah memiliki kapasitas sebagai tutor, fasilitator, trainer atau pemateri yang mumpuni di bidangnya setelah melalui semua tahap proses pembinaan dan kontribusi di Percikan Iman, khususnya Divisi Pembinaan Umat.

Semua level aktivis berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan dakwah dan pendidikan yang diselenggarakan Percikan Iman, seperti Majelis Percikan Iman (MPI), Pesantren Kilat Kreatif (SANLATIF), tim pengurus kematian, serta pengembangan pendidikan quran di daerah-daerah terpencil, yang merupakan bagian dari program wakaf qur’an jamaah Percikan Iman.

Pilihan mulia

Melalui pesan singkat, Ustadz Aam menyampaikan apresiasi kepada para aktivis yang telah memilih jalan dakwah dan pengabdian umat dibanding kegiatan lainnya. Ini  bukanlah pilihan kebanyakan kawula muda saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan lain .

aktivis Percikan Iman
Ustadz Aam lantik aktivis Percikan Iman

“Sapatutnya kita bersyukur karena Allah telah memilihkan kepada adik-adik kita ini aktivitas yang bukan hanya bermanfaat jangka pendek (dunia) tetapi anda ini telah mempunyai visi dan misi jauh ke depan yakni kehidupan akhirat. Kebanyakan mungkin seusia anda ini lebih memilih gaya hidup ‘gaul’ tapi adik-adik ini luar biasa karena akan menjadi agen perubahan masyarakat dan sosial serta membangun peradaban Islam di tengah masyarakat yang hedonisme ini,”ungkapnya.

Ustadz Aam menyebutnya menjadi aktivis dakwah adalah pilihan mulia sebab aktivitas ini juga menjadi pilihan para Nabi dan Rasul. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para orangtua yang telah mengizinkan serta mensupport putra putrinya untuk aktif di dunia dakwah melalui Yayasan Percikan Iman.

pelantikan-aktivis-pi-1

“Mudah-mudahan aktivitas mereka ini menjadi salah satu ciri anak-anak yang saleh dan salehah yang juga menjadi kebanggaan para orangtua. Mereka menjadi putra putri yang saleh dan salehah juga hasil doa dan didikan para orangtua maka sudah selayaknya amal salih yang mereka lakukan juga pahalanya akan mengalir kepada para orangtuanya,”harapnya. (Iman)

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment