Otak Dengkul Tidak Berarti Bodoh, Ini Buktinya

otak cerdas

Olreh: Ir.H. Bambang Pranggono, MBA*

 

 
PERCIKANIMAN.ID – – Mempunyai kecerdasan diatas rata-rata adalah keinginan semua orang. Terkait dengan tingkat kecerdasan seringkali dihubungkan dengan kemampuan otak mengetahui banyak hal dan kecepatan menjawab setiap pertanyaan dengan cepat dan benar. Otak adalah organ tubuh yang berfungsi untuk berfikir dan Allah Swt sangat mengapresiasi atau memuji hamba-hamba-Nya yang menggunakan otaknya untuk berfikir atau memikirkan ayat-ayat-Nya dalam rangka mentadaburi, seperti firman Allah Swt dalam Alquran,

promoawaltahun

 

إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.” (Q.S. As-Zukhruf [43]: 3)

Dalam Al-Qur’an, kata ta’qilun disebutkan sebanyak 24 kali dalam berbagai surat. Ini menunjukkan pentingnya otak. Kita sering mendengar cemoohan, “Dasar otak dengkul!” Yang dimaksud adalah bodoh karena otaknya ada di lutut, bukan di kepala sebagaimana seharusnya. Tetapi, benarkah orak dengkul itu artinya bodoh?

William Wcislo, seorang peneliti dari Institut Riset Tropika Smithsonian di Panama menemukan bahwa pada sejenis laba-laba kecil, otak serangga ini memenuhi seluruh rongga tubuh dan melebar sampai kedalam rongga kakinya. Wcislo mengukur pusat sistem syaraf dari jenis laba-laba raksasa yang tinggal di rimba sampai laba-laba super mini seukuran kepala jarum. Wcislo pun menemukan bahwa semakin kecil ukuran seekor binatang, maka semakin besar proporsi otaknya.

kalender

Ya, semakin kecil ukuran tubuh satu organisme, maka ia semakin memerlukan otak yang besar yang dalam hal ini memungkinkan laba-laba terkecil sekali pun sanggup melakukan hal-hal kompleks seperti memintal jejaring sarang sebagaimana laba-laba besar. Hal ini terjadi disebabkan oleh sel-sel otak sudah tidak bisa diperkecil lagi karena di dalamnya terdapat inti yang mengandung seluruh gen. Diameter serat syaraf /axon juga tidak bisa diperkecil lagi sebab ukurannya lebih kecil akan mengganggu jalannya ion-ion yang membawa sinyal syaraf. Maka, pilihan yang ada ialah otak harus mengalir ke rongga tubuh yang lain.

Sel-sel otak menyedot banyak energi sehingga laba-laba kecil ini mengkonversi sebagian besar makannya untuk otak. Pada jenis laba-laba kecil yang dewasa, otak memenuhi 80% rongga tubuhnya dan rongga kakinya berisi 25% otak. Pada anak laba-laba, hampir seluruh tubuhnya adalah otak. Pada semut kecil yang diteliti, volume otaknya mencapai 15% dari ukuran tubuhnya.

Nampaknya, rumus ini berlaku juga pada manusia. Banyak para jenius memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan manusia biasa. Pada manusia biasa, otak hanya 2-3 % dari massa tubuhnya sehingga memang tidak perlu mengalir ke dengkul. Jadi, cemoohan otak dengkul sepertinya sudah saatnya dikoreksi. Wallahu a’lam. [ ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment