Menyikapi Takdir Mengidap Kanker

kanker

Ustadz,  saya ditakdirkan menderita kanker yang baru terdiagnosis empat bulan terakhir ini. Secara logis, saya bisa menerima takdir ini dan mengerti atas pemahaman bahwa sakit ini dapat menggugurkan dosa-dosa saya jika saya sabar. Bukankah saya seharusnya bersyukur dengan sakit ini? Tetapi, bagamana pun saya masih sering merasa sedih, kecil hati, khawatir, takut, dan sebagainya di tengah ikhtiar saya untuk sembuh secara medis. Bagaimana saya harus menyikapi hal ini agar dapat menjalani hidup dengan tetap ceria, ikhlas, serta rido menghadapi takdir ini?

 

Sepertinya Anda sudah paham betul mengenai konsep sakit sebagai penggugur dosa maupun pemahaman bahwa sakit dapat dijadikan ladang untuk beribadah. Karenanya, saya tidak akan menjelaskan mengenai konsep itu secara panjang lebar.

alquran muasir

Menurut hemat saya, yang dapat Anda lakukan untuk tetap ceria, ikhlas, serta rido menghadapi takdir ini adalah dengan “melihat ke bawah”.

Di luar sana, ada banyak penderita kanker yang tidak seberuntung Anda. Jadikan itu sebagai penyemangat hidup Anda sehingga Anda dapat mengisi hidup dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan bernilai ibadah tentu saja. Wallahu a’lam bishawab.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment