Begini Cara Membantu Remaja Menyelesaikan Masalahnya

remaja

PERCIKANIMAN.ID – – Dunia remaja tidak selalu cerah, dunia remaja juga kerap dihinggapi warna kelabu. Di mana mereka dikejutkan dengan masalah-masalah dalam pergaulan bagi anak baru gede (ABG) itu sangat rumit. Emosi yang masih labil terkadang membuat remaja mudah meledak-ledak, panik, atau terlalu berapi-api dalam menghadapi problemtika mereka. Bahkan, remaja justru akan mencari kesenangan lain untuk melupakan masalahnya.

Vivid Fitri Argarini sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia remaja mengingatkan orangtua untuk peduli pada masalah yang dihadapi si buah hati. Jangan biarkan anak salah jalan dalam menyelesaikan masalah.

“Remaja sering cuek atau menganggap masalah itu tidak ada. Karena, mereka belum sadar ketika masalah hanya ditumpuk ujungnya nanti tertimbun, kemudian meledak. Nah, anak bisa depresi,” terang Vivid seperti dikutip Okezone.

Ia meminta orangtua mengajarkan anak mengurai masalah. Ajarkan anak menyediakan waktu untuk dirinya sendiri. Mulai dari self meditation dan relax beberapa waktu agar dapat mengurai masalah satu persatu.

“Ketahui masalah itu, bicara pada diri sendiri mengapa masalah bisa terjadi dan bagaimana menyelesaikan. Setelah memahami, mulailah menerima bahwa masalah harus diselesaikan hingga tuntas,” sambungnya.

Wanita lulusan University of Wisconsin, Whitewater jurusan komunikasi ini menuturkan, ketika remaja mampu memetakan masalah, beri dia beberapa pilihan solusi. Jangan mendikte anak, justru orangtua perlu menjadi mentor untuk mendampingi anak menyelesaikan masalahnya sendiri.

Sementara itu dikutip dari kita dan buah hati, konselor Ely Risman menuturkan bahwa meski sudah terlabih dewasa namun masa remaja tetap perlu mendapat perhatian dan bimbingan orangtua. Ungkapan orangtua yang sering mengatakan, “dia kan sudah besar” adalah kurang tepat.

“Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanan menuju dewasa yang kejiwaannya masih labil. Pendampingan dan bimbingan orangtua akan membuatnya mampun melewati masa tersebut dengan sempurna,”ujarnya.

BACA JUGA  Majelis Percikan Iman Luncurkan Program "Play Date"

Meski dalam beberapa anak remaja ada perasaan tak nyaman atau risih ketika orangtua masih terlihat dominan dalam nasihat maupun aktivitas di luar rumah. Ely menyampaikan bahwa orangtua juga harus bisa melihat situasi dan kondisi ketika akan menasihati anak.

“Jangan menasihat anak di depan teman-temannya karena hal itu akan membuat anak menjadi malu bahkan bisa berbalik marah pada orangtua,”jelasnya.

Untuk itu yang diperlukan adalah sikap menghargai privasi anak yang mulai tumbuh dewasa dan meninggalkan masa remaja. Karena bagaimana pun setiap anak juga mempunyai rahasia yang bisa membuatnya malu jika diketahui orang lain termasuk anggota keluarga. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment