Kiamat Dalam Pandangan Islam

hari akhir, kiamat

Oleh: Ali Abu Hilwa

 

PERCIKANIMAN.ID – – Kiamat dalam bahasa Indonesia adalah hari kehancuran alam semesta. Di mana pada saat itu alam semesta akan dihancurkan, selutuh isi dunia dimuntahkan. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah Swt., setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah Swt. akan kembali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan semua orang yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir untuk melaksanakan hari pembalasan. Pada saat itu juga, alam semesta akan dibentuk lagi oleh Allah Swt. dalam wujud barunya yang disebut kampung akherat yang terdiri dari surga dan neraka. Setelah itu manusia dikumpulkan di padang mahsyar untuk diperhitungkan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Peristiwa penghancuran dunia ini sudah pasti akan tiba, tetapi sejatinya manusia tidak diberi pengetahuan lebih tentang kapan waktunya. Semua masih dalam kuasa Allah Swt. sebagai pemberi keputusan. Sebab, jika manusia diberi tahu, niscaya siklus kehidupan tidak akan seimbang, mengingat kehidupan makhluk di bumi tak lebih merupakan sebuah ujian. Pasalnya, manusia telah menyatakan diri akan sanggup mengelola segala isinya.

Tak sekadar itu, jangankan kita, manusia sekelas nabi (rasul) pun tidak diberi tahu kapan kiamat akan tiba. Orang-orang suci lainnya pun sama. Karena kiamat, sekali lagi, adalah kuasa Sang Pencipta. Meski begitu, hal yang mesti kita ingat bahwa Nabi Muhammad Saw. telah menjelaskan kepada umat manusia melalui hadits tentang tanda-tanda hari akhir (kiamat). Begitu juga di dalam Al-Quran, dijelaskan secara umum tentang kiamat itu.

Di dalam Al-Quran sangat banyak ayat yang menjelaskan mengenai kepastian adanya Hari kamat itu. Salah satunya, seperti yang termaktub di dalam surat At-Taghabun ayat 7 : “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

promo oktober

Ada pula ayat yang menjelaskan pada hari itu (kiamat) planet-planet bertabrakan dengan matahari dan bulan, serta masih banyak lagi gambaran lainnya. Di samping itu, Al-Quranjuga memberikan beberapa nama hari kiamat, seperti Al-Qori’ah, Al-Ghosyiah, Ath-Tho’ah, Al-Haqqoh, Ash-Shokhah, Yaumul Hisab, dan Yaumu-ddin.

Di sisi lain, Allah Swt. dalam surat Al-Anbiyaa ayat 96-97 menyatakan, ““Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.”

Begitulah beberapa penjelasan Al-Qur’an tentang hari kiamat. Nabi Muhammad Saw. melalui hadisnya juga menjelaskan tanda-tanda hari kiamat. Di antaranya waktu berjalan terasa makin cepat berlalu, banyaknya manusia yang tak mau lagi beribadah atau beramal saleh, saling memfitnah, banyaknya peperangan atau aksi saling bunuh, maraknya perzinaan, serta lain-lainnya. Sedangkan tanda-tanda makin dekatnya kiamat adalah munculnya Dajjal (pembohong), turunnya Nabi Isa a.s. dan terbitnya matahari dari sebelah barat (hadis riwayat Bukhori dan Muslim dalam Shahih Bukhori dan Shahih Muslim). Demikianlah penjelasan secara tekstual dari hadis-hadis Nabi Muhammad Saw.  tentang tanda-tanda hari kiamat.

Terlepas dari hal itu, memercayai akan datangnya hari kiamat adalah salah satu rukun Iman. Artinya, setiap umat Muslim, khususnya, dan manusia umumnya, mesti memercayai bahwa kehidupan manusia di dunia sudah barang tentu ada akhirnya.

Seperti kata pepatah, ada awal sudah barang tentu ada pula akhirnya. Sebab, segala sesuatu di bumi ini bersifat sementara dan tidak kekal atau abadi. Pertanyaan ke manakah nanti kita akan melanjutkan kehidupan, itu persoalan lain. Artinya, manusia tak akan bisa menghindari serta memungkiri akan tibanya akhir zaman, meski beberapa filsuf masih mempertanyakan akan hal ini. Namun, suatu saat nanti pasti akan terjawab

Jenis-jenis Kiamat

Kiamat ada dua macam, yakni :Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar(.. Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat. Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah Swt. pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar). Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah/ alam kubur. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.

Tanda-tanda kiamat sekarang apakah sudah mulai terjadi? Kita bisa simpulkan sendiri, karena peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat ini, mungkin ada hubungananya dengan tanda-tanda kiamat seperti bumi tempat kita berpijak ini sudah mengalami kerusakan-kerusakan serius akibat ulah tangan manusia. Peristiwa-peristiwa alam yang mengerikan kerap kali terjadi, mulai dari tsunami, gempa bumi, tanah longsor, abrasi, pemanasan global, perang yang tak kunjung usai, hingga perilaku-perilaku amoral menjadi kebiasaan, pembunuhan merajalela, serta masih banyak lagi indikasi cukup kuat untuk dijadikan alasan logis.

Bukan bermaksud membenarkan adanya tanda-tanda kiamat, tapi bagaimanapun, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia pun mampu memberikan prediksi-prediksi terhadap dinamika kehidupan manusia di bumi ini. Bukti-bukti empiris di atas cukup rasional dan logis untuk dijadikan penguat beberapa prediksi tersebut.

Namun, bukan lantas kita memercayainya tanpa sikap kritis. Sebab, persoalan kapan tibanya kiamat adalah rahasia Tuhan dan manusia hanya bisa mengira-ngira.  Kiamat adalah persoalan keyakinan yang sulit untuk dibuktikan atau dimaterialkan. Tapi ada satu benang merah yang harus menjadi perhatian kita yaitu semua kejadian-kejadin atau musibah yang menimpa umat manusia ini harus dijadikan pelajaran berharga agar sesegera mungkin meninggalkan praktik-praktik amoral serta perusakan terhadap alam, dan kembalilah kepada Sang Khaliq. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah pembaca percikan iman tinggal di Ibaraki Jepang

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment