Ummat Islam Indonesia Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya

rohingya
FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerSilakan Share

PERCIKANIMAN.ID – – Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan terus dan kembali terjadi terhadap komunitas Muslim Rohingya  Myanmar di Rakhine dalam sepekan terakhir. Aksi pembunuhan dan pembakaran terjadi, namun Pemerintah Myanmar sepertinya diam atas kejadian tersebut. Hingga kini, kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Arkan, Myanmar, masih terus terjadi dan tercatat enam ribu Muslim tewas dibunuh.

Myanmar sendiri berpenduduk sekira 75 juta jiwa dan menurut PBB, Muslim Rohingya setidaknya ada 800.000 orang. Dimana mereka merupakan salah satu penduduk minoritas paling tertindas di dunia. Kekerasan komunal tersebut pecah di wilayah Arkan antara etnis Rakhine yang beragama Buddha dan Rohingya yang Muslim pada Mei lalu telah merenggut ribuan nyawa dan menyebabkan puluhan ribu orang tidak memiliki rumah.

“Semua umat Muslim di dunia ini adalah bersaudara, oleh karena itu PP Persatuan Islam (Persis) menyatakan sikap mengutuk kekerasan dan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Junta Militer Myanmar terhadap pembantaian etnis Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar,” ungkap Ketua Umum PP Persis KH.Aceng Zakaria, seperti dilansir dalam laman resmi persis.or.id, Senin (21/11/2116).

Persis juga mengecam pernyataan Presiden Myanmar Thein Sein yang menganggap Etnis Rohingya bukan orang asli Myanmar, melainkan imigran gelap. Hal itu sangat bertentangan dengan sejarah karena Muslim Rohingya sudah tinggal di Arakan bahkan sebelum Burma yang sekarang jadi Myanmar merdeka dari Inggris pada 1948.

“Untuk itu Persis mendesak Pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Juga meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB melakukan langkah kongkrit terkait kekerasan dan pelanggaran HAM yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar,” imbuhnya.

Selain itu PP Persis juga mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk bersikap tegas dan melakukan langkah-langkah strategis untuk segera menghentikan pembantaian dan kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya.

Hal senada juga disampaikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengutuk keras kekejaman terhadap Muslim yang dibiarkan oleh Pemerintah Myanmar. Melalui Ketua Umum DPP IMM Taufan Putra Revolusi Korompot,  meminta pemerintah tegas mengusir Duta Besar (Dubes) Myanmar untuk Indonesia, sebagai sikap keras atas pembiaran kejahatan kemanusiaan terhadap Muslim Myanmar.

“Usir Duta Besar Myanmar dari Indonesia,” ungkap Taufan dalam keterangannya seperti dilansir  republika.co.id, Ahad (20/11/2016).

Ia menegaskan sikap keras Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN  sangat penting sebagai bentuk sikap penolakan pada kejahatan kemanusiaan. Kekerasan dalam bentuk apapun dengan motif apapun tak bisa dibenarkan.

Pembantaian militer Myanmar kepada suku Rohingya, yang merupakan penduduk muslim, adalah kejahatan kemanusiaan. Tak ada satupun dalil yang bisa membenarkan genosida tersebut. Di sisi lain, respon Internasional juga sangat lambat dan lemah. Begitupun respon pemerintah RI.

Berbeda dengan respon terhadap pemboman di Prancis, Turki, dan negara lain. Karenanya, ia berharap Pemerintah Indonesia bisa dengan tegas engutuk keras pembantaian militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

“Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan apapun dengan Myanmar. Negara berdaulat tak berkompromi dengan siapapun yang melakukan kejahatan kemanusiaan,” ujarnya.

Jika tidak ada sikap tegas dari pemerintah Indonesia ini, ia mengatakan jutaan kader IMM di Indonesia yang akan memaksa Dubes Myanmar angkat kaki dari Indonesia. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: muslimindonesia

program marbot

Leave a Comment