Hukum Memakan Hidangan Tahlilan

hidangan

Ustadz, saya pernah mendengar bahwa kita tidak diperbolehkan memakan makanan dari acara tahlilan, karena hal itu termasuk kategori memakan harta anak yatim atau memakan di atas penderitaan orang yang terkena musibah, apa bener pernyataan seperti ini?

 

Tahlilan memang tidak dicontohkan oleh Rasul. Kalau kita baca kehidupan para sahabat, tidak ada sebuah riwayatpun yang menjelaskan bahwa sahabat melakukan tahlilan untuk Rasululloh padahal tidak diragukan lagi besarnya cinta sahabat terhadap Rasul.

iklan donasi pustaka2

Ketika Siti Hadijah wafat, Rasulullah saw tidak melakukan tahlilan untuk Siti Hadijah padahal kita tahu bagaimana kedalaman cinta Rasul kepada Hadijah. Ketika Ibrahim putra Rasul meninggal, Rasulpun tidak melakukan tahlilan untuk putranya.

Dari riwayat-riwayat tersebut bisa kita simpulkan bahwa Rasulullah dan para sahabat tidak pernah melakukan tahlilan kalau ada yang meninggal. Pelaksanaan tahlilan sebetulnya merupakan budaya setempat yang dianggap sebagai agama sehingga oleh sebagian ulama disebut sebagai sesuatu yang tidak dicontohkan oleh Rasul. Inilah inti dari hukum tahlilan.

Kemudian bagaimana hukum memakan makanan yang dikirim dari tahlilan?
Sebaiknya kita tinjau kembali apa yang terjadi pada jaman Rasulullah saw. Rasul justru mengajarkan untuk meringankan orang yang terkena musibah wafat. Dikisahkan bahwa pada saat istri Ja’far meninggal, Rasul menyuruh kepada sahabat untuk menjamu keluarga Ja’far, bukan keluarga Ja’far yang menjamu orang-orang.

Dalam kisah ini, Rasul mengatakan kepada para sahabat “bikinlah makanan untuk keluarga Ja’far karena dia sedang terkena musibah”. Nah yang terjadi pada masyarakat kita adalah sebaliknya, orang yang terkena musibah yang harus repot menyiapkan hidangan, menjamu masyarakat lingkungannya.

Pertanyaannya bagaimana status makanannya, halal atau tidak?
Menurut hemat saya makanannya tetap halal dan tidak bisa disebut dengan memakan harta anak yatim. Yang paling aman kita tidak melakukan tahlilan, gunakan logika yang sederhana tapi tulus, maka anda akan menyimpulkan bahwa memang sebaiknya orang yang terkena musibah tidak kemudian membuat makanan untuk dibagi-bagi.

Kalau kita pada akhirnya terpaksa menerima sesuatu dari tahlilan, menurut hemat saya makanannya tetap halal, sajadahnya tetap bisa dipakai, dan Qurannya juga bisa dipakai, karena kalau dibuang malah akan menjadi mubadzir.

Semoga dengan penjelasan ini rekan-rekan semakin paham bahwa sebenarnya tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang suka tahlilan, Rasululloh tidak pernah melakukan tahlilan dan juga secara akal sehat orang yang terkena musibah itu harus diringankan bukan malah direpotkan.  Wallahu a’lam bi shawab.

(Visited 56 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

41 Thoughts to “Hukum Memakan Hidangan Tahlilan”

  1. MUSLIM

    TETANGGA SAYA YANG ANTI TAHLILAN (MEMBACA KALIMAH THOYYIBAH) ADA YANG MENINGGAL, MALAM HARINYA PARA KELUARGA MASIH PADA NGUMPUL, RAME BANGET, TAPI YANG DILAKUKAN HANYA NGOBROL, GUYON, BAHKAN ADA YANG MAIN GAPLE… MANA YANG LEBIH BAIK???

    1. banjoebiroe

      Yang anti tahlilan islamnya sudah baik dan benar dan paling islam sendiri…..
      Maka untuk menjaga kesuciannya lebih baik mendirikan negara ISLAM…
      Kalo aq NU “NETRAL UNITED” aja….

      1. rahmat

        menurut kaidah fiqih asal hukum ibadah dilarang kecuali ada dalil yang memerintahkannya ( kaidah ini dipakai oleh semua ulama ), sekarangl kalau itu diangap ibadah yang penting ada dalil yang memerintahkannya ?

        1. efull

          kaidah fiqih yg mana yg menyebutkan hukum asal ibadah adalah dilarang? perkataan ulama mana yg menyebutkan demikian kalo memang semua ulama? bukan kah jumhur ulama menyebutkan hukum asal ibadah adalah tawaqquf ?

  2. alex baron

    Itu jg gak baik..
    jd seperti memmilih antara dua keburukan maka semuanya jngn ada yg di pilih
    Wallahu a`lam..

  3. panc

    Bapak bilang tidak usah lakukan tahlilan..mmg tahlilan isinya apa pak?maksiat?tahlilan isinya doa semua pak..mmg yg kasih jamuan pada repot pak?mereka ikhlas lahir bathin pak, kl ttg yg mau bantu silahkan..

    1. bang2

      Ibdah kan harus ad hukumnya pa. Takutnya jadi bin’ah. Coba baca pengertianya..

    2. Rifki

      Apa kita mengetahui bahwa si keluarga merasa TIDAK REPOT?? dan apa mereka ikhlas atau terpaksa?? Hati orang mana ada yg tahu kecuali Allah SWT. ya memang serba salah kita tdk ikut tahlilan dianggap tdk mau peduli thp tetangga, kita ikut juga bid’ah dan makanannya apa harus dibuang?? Kan jadi serba salah. Yg seharusnya kita membantu malah ya inilah budaya yg ada di INDONESIA. Ya Allah SWT ampunkanlah dosa2 saya atau kami semuanya.lindungi kami semua dr azab mu y Allah…. Aamiin

  4. Badranaya

    Tahlil itu bgi umat muslim NU,tp klo mau itu jg kan hukumnya sunah…klo NU itu d pakainya wajib sama sunahnya…klo bgi umat selain nu itu d pakainya WAJIB nya aja..trs yg sy bikin pusingnya itu kenapa memakan makanan tahlilan itu ada hukumnya yaitu HALAL,..kan udah tau klo umat muslim itu makanannya harus halal knpa harus d pertanyakan…anak kecil jg tau klo makanan nya halal..klo yg tahlil d kasih makan haram berarti itu yg tahlilan orang YAHUDI…hatur nuhun

    1. Oma Dewi

      Eeeit jgn salah Pak.
      Siapa bilang makanan orang Yahudi tidak halal.
      Orang Yahudi punya toko makanan halal…sampai makanan tuk penumpang kapalpun halal.Kalau di negara asing mau cari makanan halal yg ok banget ya cari aja di toko makanan orang Yahudi
      Yahudi yg bandel aja yg makan makanan nggak halal….sama dgn orang Islam yg nggak taat juga banyak yg makan makanan nggak halal.

  5. Agus setiawan

    BAGAIMANA KITA (ISLAM) MAU BERSATU KALAU MASIH MEMPERMASALAHKAN PERBEDAAN (TAHLIL, QUNUT) … PERBEDAAN ITU WAJAR

  6. gustin

    Memang tahlilan isinya doa, yang di sayangkan yang seharusnya mendoakan yaitu ahli waris ga sempet mendoakan sibuk ngurus jamuan untuk yang datang

    1. akyu

      ah siapa bilang yg ahli waris kalau pas tahlilan sih ikut berdo’a yg nyiapin makanan ada yg bantu tetangga itupun sebelumnya, makanya lihat dulu baru komen, saksikan dulu orang tahlilan dengan seksama biar gak ngelantur, beda jauh bro komen dengan fakta termasuk yg admin sampaikan jauh jauh banget aslinya!

  7. habib alfariz

    mengada-ada dalam urusan agama itu namanya Bid’ah, dan bisa di cari tau oleh saudara, apa hukumnya bid’ah itu.
    Terima Kasih

  8. Ama

    Rasul Saw ga pernah mengadakan ssuatu, seperti Tahlilal, jika ada seseorang yg wafat…selain adab dlm bertakziyah

    Klpun ada yg tahlilan, itu termasuk budaya tradisi & bukan trmasuk dlm adab Takziyah tsb

    Jd, pilih &;pilah…mana rule agama…mana corak budaya…moal lieur geura, Cu…

    Semoga mbantu

    1. khuzatul

      Apa beda mobil Ama unta

  9. Cahyanto

    Tdk semua yg jaman Nabi nggak ada itu mesti dilarang. Arab dgn indonesia itu beda budaya beda tradisi. TAHLILAN itu kan majelis dzikir? Sdgkan majelis dzikir itu majelis penuh berkah, bahkan taman surga, dihadiri malaikat, dn byk dalilnya. Sdgkan kalau ada jamuan itu diniati sedekah dr keluarga utk yg meninggal. Jadi ini sifatnya tradisi, tdk wajib juga tdk dilarang. Jadi ini baik kalau dilaksanakan dgn penuh keikhlasan.

    1. Rahmariess

      Setuju pak… intinya kluarga yg ditinggalkan tujuan membagi makanan pd saat tahlilan hanya sbg ucapan terimakasih krn menyempatkan waktu dtg kerunah keluarga yg sedang berduja utk doa bersama. Bukan bicara Rasullah jalani atau tidak dijamannya tp lebih tepatnya berpatisipasi utk dia bersama. Selama tamu tidak mengharapkan apapun dalam arti ikhlas berkunjung utk berdia bersama. dan tidak dimasalahkan juga kan pihak keluarga yg berduka itu repo ngurusin makanan toh Allah maha melihat segala sesuatu yg dilakukan hambaNya. Selama tujuannya baik dan ikhlas utk memberikan ke orang lain apapun kondisinya iinsya Allah pahala menyertai. Yg bs jd nsalah itu ketika pihak keluarga sedang repor ngurusin tahlikab tetangga saudaea atau kerabat yg dtg diawal itu tidak membantu meringankanz pekerjaan kekuatga yg berduka.setiap org

    2. Fery

      Maaf, kalau tahlilan sebenarnya mengucapkan lafazh tasbih, tahmid dan takbir tdk masalah, tapi diakhir zikir itu yg disertai menyebutkan nama org yg sdh meninggal yg tdk boleh

  10. ali

    Allah memerintahkan kita berdoa, esensi tahlilan itu ya berdoa, cuma doanya berjamaah, bareng2, gk dicontohkan jaman nabi juga tapi hasilnya bagus, minimal org yg gk ngerti cara berdoa bisa ngikutin, ada yg bimbing bareng2, klo soal makanan itu kan memang idealnya bagi yg mampu saja, tujuannya sodaqoh, yg tidak mampu tidak harus menyiapkan, ini yg namanya salah fokus, tahlilan koq fokusnya makanan, ya jadinya maen bid’ah2 aja

    1. Fajri

      Trus buat kalian yg pro tahlilan ini,kita salah mencontoh rasul dgn tidak tahlilan?kalian jg sama aja ngejudge orang seenaknya, udah jelas2 tahlilan itu tidak CONTOH nya

  11. Pri

    Agama Islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Kewajiban umat Islam adalah ittiba’.
    Ittiba’ secara bahasa berarti iqtifa (menelusuri jejak), qudwah (bersuri teladan) & uswah (berpanutan)

    Allah Azza wa Jalla berfirman:

    ‎الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

    Allah Swt memerintahkan kepada semua kaum muslimin
    untuk berittiba kepada Radulullah Saw. Sebagaimana Firman-Nya;

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
    “Kalian benar-benar mendapatkan teladan yang baik pada pribadi Nabi Muhammad. Teladan bagi orang-orang yang mengharap kasih sayang Allah dan kesenangan hidup di akhirat. Teladan bagi orang-orang yang banyak berzikir mengingat Allah di setiap kesempatan, kala susah maupun senang. (QS: Al Ahzab 21).

  12. syaifful

    Cermatilah , tadaburi segala sesuatu ya akhi semua nya, sebab orang2 muslim adalah orang2 pintar, jdi belajarlah sebab orang2 pintar identik dengan belajar ,dan belajar itu identik nya dengan membaca, maka bacalah al-qur’an dan sunnah, dan ikutilah apa yg ada padanya tanpa harus mengurangi dan melebihkan/meng ada2 kan, sebab tidak lah nabi muhammad s.a.w meninggal kecuali beliau telah menyampaikan syariat yg telah alloh berikan kepada beliau untuk umat nya, dan ingat lah tidak akan masuk surga dari 73 golongan kecuali yg 1 yaitu ahlusunnah wal jamaah.

  13. Klo saya sih ngga bakalan menggunakan media ini untuk ajang berdakwah, karna dijaman rosul mana ada cara seperti ini, mana ada komputer, mana ada medsos…

    1. Rahmaries

      Kok komen?

  14. AS

    Di-perintah-kan di dalam Al-Quran.
    Di-jelas-kan di dalam Hadits.
    Di-ajar-kan oleh Rasul.
    Jelas ?

    Hukum wajibnya harus jelas.
    Hukum sunnahnya harus jelas.
    Hukum makruhnya harus jelas.
    Paham ?

    Halal dan Haramnya harus jelas.
    Simple ?

    Islam agama yang sempurna.
    Tidak boleh ditambah dan dikurangi.

    Islam tidak pernah mempersulit.
    Semuanya mudah dilakukan.
    Jika sakit dan hal lain sebagainya, ada alternatif keringanan dan pengganti.

    Anda yang mempersulit diri.
    Anda yang mencampur-adukkan.

    Agama dan budaya tidak boleh disatukan.

    Dari 53 golongan, anda termasuk golongan yang mana ?

    Anda harus lebih hati2.
    Apakah selama ini ibadah anda :
    Sudah sesuai dengan yang Di-perintah-kan oleh Al-Quran ?
    Sudah sesuai dengan yang Di-jelas-kan oleh Hadits ?
    Sudah sesuai dengan yang Di-ajar-kan oleh Rasul ?

    Jangan mempersulit diri.
    Jangan mengada-ngada.
    Dan jangan merasa paling tahu dan benar.

    Ikuti saja aturan ketiga di atas.
    InsyaAllah selamat dunia dan akhirat, amin.

    Wassalam.

    1. Islam agama yang sempurna.
      Tidak boleh ditambah dan dikurangi.
      =====================================

      Pernyataan tsb seharusnya di terangkan dan dijelaskan oLeh ULAMA,,
      Orang yg kurang imu dan tak pernah beLajar iLmu agama Jangan mencoba2 mendakwahkan dalil tsb,, kecuaLi untuk diri anda sendiri,,
      ISLAM tidak sedangKaL apa yg anda sangkakan,,

  15. Boy

    Keluarga saya orang miskin,,apakah wajib untuk saya melaksanakan selametan / tahlilan untuk Kakek yang telah meninggal.. Sedangkan masyarakat taunya hukum selametan / tahlilal itu wajib,haruskah saya berhutang ?
    Sewaktu kecil saya senang kalo ada orang yang meninggal,karena selalu ada acara selametan / tahlilan (banyak makanan) . Namun sekarang saya mengerti,betapa repotnya. Bukannya saya gak berbakti kepada Kakek,tapi keadaan keluarga saya yang miskin mengharuskan untuk ada usaha.
    Oh ya.. Dilingkungan saya banyak tokoh agama seperti kyai dan ustadz,namun membiarkan masjid dan musholanya sepi,masyarakatnya dibiarkan judi,mabuk2’an,sambung ayam,togel,dll. Tapi kalo ada warga yang meninggal selalu ada selametan / tahlilan untuk almarhum /almarhumah didoakan kyiai,ustadz,dan para warga. Dalam benak saya,kenapa disaat adzan sholat wajib masjid begitu sepi jamaah. Namun disaat waktu selamatan / tahlilan jamaah pada datang ??

    1. andri

      Karena bid’ah itu bisa menghilangkan sunah…..

    2. Jangan Buruk SangKa Kepada Orang Lain,, ISLAM membenci Buruk SangKa,,
      TAHLILAN BuKanLah Perbuatan BID’AH seperti yg anda tuduhKan,,

      Sebanyak dan sejeLas apapun PenjeLasan tentang TAHLILAN Hati anda tertutup untuk menerima Kebenaran tersebut,, KecuaLi anda sudah membuKa Pikiran dan Hati anda,,

    3. Begitu PiciKnya PenuLis Berita ini,, Entah Picik atauKah Memang nggak tahu tapi merasa Tahu ???,,, Masha ALLAH,,

      TAHLILAN buKanLah amaLan Bid’ah seperti yang anda tuduhKan,,

      PenjeLasan mengenai Keabsahan TAHLILAN tidak aKan Pernah anda Terima,, KecuaLi anda Sudi membuKa aKaL dan Hati Anda,,

  16. mowhammad tari

    orang bodoh pasti mengatakan tahlilan bid,ah dan pasti baru belajar islam

  17. putro

    kalo setiap apa apa selalu dicari dalilnya apa ya gak sambung sama sekali,,,,,, zaman dan budaya udah beda bangett,,,,, arab dan bukan arap beda banget,,,,,,. kalo dikit dikit bid’ah apa bisa yang suka bilang bid’ah hidup persis rosul ??? gak mungkin sama sekali,,, dalilnya sih pada garis besarnya semua pada dasarnya boleh KECUALI YANG DILARANG. dan yang dilarang sanget JELAS SEKALI. …. kalo gak ada larangan tahlilan ya artinya tahlilan boleh. kalo smua harus dicontohin oleh rosul mana mungkin ????? smua juga harus kontektual dan pake akal..

    ayo rukun lah,,, yang mau tahlilan silahkan yang engga jangan menyalahkan (mem bid’ah bid’ahkan) yang tahlilan dsb…

    1. keny

      Se7 gan, hanya orang setres dikit2 bidah, kaya surga dan neraka udah dikapling, padahal tau agama paling baca terjemahan doang tapi udah sok tau dan sok paling bisa

  18. putro

    agama dan budaya bisa disatukan,,,,,,,,,,,,,,,
    contohnya sholat itu produk agama,, baju sarung kain itu produk budaya,,,, jadi harus menjadi satu kan ???? sholat kan harus menutup aurat sedangkan kainnya adalah produk dari budaya,,,,, Paham ?????

    1. madangisengturu

      setuju gan……. coba pelajarilah Alquran dan hadits secara detail dan jangan memilah2 yang cocok dengan hawa nafsunya saja coba anda belajar sendiri isi kandungan alquran dan hadits melalui para ulama yang memang ahlinya jangan hanya tahunya agama itu begitu kapan tidak dicontohkan bid’ah kok sesempit itu pandangannya tahlilan dan lain2 yang dianggap bid’ah itu ajaran yang mulia yang sudah di cari kebenarannya oleh para ulama yang memang memahami alqur’an dan hadits tidak hanya sekedar bisa baca terus disimpulkan sendiri atau mengikuti fatwa-fatwa orang2 yang notabene tidak suka dengan ajaran2 yg di anggap bid’ah. coba anda renungkan kalau saja yang duduk2 sambil berdo’a saja sesat bagaimana duduk2 yang hanya urusan dunia …. lalu bagaimana nasib orang2 yang selalu menganggap amalan orang lain salah apakah seperti itu yang di contohkan oleh nabi muhammd SAW ?

  19. keny

    Kan sudah jelas dalilnya bahwa sodaqoh itu diAnjurkan klo yanf kena musibah mau sodaqoh masa dilarang dikatakan bid’ah lah, dan tahlil kan majlis yang baik karena yang Dibaca juga kalimat toyibah, ayat2 suci alquran dan mendoakan almarhum / mah, dan juga sebagai sarana silaturrahim dan syiar yang di anjurkan, sedikit sedikit gak diajarkan rosul, anda ngoceh di internet apa jaman rosul jg ada, mikir goblok, bidah itu kalao ibadah mahdoh di ubah contoh sholat duhur jadi 5 rokaat, dan ibadah mahdoh lainya ditambah atau dikurangi, dasar wahabi

  20. Aisyah

    Tahlilan itu sebenarnya cuma ada di Indonesia. Tahlilan ini bermula pada waktu jaman wali songo. Wali songo menyatukan budaya hindu dengan islam agar lebih mudah menyebarkan dakwah. Di buku sejarah SMA juga banyak yg menerangkan hal ini. Kebudayan ini biasanya disebut budaya campuran hindu-islam. Namun karena budaya ini turun temurun dikalangan masyarakat Indonesia jadi sulit untuk dihilangkan. Di hindu sendiri juga ada yang namanya 3 harian, 7 harian, 40 harian, 100 harian dan 1000 harian. bahwa sebenarnya ajaran tahlilan itu bermula dari ajaran Hindu hanya saja doa-doanya yang berbeda yg dilakukan oleh umat islam dikalangan masyarakat indonesia.

  21. Aisyah

    Nah bisa anda pikir saja pakai logika. Jika itu adalah gabungan/campuran hindu-islam, apakah itu termasuk bid’ah atau bukan.
    Sebenarnya seharusnya kita melihat segala sesuatu itu dari apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah. Jika anda masih ragu apa yang anda lakukan itu termasuk bid’ah atau bukan, galilah informasi melalui sejarah hal tersebut. Kapan dibentuknya, oleh siapa, dan darimana. Boleh setelah itu anda menentukan.

  22. cepidir

    jangan saling menyalahkan faham orang lain karna iman kita masih taklid,.kita hanya bisa mengikuti hasil ijtihad para ahli fikih. sedangkan para imam mazhab saling menghargai. kenapa
    kita yg ikut2an saling menyalahkan. apakah saudara2 sudah bisa berijtihad sendiri. Islam itu indah islam itu damai rohmat bagi semua alam .

  23. Amin

    Wey tahlel tahlel apa sik . Coba kamu bayangkan jika rumah mu terbakar kamu tidak ada apa kecuali 1 roti ada tamu 1000 orang datang hanya ingin turut berduka cita tapi dia tidak membawa apa pun coba apa rasanya dia tidak memberi apapun yang sedang sedih malah kita yang kasih dia makanan seharusnya yang di kasih makan itu orang yang sdg susah atau tk mampu

Leave a Comment