Peranan Al-Quran dalam Membangun Peradaban (Tafsir Q.S. Ali Imron [3] : 138)

alquran

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Ali Imron [3] : 138)

Sebagai nabi dan rasul yang terakhir, Nabi Muhammad saw. mendapat keistimewaan tersendiri dengan turunnya kitab wahyu yang diberi nama utama Al-Quran yang mencakup seluruh ummat untuk waktu dan tempat yang tidak terbatas. Keistimewaan al-Quran dapat dibuktikan dari semua aspek dan itu sebabnya al-Quran merupakan mu’jizat terbesar sepanjang peradaban manusia yang dibangun para nabi dan rasul. adalah merupakan petunjuk pertama dan utama bagi ummat Islam dalam hidup dan kehidupannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran yang artinya : Demikianlah Al-Quran yang tidak ada keraguan padanya dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah [2] : 2)

alquran muasir

Bermula dari pesan sederhana namun begitu mendasar dan mendalam, al-Quran mengingatkan sekalian ummat manusia untuk melakukan satu hal terpenting dalam hidup manusia, yaitu membaca. Isyarat pertama muncul dari makna bahasa al-Quran yang artinya ‘membaca’. Isyarat berikutnya datang dari perintah yang dikandung ayat pertama surat al-Alaq ayat 1-5. Isyarat berlanjut dari anjuran Rasulullah saw. yang memotivasi ummatnya untuk senantiasa membaca al-Quran, karena membacanya merupakan ibadah yang akan mendapatkan pahala luar biasa dari sisi Allah SWT.

Pada isyarat kedua di atas dimana ayat yang pertama turun mengandung perintah membaca untuk mencerdaskan diri dengan membaca. Membaca yang dimaksud bukan hanya dengan mata, namun juga membaca dengan akal pikiran, membaca dengan mata hati dan membaca dengan nurani. Kalam Allah ada yang tersurat (Ayat Qauliyah) termaktub dalam kitab suci al-Quran dan tersirat (Ayat Qauniyah) tersimpan dalam luasnya semesta alam. Bacalah keduanya untuk mencerdaskan diri melalui iman, ilmu dan amal.
Dengannya, membaca haruslah menjadi budaya bagi umat Islam. mengapa?

Mari kita cermati ayat 1-5 surat al-Alaq, kata “Iqra” atau perintah membaca terdapat pengulangan. Hal ini memberikan isyarat kepada kita bahwa kecakapan membaca tidak diperoleh kecuali dengan mengulang-ulang bacaan atau membaca hendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan, tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa mengulang-ulang bacaan Bismi rabbika (demi karena Allah) akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru walaupun yang dibaca adalah itu-itu juga.

kalender

Mengulang-ulang membaca (ayat qauliyah dan qauniyyah) akan menambah wawasan baru, mensucikan jiwa, menerangkan bathin dan bahkan menambah pemahaman baru sekalipun yang dibaca adalah itu-itu juga, membaca alam raya secara berulang-ulang akan mambuka tabir rahasia alam semesta, menambah perkembangan ilmu pengetahuan dan bahkan menambah kesejahteraan ummat manusia.

Bisa dibuktikan, sejak jaman Rasulullah SAW. sampai saat ini dan bahkan sampai akhir jaman nanti, meski al-Quran yang dibaca oleh ummat Islam adalah al-Quran yang sama (karena dijamin sama sekali tidak akan mengalami perubahan) walau satu huruf sekalipun, tetapi pemahaman dan penafsiran orang terhadap Al-Quran itu mengalami perkembangan yang luar biasa. Seperti halnya membaca alam raya ini yang sama dari sejak peradaban pertama sampai akhir nanti. hasil dari pembacaan itu mengalami perkembangan yang sangat luar biasa sebagaimana yang kita saksikan pada zaman modern saat ini.

Terbukti, membaca merupakan warisan yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada ummat manusia, membaca akan melahirkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta peradaban suatu bangsa. Sejarah mencatat bahwa suatu peradaban lahir dan berkembang berawal dari sumber (bacaan) yang dibaca oleh ummat manusia. Itu sebabnya setiap Nabi dan Rasul pasti dibekali kitab atau lembaran untuk dibaca. Di luar keumatan, bukti bahwa bacaan membawa pengaruh pada peradaban bisa dilihat dalam banyak catatan sejarah, salah satunya peradaban Yunani yang lahir dari karya Iliad karya Hemer ( abad 9 SM ).

Peradaban berikutnya lahir ditengah mandegnya peradaban manusia saat itu. Pun dimulai dari munculnya sumber bacaan spektakuler bernama al-Quran. Dalam kurun waktu yang sangat lama untuk sebuah siklus peradaban, al-Quran mengangkat harkat martabat manusia dari kegelapan pda cahaya. Meski tidak dipungkiri jika……………….

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment