Kejayaan Imperium Abbasiyah Yang Perlu Diketahui

imperium

PERCIKANIMAN.ID – – Setelah masa keemasan Rasulullah Saw yang diteruskan oleh para Khulafaur Rasyidin berikutnya peradaban Islam kembali mengalami masa kejayaan salah satunya apa yang pernah dibangun oleh Dinasti Abbasiyah. Dalam sejarahnya Dinasti Abbasiyah juga mempunyai wilayah kekuasaan yang cukup luas membentang daratan Negara dalam cakupan beberapa benua. Seperti dihimpun dari berbagai sumber berikut fakta yang dapat dijadikan pelajaran:

  • APA

Runtuhnya Bani Umayah membuka peluang besar bagi Bagi Abbas untuk naik tahta. Warisan imperium sebelumnya sangatlah besar, karena itu tak heran bila dinasti Abbasiyah maju pesat. Syed Mahmudunnasir dalam Islam : Konsepsi dan Sejarahnya (2005) menyebutkan Imperium Islam yang baru bukan sekadar pergantian kepemimpinan semata, melainkan sebuah langkah revolusioner yang sangat penting dalam sejarah Islam. “Titik balik kepemimpinan ini sama pentingnya dengan Revolusi Perancis atau Revolusi Bolhevik di Rusia,” imbuhnya.

alquran muasir
  • KAPAN

Abu al-Abbas dilantik menjadi khalifah pertama Bani Abbasiyah pada tahun 750 M, sekaligus memantapkan pembubaran dinasti sebelumnya. Hal pertama yang ia lakukan adalah memindahkan ibu kota dari Damaskus ke Baghdad. Kekuatannya membentang dari Sungai Indus di India hingga Tunisia. Bani Abbasiyah berhasil memertahankan kekhalifahan selama tiga abad, menanamkan kembali corak kepemimpinan Islami, menyuburkan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga pengembangan budaya dan seni. Ketika Harun ar Rasyid menjadi khalifah (786-809) Bani Abbasiyah disebut-sebut mencapai puncak keemasan. Lalu mulai surut pada 940, ketika orang Turki dan Mamluk (di Mesir) mulai mendapat pengaruh. Bani Abbasiyah benar-benar runtuh ketika pasukan Mongol menghancurkan Baghdad tahun 1258.

  • DIMANA

Ibu kota umat Islam sebelumnya adalah Damaskus. Madinat Al-Yasmin (City of Jasmin), begitulah penduduk lokal Suriah menyebut kota ini. Salah satu kota tertua di dunia yang masih di tempati. Ketika Bani Abbasiyah menggulingkan Bani Ummayah, ibu kota berpindah ke Baghdad (kota di Irak). Kota ini sendiri pertama kali dibangun pada masa Bani Abbasiyah, ketika Abu Jafar Al-Manshur (754-774) menjadi khalifah kedua. Baghdad merupakan kota megah yang dikelilingi tiga benteng. Terbagi kedalam empat bagian dengan empat jalan utama yang menghubungkan istana khalifah dengan Masjid Agung.

  • SIAPA

Nama Bani Abbasiyah merujuk pada keturunan paman Rasul yang paling muda, Abbas bin Abul-Muthalib (566-652). Pertama kali didirikan oleh Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad (721-754), keturunan Hasyim (buyut Rasul). Abu al-Abbas memerintah Bani Abbasiyah sangat singkat, yakni empat tahun. Sebelum meninggal karena sakit, ia mendaulat Abu Jafar sebagai khalifah berikutnya. Ketika masa inilah pemerintahan mulai efektif, ibu kota dan infrastruktur mulai di bangun, termasuk pengelolaan ‘pegawai negeri’ dan gubernur.

kalender

Tokoh kunci lainnya yang memegang peran besar pada dinasti ini adalah tujuh khalifah yang paling sukses dan terkenal dalam sejarah Abbasiyah;  Muhammad al Mahdi (775-785), Musa al Hadi (775- 786), Harun ar Rasyid (786-809), al-Ma’mun (813-833), al-Mu’tashim (833-842), al-Watsiq (842-847), dan al-Mutawakkil (847-861).

Dunia ketika itu terpesona dengan kemajuan ilmu pengetahuan, budaya, dan seni dari Baghdad. Termasuk munculnya ilmuan-ilmuan besar dunia; Al-Kindi, Al Farabi, Al Ghazali, Ibnu Rusd, Al Khawarizmi, Al Farazi, dan masih banyak ilmuan lain. Tak hanya bidang ilmu pengetahuan, ilmu agama pun mencapai puncaknya di era ini sebut saja para ahli hadist seperti Imam Bukhori, Imam Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud, dan At Tarmidzi. Juga para imam mazhab; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal dan Para Imam Syi’ah. Hampir seluruh  tokoh penting Islam klasik hidup pada masa Dinasti Abbasiyah.

  • MENGAPA – BAGAIMANA

Mahmudunnasir menyebut banyak faktor yang menyebabkan merosotnya wibawa Bani Umayah, hingga akhirnya mereka tenggelam. Beberapa yang paling menonjol adalah budaya ningrat yang diwariskan Muawiyah, sehingga nuansa nepotisme di tubuh pemerintahan yang kental. Tak cuma itu, perlakuan khusus bagi anggota keluarga ‘para raja’ pun membuka celah bagi korupsi untuk merajalela. Berikutnya adalah arogansi ras-Arab terhadap orang-orang Islam non-Arab (Mawali).

Perbedaan hak dan perlakuan tidak simpatik ini menumbuhkan kebencian orang-orang luar Arab pada Bani Umayah. Pemerintahan yang ‘gendut’ dan pola borjuis ini rupanya membawa dinasti Umayah pada keadaan paling buruk. Keamanan negeri tak terpantau dengan baik, persaingan antar suku menjadi sengit. “Penentangan kaum Syi’ah pun tak bisa disepelekan, mereka takan pernah melupakan tragedi Karbala dan perlakuan buruk kepada keluarga nabi,” tambahnya.

Hal ini adalah momentum bagi kaum Abbasiyah untuk memukul keras pemerintahan yang sempoyongan ini. Abu Muslim, pemimpin kaum pemberontak ketika itu dengan piawai menggandeng kaum Syi’ah, Mawali, bahkan kaum Khawarij untuk sama-sama mengusung isu ‘menyelamatkan’ umat dari kehancuran. Kekuatan orang-orang Syiria yang mendukung Umayah pun ikut melemah, Bani Umayah pun tumbang. Imperium baru umat muslim pun dimulai. Meski kita kerap terpana oleh kegemilangan Bani Abbasiyah, tapi kita tak bisa menutup mata bahwa sejarah mulanya dinasti ini penuh intrik dan darah.

Mahmudunnasir menyebut Abbasiyah lahir karena kekecewaan terhadap khalifah-khalifah Umayah yang borjuis. Kebencian yang berlebihan ini ditunjukan oleh Abu al-Abbas, ketika ia menerapkan kebijakan ‘gila’ tentang pemusnahan seluruh anggota keluarga Umayah. Para agen dan mata-mata disebar ke seantero negeri untuk memburu para pelarian.Tak cuma mereka yang masih hidup, bahkan yang sudah mati pun di usik. Abu al-Abbas memerintahkan pasukannya untuk membongkar semua makam keluarga Umayah dan membakar jenazahnya. “Hanya dua makam yang selamat; Muawiyah, karena disembunyikan dan Umar bin Abdul Aziz, karena kasalehannya tak dapat disangkal.” [ ]

 

Red:  iqbal

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment