Levitasi Dalam Al Quran

melayang

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.*

 

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا

alquran muasir

 

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat.” (Q.S. Ar-Ra‘d [13]: 2)

PERCIKANIMAN.ID – – Kitab-kitab tafsir mengulas perbedaan pendapat tentang ayat tersebut. Dalam Tafsir Al-Jamiul Ahkam karya Qurthuby ditulis bahwa menurut Ibnu Abbas, langit itu seperti kubah besar yang ditopang oleh tiang-tiang, hanya kita tidak dapat melihatnya.

Sedangkan, Tafsir Jalalayn menyebutkan pendapat Qatadah bahwa langit ditinggikan tanpa tiang sama sekali. Pada zaman itu, benda-benda langit yang melayang jauh tinggi tanpa penyangga memang menantang penjelasan. Kini, kita tahu bahwa yang menahan benda-benda angkasa tersebut bukanlah tiang, tetapi gaya gravitasi yang memang tidak terlihat mata namun bisa diukur.

kalender

Kini, ada lagi fenomena benda melayang (bukan benda-benda langit) yang aneh. Ya, para turis di Tibet dan India terkesima menyaksikan pertapa yang melayang beberapa sentimeter di atas bumi. Sebagian menganggap itu sihir, kebohongan, tipuan mata, atau perbuatan jin. Lebih aneh lagi ketika hal itu bisa direkam oleh kamera.

Sebetulnya, hal tersebut adalah fenomena fisika yang disebut Levitasi, yakni benda yang terangkat tanpa tiang penopang sehingga dapat melayang sedikit di udara. Dan, sekarang hal tersebut dapat dilakukan secara ilmiah.

Professor Ulf Leonhardt dan Dr. Thomas Philbin dari University of St Andrews di Scotland menulis dalam New Journal of Physics bahwa mereka telah berhasil membuat semacam lensa untuk membalikkan gaya-gaya alami yang normalnya membuat dua benda saling melekat menjadi saling tolak menolak.

Menurut teori mekanika kuantum, gaya alami tersebut dinamakan gaya Casimir dan bekerja pada skala nano di dunia partikel atom dan sub-atom. Ini adalah suatu gaya tarik menarik antara dua objek yang bukan diakibatkan oleh muatan listrik atau gravitasi.

Gaya ini sering menyulitkan ahli nanoteknologi dalam membuat perangkat maha kecil, baik sirkuit listrik atau chip silikon. Sebab, benda-benda kecil tersebut secara otomatis saling menempel. Keberhasilan rekayasa pembalikan gaya tadi akan memudahkan pekerjaan ahli nanoteknologi dan membuat mesin-mesin mikro yang bisa melayang dengan sendirinya.

Selanjutnya, temuan tersebut bisa dikembangkan pada pembuatan mesin-mesin besar, bahkan manusia, yang bisa melayang. Nah, artinya kita tidak usah terlalu takjub dengan fenomena manusia sakti yang melayang-layang ber-levitasi. Wallahu a’lam.[]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment