Haruskah Kita Mempopulerkan Bahasa/Istilah yang Islami?

islam bahasa

Ustadz Aam yang saya hormati, saat ini saya sedang semangat menggali dan mempelajari Islam, ada satu yang mengganjal fikiran saya, kenapa sejumlah orang seperti enggan untuk semakin mempopulerkan peristilahan Islam dengan bahasa yang menurut saya lebih syar’i, seperti menyebut shaum dengan puasa, Allah dengan Tuhan dan sebagainya. Bagaimana menurut ustadz? Mohon penjelasannya! Terima kasih.

 

Sdr. yang dirahmati Allah, sungguh saya mengapresiasi apa yang sedang anda lakukan saat ini, semoga Allah semakin melindungi sdr, dan melimpahkan rahmatNya sampai anda benar-benar menjadi seorang muslim yang sejati. Amiin.

alquran muasir

Sdr. yang dirahmati Allah, Islam pertama kali turun ke tengah-tengah kaum yang berkebangsaan Arab. Tentunya Islam harus menyesuaikannya dan bahasa Arab digunakan sebagai pijakan dalam pengantar wahyu dan komunikasi syari’ah. Sehingga sudah dipastikan kalau peristilahan seputar syari’ah yang muncul pun menggunakan istilah dari bahasa Arab.

Dari peristilahan bahasa Arab tersebut ada yang kemudian menjadi peristilahan baku sebagai peristilahan syar’i ada juga yang boleh diterjemahkan ke dalam bahasa daerah masing-masing tempat ummat Islam berada selama tidak mengganggu qaidah atau makna yang dikandung oleh peristilahan tersebut.

Barangkali seperti kata-kata al-Quran, ruku’ dan sujud’ dan sejumlah istilah lainnya tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa kita karena akan mengganggu makna yang dimaksud. Misalnya menerjemahkan istilah atau nama al-Quran dengan bacaan, maka akan rancu maknanya bila kita mengucapkan beriman pada al-Quran menjadi beriman pada bacaan, dan lain sebagainya.

kalender

Lain halnya misalkan dengan shaum atau shalat. Boleh-boleh saja mengganti shaum dengan puasa karena tidak akan mengubah makna yang dituju, atau suatu kali mengganti shalat dengan sembahyang bila orang diajak bicara belum banyak faham tentang Islam.

Hanya saja sebagai Ummat Islam, berperilaku kental dengan nuansa islami dalam segala hal adalah kebaikan. Mensyi’arkan Islam melalui perstilahan bahasa boleh dikata cukup efektif dan berpeluang meninggikan kalimat Allah dan menambah ‘izzul Islam wal-muslimin (wibawa/kehormatan Islam dan kaum muslimin). Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment