Bolehkah Memisahkan Diri dari Shalat Berjamaah?

shalat

Suatu saat, saya shalat berjamaah di suatu masjid yang dekat dengan praktek dokter. Saat itu saya sedang antre di dokter, saya khawatir antrian saya terlewat oleh yang lain sehingga saya memisahkan diri dari berjamaah karena imamnya membaca suratnya sangat panjang. Saya menjadi tidak konsen dalam shalat karena imamnya terlalu panjang membaca surat, sementara saya ada keperluan. Pertanyaannya apakah tindakan saya memisahkan diri dari berjamaah itu diperbolehkan, mohon penjelasan.

 
Pada jaman Rasulullah SAW pernah ada kasus yang mirip seperti yang anda alami. Ada seorang sahabat bernama Jabir bin Abdullah, dia ikut shalat Isa berjamaah yang diimami oleh sahabat Mu’adz. Ternyata, Mu’adz itu membaca suratnya panjang sekali sampai akhirnya Jabir memisahkan diri dari berjamaah itu, kemudian orang-orang menganggap bahwa Jabir yang memisahkan diri ini munafik.

alquran muasir

Akhirnya Jabir mangadukan hal itu kepada Rasulullah. Kata Jabir “Ya Rasulullah saya memang pernah memisahkan diri dari shalat berjamaah karena Mu’adz yang jadi imam saat panjang sekali bacaannya sementara saya ada keperluan, akhirnya saya memisahkan diri”.

Mendengar berita itu Rasululloh memanggil Mu’adz yang menjadi imam saat itu. Apa kata Rasulullah “Aturiidu anta kuuna ya mu’adzu fattaa”. Ternyata Rasul menegur Mu’adz.

Jadi yang ditegur oleh Rasul bukan yang memisahkan diri, yang ditegur oleh Rasulullah adalah imamnya. “Mu’adz, apa kamu akan menyulitkan orang? Kok kamu membaca surat yang panjang-pnjang, bacalah yang pendek-pendek saja,” kata Nabi saw.

kalender

Rasul justru menegur imam yang bacaannya panjang sampai makmum itu gelisah. Hadits ini ada dalam Muttafaqun ‘alaih. Kesimpulannya, boleh saja memisahkan diri dari berjamaah kalau ada alasan yang dibenarkan. Hal ini juga menjadi peringatan dari kita kalau menjadi imam jangan menyulitkan makmum.

Merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim juga Abu Hurairah, Abu Hurairah pernah berkata, Sesungguhnya Nabi Saw bersabda ; “Apabila salah seorang diantara kamu mengimami shalat maka ringankanlah makmum.  Sesungguhnya di antara makmum itu ada anak-anak, ada yang sudah udzur ada yang sudah sepuh.  Dan boleh jadi ada yang punya keperluan.  Tapi kalau dia shalat sendirian, silahkan sholat dengan bacaan surat sesukanya,”

Ini menjadi catatan bagi para imam untuk meringankan bacaan, mengambil surat-surat yang pendek, sehingga makmum tidak merasa berat. Itulah jawaban yang bisa saya kemukakan. Wallahu a’lam bi shawab.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment