Shalat Tahajud Berjamaah, Apakah Dicontohkan Rasululllah?

sujud

Ustadz, apakah diperbolehkan apabila suami istri melakukan Shalat Tahajud berjamaah.

 

 

Shalat Tahajud berjamaah itu ada dalilnya, bahkan dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Kata Nabi, siapa yang membangunkan keluarganya saat mau shalat, kemudian mereka shalat berjamaah fashollayaa rok ‘ataini maka mereka akan dicatat menjadi orang-orang yang selalu dzikir kepada Allah. Kesimpulannya, shalat tahajud berjamaah itu diperbolehkan.

alquran muasir

Pertanyaan berikutnya, apabila shalat tahajud dilakukan secara berjamaah, apakah bacaan Al Qur’annya dikeraskan atau tidak?

Jelas bacaan suratnya dikeraskan. Namun kalau bacaan suratnya tidak dikeraskan seperti halnya shalat dhuhur, suratnya dibaca oleh masing-masing , itu juga diperbolehkan. Akan tetapi yang paling afdhal bacaan surat dalam shalat tahajud yang dilakukan secara berjamaah itu dikeraskan.

Makanya, Ibnu Abbas tahu surat-surat yang dibaca oleh Rasul, karena Ibn Abbas pernah bermakmum kepada Rasul dalam ibadah shalat tahajud. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ibnu Abbas itu berdiri di sebelah kiri Rasulullah Saw. Lalu, Rasul menarik badan Ibn Abbas memposisikannya di sebelah kanan, itu terjadi ketika shalat tahajud. Ini menunjukkan bahwa shalat tahajud itu boleh dilakukan secara berjamaah.

kalender

Sebagian orang berpendapat bahwa Shalat Tahajud berjamaah itu bid’ah. Kalau Rasul melakukan shalat tahajud berjamaah dengan Ibn Abbas apakah disebut bid’ah? Kalau hadits Riwayat Muslim yang mengatakan bahwa kalau istri atau suami membangunkan pasangannya lalu mereka shalat berjamaah, dan keduanya shalat berjamaah dua raka’at (minimal), maka mereka tergolong orang yang berdzikir.

Pada prinsipnya, shalat tahajud berjamaah itu diperbolehkan. Kemudian, kalau pun shalat tahajud itu dilakukan secara berjamaah, jelas imamnya harus mengeraskan bacaan. Akan tetapi, kalau ditanya bagaimana kalau masing-masing saja bacaan suratnya, saya membangunkan suami untuk tahajud, tapi shalat tahajudnya dilakukan masing-masing, itu juga afdhal.

Nabi menyatakan, di antara 7 kelompok manusia yang akan diberi pertolongan di Hari Kiamat kelak  di antaranya adalah orang yang berdua-duaan dengan Allah Swt hingga meneteskan air mata.

Wallahu a’lam bi shawab.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment