Amalan Sunnah yang Membawa ke Surga

doa

PERCIKANIMAN.ID- Ada yang salah pada definisi sunnah yang dipahami oleh umat Islam di Indonesia. Dalam pemahaman mereka, sunnah berarti sebuah amalan yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa alias tidak berdosa. Hal ini kemudian melahirkan pengertian untuk tidak usah bersusah payah melakukan amalan (sunnah) tersebut karena toh tidak mendatangkan dosa. Tidak heran jika kemudian mereka hanya mengerjakan amalan yang wajib saja karena takut akan ancaman dosa jika tidak mengerjakannya.

Tak perlulah mengerjakan shalat rawatib selama kita melaksanakan shalat wajib tepat waktu dan dikerjakan secara berjamaan di masjid. Puasa sunah juga tidak usat terlaku getol dikerjakan karena kita sudah menggenapkan puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Zakat perlu dikeluarkan yang wajibnya saja, seperti zakat fitrah, toh itu sudah dapat membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain yang mesti ditunaikan. Untuk berhaji, kita tidak usah ngotot berhemat untuk menabung karena kalau memang Allah sudah memanggil, pasti aka nada saja jalan menuju ke rumah-Nya. Demikian kira-kira.

alquran muasir

Padahal, pengertian sunnah yang sesungguhnya adalah sebuah amalan yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan meski jika ditinggalkan tidak berdosa, amalan tersebut seyogianya dikerjakan karena memang mendatangkan pahala. Sampai di sini, tidak ada salahnya kita mulai menginventarisasi amalan-amalan sunah yang perlu kita lakukan. Ada banyak shalat atau shaum sunah yang dapat kita lakukan untuk memuluskan jalan kita menuju surga.

Tidak main-main, Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi kita yang melaksanakannya dengan reward tertinggi tentu saja surga-Nya. Selain ibadah mahdah, kita juga tidak boleh mengesampingkan ibadah ghair-mahdah yang juga berpotensi mengantarkan kita ke surga-Nya. Selain ibadah ritual, kita juga harus mengerjakan ibadah-ibadah yang bersifat sosial yang jika dilakukan dengan tulus ikhlas karena mengharap ridho-Nya pasti dapat mengantarkan kita ke surga.

Kita tentu masih ingat dengan kisah seorang pelacur yang dijanjikan masuk surga karena dia telah dengan tulus dan ikhlas memberi munim seekor anjing yang tengah terluka. Tentu kita juga masih ingat kisah seorang pemudah yang merasa bersalah dan mengembalikan buah yang dipetiknya kepada si empunya buah tersebut meski harus menempuh perjalanan yang jauh. Memang kisah tersebut berakhir dengan sang pemudah memperoleh istri yang shalehah, namun bukankah itu surga dunia yang bukan tidak mungkin akan mengantarkannya menggapai surga di akhirat kelak?

kalender

Tentu saja, mengerjakan amalan sunah untuk mengejar surga tersebut dilakukan setelah kita memenuhi semua amalan wajib kita. Amalan wajib tetap menempati posisi prioritas karena itu adalah kewajiban yang tidak boleh tidak kita kerjakan. Mengejar surga dengan amalan sunah memiliki arti dilakukan setelah kita mengerjakan alaman wajib dengan optimal. (Muslik)

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment