Dapatkah Manusia Memerintah Angin? Begini Pandangan Sains

angin

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA., IAI*

 

 

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ

alquran muasir

Maka Kami mudahkan baginya angin berjalan atas perintahnya kemana saja.”(Q.S. Shaad [38]: 36)

PERCIKANIMAN.ID – – At-Thabary menafsirkan bahwa ayat tersebut adalah tentang Nabi Sulaiman a.s. yang terpesona pada kecepatan kuda balap miliknya, sampai-sampai beliau melewatkan shalat Asar. Allah marah dan menyuruh kuda itu disembelih lalu diganti dengan kendaraan yang lebih cepat, yaitu angin yang taat diperintah kemana saja.

Abu Laits As-Samarqandy dalam Tafsir Bahrul Ulum menulis kisah lain. Suatu ketika anak Nabi Sulaiman a.s. melihat malaikat maut dan ketakutan sampai akhirnya jatuh sakit. Lalu, Nabi Sulaiman a.s. memerintah angin untuk melindungi anaknya dengan cara membawanya terbang ke atas awan. Akan tetapi, justru di sanalah ajal sang anak tiba lalu jenazahnya diturunkan lagi ke bumi.

kalender

Kebanyakan tafsir mengkaitkan ayat tersebut dengan mukjizat Nabi Sulaiman a.s. yang tidak bisa ditiru manusia biasa. Akan tetapi sebagai inspirasi ilmiah, barangkali ayat tersebut adalah isyarat bahwa angin bisa diperintah oleh manusia, dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik, dan disalurkan kemana saja sesuai keperluan. Misalnya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Jerman yang sudah mengantisipasi kelangkaan energi di negaranya pada 2030.

Ya, sumber energi minyak bumi akan semakin habis dan harus dicari sumber energi alternatif. Saat ini, Jerman sudah memakai energi nuklir. Akan tetapi, musibah kebocoran reaktor nuklir Chernobyl dan Fukushima membuat Jerman tidak tertarik untuk melanjutkan proyek tersebut. Pada 2022, semua reaktor nuklir akan ditutup sehingga perlu segera diciptakan pasokan energi pengganti dan salah satu sumber energi yang terbarukan adalah angin.

Di pantai laut utara Jerman dan di pantai Laut Baltik di selatan, angin berhembus keras sepanjang tahun. Klaus Kleinekorte, CEO operator jaringan Amprion pada bulan Mei 2012 yang lalu, mengumumkan bahwa dari sanalah energi angin akan dimanfaatkan untuk memutar 5.000 turbin agar dihasilkan listrik sebesar 25 gigawatt yang kemudian akan disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi sepanjang 3.800 km ke seluruh negeri dengan biaya yang spektakuler.

Bayangkan, pembuatan jaringan transmisinya saja membutuhkan dana sebesar 25 milyar USD. Meski demikian, biaya tersebut sebetulnya layak karena menurut taksiran perusahaan Siemens, nilai kehilangan energi akibat penutupan reaktor nuklir mencapai 2 triliun USD.

Konon, cadangan minyak Indonesia akan habis pada 2022. Maka, tidak ada salahnya pemerintah mengambil inspirasi dari ayat Al-Quran tersebut untuk memanfaatkan angin yang tidak henti-hentinya berhembus sepanjang hari di pantai, lembah, dan bukit nusantara. Seharusnya, memang angin bisa diperintah oleh manusia. Wallahu a’lam.[ ]
*Penulis adalah pendidikk, pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: iman
Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment