Pengamat: Jika Ahok Lolos Hukum, Itu Simbol Tirani Minoritas

ahok

PERCIKANIMAN.ID – – Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mengkhawatirkan bila pemerintah tidak menepati janjinya dalam dua minggu kasus Ahok tidak ada kejelasan, atau dalam kata lain tidak ditersangkakan. Maka akan memicu kesabaran umat Islam di Indonesia.

“Berpotensi memicu kesabaran umat Islam hingga titik kulminasi,” ujar Indra seperti dilansir republika.co.id, Selasa (8/11/2016). Dan bila hal ini terus dibiarkan, lanjutnya ia khawatir Indonesia diambang people power yang jauh lebih besar targetnya.

alquran muasir

Karena umat Islam tidak lagi sekedar melihat kasus Ahok sebagai penista agama tapi sebagai wayang dari kepentingan lebih besar, yang ingin melawan umat Islam di Indonesia. Dan perlawanan itu akan ketemu momentumnya, bila hal ini terus dibiarkan.

“Ini jika Ahok lolos itulah simbol dari tirani minoritas, yang tidak bisa dihentikan kecuali dengan goncangan dahsyat dengan segala implikasinya,” ujarnya.

Karena itu ia menilai mereka yang ingin melawan gerakan umat Islam ini, harus berpikir matang, dan paham betul dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Karena sebenarnya Ahok potensial melanggar Pasal 156 juncto 156a KUHP, meskipun Ahok sebagai WNI juga punya hak mendapatkan keadilan hukum.

kalender

“Saya khawatir jika sebelum 18 November 2016 hasil akhir dari proses yang dijanjikan Polri ‘terbuka dan cepat’ atas kasus ini, ternyata membuat Ahok lepas dari jeratan hukum, maka bisa melahirkan situasi yang jauh lebih besar bagi negara,” terangnya.

Ia mengingatkan kepada Presiden Jokowi sebelum terlambat, ada baiknya menutup semua celah bahaya besar tersebut, demi bangsa dan negara. Jangan sampai sebaliknya memancing kesabaran umat Islam yang terus kecewa dengan kekisruhan kasus Ahok sekarang ini.

 

Potensi terjadi revolusi

Sementara itu kalangan Jaringan Muda Nahdhatul Ulama (JMNU) menilai, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan sikap pembelaan yang membabi buta terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan Alquran dan penghinaan terhadap ulama seperti sikap Jokowi belakangan ini pasca aksi bela Islam 2, maka dapat dipastikan bahwa revolusi sosial niscaya akan terjadi.

“Kami ingatkan kepada Presiden, salah ambil langkah maka jabatan Anda sebagai taruhannya. Kami tahu bahwa orang-orang di belakang Ahok lah yang mendukung Anda menjadi Presiden,” demikian pernyataan tertulis M. Adnan Rara Sina, Sekretaris Jenderal JMNU seperti lansir Okezone, Selasa (8/11/2016).

“Tapi jika itu menyandera Anda dan mengorbankan umat Islam yang marah karena kitab sucinya di hina, maka kehancuran akan bersama Anda semakin dekat. Revolusi pasti terjadi jika Ahok tak ditangkap. Tanda-tandanya sudah nampak dari besarnya perhatian rakyat dan aksi protes di berbagai daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, JMNU melihat sikap Kapolri dari mimik wajah maupun pernyataan di televisi tampak bahwa Tito Karnavian dalam tekanan berat dan hanya bisa menuruti arahan dan perintah Presiden sehingga supremasi hukum terabaikan. Hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

JMNU menegaskan bahwa semua ormas Islam termasuk NU dan Muhammadiyah sudah bersikap agar proses hukum tetap berlanjut dan berkeadilan. “Untuk itu kami akan mengamankan fatwa ulama di bawah rois am KH. Ma’ruf Amin bahwa yang secara tegas mengatakan Ahok telah menista Alquran dan menghina ulama.

“Pilihan ada pada Anda Bapak Presiden. Tangkap Ahok atau revolusi yang gelombangnya akan menyapu kekuasaan Anda,” pungkasnya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto:antara

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment