Mengapa Allah Menciptakan Manusia?

galaksi1

Ustadz yang saya hormati, Allah maha tahu nasib seseorang yang diciptakanNya apakah akan masuk surga atau masuk neraka. Untuk apa Allah menciptakan manusia jika sebelumnya sudah tahu bahwa pada akhirnya akan masuk neraka? Mohon penjelasannya ustadz, terima kasih. 

 

 

Allah maha tahu segala sesuatu, jangankan hal yang kita sadari, yang tidak kita sadaripun Allah tahu. Dalam Al Qur’an Allah berfirman Walaa taskutumuwarokotin ila ya’lamuha, tidak ada daun yang lepas dari rantingnya kecuali Allah maha tahu. Ini mengandung makna bahwa apapun yang terjadi di kesemestaan ini pasti Allah tahu. Saya tadi katakan jangankan hal-hal yang kita sadari, hal-hal yang tidak disadaripun, hal-hal yang sifatnya alamiahpun Allah tahu.

alquran muasir

Anda bisa lihat di Q.S Al An’am ayat 59 Allah berfirman, wa indahumafatihul ghoibi la ya’lamuha illahuwa, dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang ghaib la ya’lamuha llahuwa tidak ada yang mengetahui kecuali Allah sendiri.

Maksudnya, betapa banyak persoalan-persoalan yang tidak diketahui oleh manusia, betapa banyak persoalan-persoalan yang hanya Allah yang maha tahu wa hua ya’ lamuu maa fil bari wal bakhri, dan Allah mengetahui apa yang ada di daratan maupun apa yang ada di lautan. Anda bisa bayangkan apa isi lautan yang sebegitu luasnya, Allah maha tahu, apa yang ada di daratan dengan berbagai macam jenis tumbuhan, binatang, dan lain sebagainya Allah maha tahu.

Bahkan daun yang lepas dari ranting pun Allah tahu, walaa habbatinfii dulumatil ardiwalaa rodbinwalaayabisin illa fii kitaabi mubin, dan Allah maha tahu mana benih yang akan tumbuh dan mana benih yang mati.

kalender

Saudara-saudara sekalian,  Allah maha tahu segala sesuatu. Pertanyaannya adalah kalau memang Allah itu tahu segala sesuatu, berarti Allah maha tahu orang itu akan masuk surga atau masuk neraka. Jawabannya: iya, Allah maha tahu. Tapi bukan berarti orang itu masuk surga dan masuk neraka karena pengetahuan Allah. Masuk surga dan neraka itu pilihan mansia, namun Allah maha tahu dimana pengetahuan Allah itu tidak terikat oleh dimensi ruang dan dimensi waktu.

Allah maha tahu orang itu akan mengambil jalan kebaikan, orang itu mau mengambil jalan keburukan, orang itu mau mengambil jalur keimanan atau jalur kekufuran. Allah maha tahu, tapi bukan berarti pengetahuan Allah inilah yang menyebabkan manusia itu terjerumus pada kekufuran,  dosa dan maksiat.

Bukan karena pengetahuan Allah, itu karena pilihan manusia. Karena manusia itu oleh Allah telah diberi perangkat untuk berfikir, diberi perangkat indra, bisa mendengar, bisa melihat, bisa merasa. Lalu Allah juga memberikan perangkat akal dan Allahpun memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih fa man syaa afal yu’min faman syaa afal yakfur, siapa yang mau beriman silahkan beriman, siapa yang mau kufur silahkan kufur.

Jadi, Allah maha tahu seseorang itu akan masuk surga atau masuk neraka. Karena ilmu Allah itu unlimitted, tak terhingga, tak terbatas, dan tidak terhalang oleh dimensi-dimensi ruang dan dimensi-dimensi waktu. Berbeda dengan pengetahuan manusia yang terikat oleh ruang spesialisasi, oleh ruang apa yang dia pelajari. Kalau pengetahuan Allah itu unlimitted, tak terbatas, tak terhingga.

Karena pengetahuan Allah itu tak terbatas dan tak terhingga, maka Allah tahu orang itu kufur, orang itu iman. Allah maha tahu orang itu akan masuk surga, orang itu akan masuk neraka, tetapi sekali lagi bukan berarti pengetahuan Allah itu yang mengarahkan perilaku seseorang. Bukan, Kenapa?

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment