Mewujudkan Negeri Berkah Penuh Rahmat (Tafsir Al-Qur’an Surat A‘rāf Ayat 96-99)

negara

Oleh : Dr. Aam Amiruddin

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (٩٧)أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٩٨)أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (٩٩)

alquran muasir

 

Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? Apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah yang tidak terduga-duga? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang rugi.” (Q.S. Al-A‘rāf [7]: 96-99)

Rasanya, kita semua sudah muak dengan segala persoalan yang menimpa negeri ini, mulai dari kemiskinan, pengangguran, krimimalitas, bencana alam, wabah penyakit, serta perilaku amoral alias kebejatan akhlak yang dipertontonkan, tidak hanya oleh rakyat jelata, tapi juga oleh pemimpin dan pejabat negeri yang seharusnya berperilaku terhormat. Dengan tanpa rasa malu dan rasa berdosa, mereka melakukan tindakan kriminal, asusila, dan lebih memalukan lagi, merampas hak rakyat banyak dengan korupsi.

Meski sulit dibuktikan, penderitaan demi penderitaan yang dialami mayoritas penduduk negeri ini, sepertinya memang lebih disebabkan ulah penduduk negeri ini sendiri yang jauh dari nilai-nilai ilahiyyah. Untuk itu, jika muncul pertanyaan, bagaimana caranya memperbaiki negeri yang sedang dalam taraf menghawatirkan seperti sekarang ini, maka jawabannya cukup sederhana, kembalikan saja penduduk negeri ini pada jalur Ilahi yang menjamin keselamatan, kemakmuran dan keberkahan sebagaimana diisyaratkan oleh Allah Swt. dalam ayat ke-96-99 Surat Al-A‘rāf yang akan kita bahas ini.

kalender

Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-A‘rāf [7]: 96)

Secara keseluruhan, ayat ini menunjukkan betapa setiap suatu wilayah negeri, khususnya yang diutus padanya rasul (kecuali kaumnya Nabi Yunus), berada pada tingkat moralitas yang sangat rendah dengan penyimpangan keimanan yang sangat sesat. Jika mereka mau mengikuti ajaran yang dibawa oleh para rasul Allah, maka dipastikan kondisi yang sangat menghawatirkan itu akan menjauh dari kehidupan mereka. Dapat dipastikan bahwa kemakmuran, kesejahteraan, dan tegaknya keadilan di atas panji-panji wahyu ilahi akan berdiri di atas negeri tersebut. Senada dengan ayat ke-96 surat Al-A‘rāf ini, Allah Swt. juga berfirman,

Tidak ada penduduk suatu negeri pun yang beriman dan imannya itu bermanfaat kepadanya, selain kaum Yunus. Ketika kaum Yunus beriman, Kami hilangkan dari mereka azab menghinakan dalam kehidupan dunia dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.” (Q.S. Yūnus [10]: 98)

Petikan ayat ke-96 surat Al-A‘rāf yang berbunyi “penduduk negeri” pada mulanya ditujukan kepada orang-orang kafir di Mekkah, Thaif, dan penduduk kota lainnya yang mendustakan ayat-ayat Allah. Meski demikian, tentunya ayat ini berlaku juga bagi keseluruhan negeri-negeri yang ada di bumi, dari masa ke masa.

Kata“beriman” pada ayat tersebut merujuk pada pengertian iman yang sesungguhnya dengan segala kelengkapannya, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta iman pada hari pertemuan dengan-Nya, iman pada janji-Nya, pun iman dengan segala ancaman-Nya. Kata “bertakwa” kepada Allah mengandung arti tidak berprilaku maksiat, ber-akhlaqul karimah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keisalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Iman dan takwa yang ditujukan kepada segenap penduduk (suatu negeri), boleh jadi sebagai petunjuk perlunya keimanan dan ketakwaan dalam bentuk kolektif dan kelembagaan. Dengan kata lain, tidak hanya individu-idividu saja yang terkena keharusan memiliki dua pilar tadi (iman dan takwa). Ketika mereka berhimpun dalam sebuah ikatan tertentu, maka iman dan takwa harus tetap menjadi ruh yang menghidupkan ikatan tersebut.

Seperti kita ketahui, dalam setiap negara di zaman modern ini, banyak terdapat lembaga yang ikut andil dalam penyelenggaraan negara, baik lembaga pemerintah maupun swasta. Jika iman dan takwa diasingkan…..

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment