Inilah Efek Sosmed Bagi Kesehatan Otak Anda

sosialmedia
FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerSilakan Share

Ini adalah kabar mengejutkan utamanya bagi Anda yang punya kebiasaan menggunakan media sosial. Sebuah penelitian terbaru menyatakan, menggunakan media sosial ternyata dapat memengaruhi kesehatan otak Anda.

Menurut data yang dikumpulkan lembaga pendidikan TED (Technology, Entertainment, Desain) sepertiga penduduk dunia menggunakan media sosial. Lima sampai 10 persen pengguna internet menyatakan sulit mengontrol waktu saat menggunakan media sosial.

Berdasarkan hasil penelitian melalui metode pemindaian (scan) otak pada pengguna sosmed , ternyata ditemukaan suatu  bagian/daerah otak yang mengalami gangguan, dan daerah itu merupakan bagian yang sama seperti pada pengguna narkoba.

Sebabkan Kecanduan
Bagian otak yang terganggu terutama yang berfungsi mengontrol emosi, perhatian dan pengambilan keputusan. Orang merasa senang pada media sosial, karena segera memberikan “imbalan” tanpa perlu upaya besar. Oleh sebab itu, otak ingin mendapat stimulasi makin banyak, dan akhirnya menyebabkan ketagihan. Seperti halnya ketagihan nikotin atau obat-obat narkotika.

Tampak Seperti Multi-Tasking
Hal lain yang menjadi sorotan adalah, penggunaan media sosial yang tampak seperti multi-tasking.
Orang tampaknya mampu melaksanakan multi-tasking antara pekerjaan dan berkomunikasi dengan teman atau membaca berita terakhir dari teman lewat media sosial. Itu yang tampaknya saja. Padahal,  semakin banyak menggunakan media sosial dapat menyebabkan semakin kurangnya kemampuan otak untuk menyaring “gangguan,” dan menyebabkan otak tidak mampu menempatkan informasi dalam ingatan.

Phantom Vibration Syndrome
Sejalan dengan penggunaan medsos lewat ponsel pintar, muncul fenomena baru “phantom vibration syndrome”. Orang merasa ponsel bergetar, tapi sebenarnya tidak. Menurut sebuat studi, 89% dari pengikut riset rasakan ini, sedikitnya sekali dalam dua minggu. Tampaknya: otak menerima rasa gatal dan mengubahnya menjadi getaran yang dirasakan tubuh. Sepertinya teknologi mulai mengatur ulang sistem syaraf.

Makin Terfokus pada Diri Sendiri
Media sosial juga menyebabkan otak semakin banyak melepaskan Dopamin, hormon yang bisa merangsang tubuh merasa nyaman, senang atau bahagia. Menurut ilmuwan, pusat pemberian imbalan pada otak menunjukkan aktivitas lebih tinggi, jika orang membicarakan pandangan mereka, daripada jika mendengarkan pendapat orang. Itu tidak mengherankan. Tapi dalam interaksi langsung, hanya 30-40% isinya mengenai diri sendiri. Sementara dalam media sosial mencapai 80%.

Kesenangan untuk Membicarakan Diri Sendiri
Semua bagian otak yang berkaitan dengan orgasme, motivasi, cinta terstimulasi hanya dengan menggunakan media sosial. Dan itu lebih besar lagi dampaknya, jika Anda menyadari bahwa Anda punya “penonton”. Misalnya jumlah “likes” di Facebook atau jumlah “followers” di Instagram tinggi. Jadi tubuh memberikan imbalan sendiri kepada kita, hanya karena membicarakan tentang diri sendiri lewat internet.

Sumber : DW.com

Leave a Comment