Hakikat Kecantikan dalam Islam

cantik

Kaum Hawa pastinya akan senantiasa tertarik ketika ada pembicaraan tentang perkara yang ada sangkut pautnya dengan kecantikan. Bahkan mereka cukup bersemangat dan bergairah ketika sudah menyentuh masalah tata cara perawatan kecantikan untuk menampilkan keindahan baik dari dalam (inner beauty) dan dari luar (secara fisik).

Apalagi bila secara khusus membahas kosmetik, mode, cara berjalan, dan beragam cara-cara biar tampil cantik luar dalam dan lain sebagainya.

alquran muasir

Kecantikan dan keindahan merupakan salah satu fitrah manusia terutama bagi kalangan kaum Hawa. Karena itu, perasaan ingin cantik dan cantik itu sendiri adalah nikmat Allah Swt.

Akan tetapi, seringkali kita salah memaknai nilai kecantikan yang sebenarnya dan menganggap bahwa kecantikan wanita hanya tertumpu pada keindahan fisik dan lahiriyah semata. Seringkali kita menyaksikan betapa banyak wanita cantik di dunia ini, tetapi kecantikan dan keindahan yang dimilikinya hanya berlaku sesaat bahkan tidak membawa makna sama sekali.

Kepribadian yang melekat pada dirinya sungguh tidak mencerminkan kecantikan yang dimiliki lahiriyahnya. Fisiknya cantik, tapi hatinya tidak cantik dan tidak jarang malah justru menjadi bumerang bagi diri dan orang lain.

kalender

Tentunya kita sangat bersimpati kepada mereka yang secara lahiriyah biasa-biasa saja. Namun, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat sungguh mengesankan dan membuat suasana begitu hangat terasa. Wajahnya penuh empati, ucapannya menyejukkan, sikapnya menyenangkan.

Apalah dikata, persepsi cantik kini sudah menjadi komoditi komersil. Setiap tayangan, baik media cetak atau elektronik, selalu menampilkan sosok-sosok “cantik” sebagai bagian dari daya pikat sebuah produk atau program.

Kadang-kadang kita bingung untuk mempersepsikan sebuah tayangan karena yang dominan dalam gambar adalah sosok cantiknya ketimbang produknya. Apalagi jika tayangan tersebut untuk mempromosikan produk kecantikan. Pastinya lambang-lambang kecantikan begitu di ekspos luar biasa.

Kulit mulus, tubuh molek, dan lain sebagainya begitu dominan dalam tayangan tersebut. Inilah yang menimbulkan paradigma vague atau cara pandang yang keliru tentang makna cantik.

Dalam Islam, pengertian cantik tentu saja merujuk pada arti kecantikan yang hakiki dan ideal, yaitu kecantikan yang bersumber pada dimensi ruhiyah (hati) dan dimensi lahiriyah dalam batas tertentu. Bagi muslimah dan mukminah sejati keinginan ‘tuk menjadi cantik bak bidadari surga merupakan dambaan dan keinginan yang terperi. Dambaan ‘tuk menjadi wanita cantik nan anggun yang menjadi incaran dan simpanan bagi hamba-hamba Allah yang shaleh dan bertakwa.

Islam memandang puncak kecantikan wanita berbanding lurus dengan tingkat ketundukan dan kepasrahannya pada Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda:

“Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Ternyata semua sumber penampakan lahiriyah sangat bergantung pada hati. Hati memainkan peran esensial. Peran hati seumpama seorang komando yang mengatur dan mengontrol anggota badan lainnya dan semua tunduk kepadanya.

Hati menjadi radar motivator yang menggerakkan fungsi akal, emosi, dan gerak. Semua terkoordinasi dan terintegrasi dengan sangat cantik sehingga menghasilkan dan mencerminkan pribadi muslimah yang unggul dan menawan.

Ketika seorang muslimah yang shalehah memahami akan hakikat kehidupan di dunia, dan ketika hatinya digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Swt., dalam memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan Rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun di hadapan banyak manusia.

Sumber : Buku Fiqih Kecantikan, Penulis : DR. H. Aam Amiruddin, M.Si

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment