Tiga Pilar Pembangunan Masjid Agar Makmur

345

PERCIKANIMAN.ID – – Masjid adalah salah satu pilar dalam membangun peradaban Islam. Setidaknya hal ini bisa kita pahami dimana bangunan yang didirikan Rasulullah Saw adalah masjid. Peran masjid menjadi tempat yang strategis sekaligus multi fungsi bukan sekedar tempat berkumpulnya kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shalat berjamaah. Menengok pada zaman Rasulullah Saw masjid juga difungsikan sebagai “kantor” dan pusat pemerintahan dimana strategi mengelola dan merencanakan pemerintahan bahkan strategi perang pun di dikendalikan dari masjid.

Berhasil atau tidaknya masjid di tengah umat bergantung pada para pengelolanya. Bagaimana pun sumber daya insani tetap nomor wahid. Karena percuma bila masjid megah, tetapi tak dikelola secara baik. Jangan sampai kita malah masuk kedalam golongan orang yang ‘bermegah-megahan’ tetapi tidak memuliakan masjid dengan aktivitas didalamnya. Bermegah-megah dalam membangun masji, sangatlah relatif. Misalkan, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sangat megah. Tetapi apakah umat Islam yang ada disana masuk kedalam ketegori ‘bermegah-megahan’? Tentu saja tidak serta-merta. Karena pada kenyataannya dua masjid inilah yang paling makmur, baik dari segi aktivitas ibadah maupun ekonomi dan sosial-budaya.

alquran muasir

Bermegah-megah yang negatif, adalah orang yang membangun masjid besar-besaran tetapi tidak diikuti dengan memakmurkannya. Akan tetapi bila membangun masjid dengan baik dengan maksud untuk memuliakannya dan memakmurkannya tentu itu baik. Berikut tiga pilar agar masjid lebih makmur dan semarak dengan kegiatan bermanfaat;

  • Idarah, artinya manajemen organisasi.

Di dalamnya mencakup banyak hal, mulai dari perencanaan, struktur organisasi, administrasi, keuangan, hingga pengawasan. Masjid sebaiknya memiliki pengurus (takmir) agar kebutuhan umat mudah terakomodasi. Melalui manajemen organisasi yang baik dan jelas, maka para DKM akan mampu memetakan visi dan program-program masjid dengan baik pula. Sehingga kebermanfaatan masjid bagi umat akan lebih terasa.

  • Imarah, artinya kemakmuran masjid.

Makmur tak selalu berarti uang kas masjid yang banyak. Imarah masjid disini maksudnya, masjid makmur dengan kegiatan-kegiatan keislaman. Bila ada masjid besar, tapi sepi kegiatan keagamaan itu indikasi masjid tidak makmur. Memakmurkan masjid banyak caranya, misalkan dengan menampung majelis-majelis taklim, kegiatan remaja masjid, menyediakan perpustaakaan, kegiataan shalat lima waktu dan shalat jumat yang terorganisasi dengan baik, layanan kesehatan, koperasi, hingga pemberdayaan perempuan. Termasuk membangun madrasah atau taman pendidikan Al-Qur’an, hal ini juga merupakan langkah memakmurkan masjid.

kalender
  • Ri’ayah, maksudnya adalah pembangunan masjid secara fisik.

Masalah kebersihan, sanitasi, dan listrik masuk kedalam kategori ini. Tentu jamaah akan lebih nyaman beribadah di masjid yang bersih dan wangi bukan? Takmir masjid  berkewajiban mengelola dana umat yang dititipkan di masjid. Sebagian dana digunakan untuk merawat dan memeliha masjid sebagian lagi digulirkan untuk program-program kemanusiaan atau kegiatan harian.

Melalui sinergi ketiga pilar ini, diharapkan pengelolaan masjid di Indonesia bisa lebih profesional lagi. Mengingat umat Islam di Indonesia sangatlah banyak, tentu peran masjid menjadi sangat vital. Karena sebagai wadah umat untuk beribadah, bersosialisasi, hingga pengelolaan sumber daya insani. Ia berpesan, agar para pengurus masjid punya komitmen kuat dalam memajukan Islam melalui masjid di daerah masing-masing. Awal kebangkitan Islam bermula dari masjid, maka dengan mengelola masjid dengan baik sama dengan memajukan Islam. [ ]

Red: iqbal

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment