Don’t be Sad Ukhti, You’re Not Alone

350c

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Teh Sasa , saya akhwat berusia 41 tahun dan masih sendiri. Alhamdulillah aktif pengajian. Banyak hikmah yang didapat, tetapi kadang kalo hati lagi sakit, muncul pertanyaan, kenapa saya masih  jomblo (sendiri), atau kenapa nasib kok gini? Teh Sasa, bagaimana saya harus bersikap?  [ ] . Ini dengan hamba Allah, mau nanya gimana caranya biar cepat dipertemukan jodoh oleh Allah? Memang sih, jodoh kita sudah diatur Allah, nggak tahu ketemu di dunia atau akhirat, tapi khan kadang kita kurang sabar, apakah ada amalan-amalan tertentu dan doa-doa tertentu? Mohon penjelasannya, terima kasih ya Teh. [ ]  Teh Sasa, aku pengen curhat nih, boleh nggak? Kenapa ya Teh aku ngerasa kalau jodoh itu nggak ada buat aku … Teman-teman aku tuh kayaknya gampang banget punya “teman dekat” tapi kalo aku, kayaknya susah … Hal ini membuatku sedih. Aku harus gimana dong, Teh?

alquran muasir

Demikian penggalan beberapa curahan hati (curhat) dari beberapa sahabat yang masuk melalui handphone penulis dalam beberapa minggu ini. Kiranya cukup mewakili curahan hati (curhat) teman-teman sekalian yang sedang berada dalam situasi dan kondisi  sama-sama mencari jawaban, mencari jalan keluar agar dapat menemukan jodohnya.

Jawaban pasti atas pertanyaan tersebut pastinya ada di tangan Allah Swt. Yang Maha Mengetahui yang terbaik. Namun, tak ada salahnya penulis mencoba membantu, melihat dari sudut pandang sebagai sahabat yang berempati.

Berumahtangga dan mempunyai keluarga kemudian berketuruanan adalah dambaan semua orang. Sunatullahnya memang demikian karena Allah sendiri yang sudah berfirman dalam Al Quran bahwa Dia menciptakan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan,

kalender

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwala  kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS.An-Nisa:1)

Dan masih banyak lagi ayat atau pun hadis yang menyampaikan kabar gembira bahwa segala makhluk hidup khususnya manusia itu hidup berpasangan. Namun demikian bagi manusia khususnya kaum hawa atau muslimah tidak perlu galau atau murung ketika merasa sudah usianya namun belum ketemu jodoh atau pasangan hidup. Hal ini jangan dianggap “musibah” hingga menyalahkan diri sendiri apalagi menganggap Allah tidak adil. Ada beberapa sikap yang perlu kita ambil dan pahami atas kondisi ini.

  1. Hakikat hidup adalah ibadah

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu” (Q.S. Adz-Dzariyyat [51]: 56).

Dari ayat ini, kita menyadari bahwa hidup semata-mata ibadah, penghambaan diri kepada Allah Swt. Hidup sahabat-sahabatku tidaklah sia-sia, sampai saat ini semua yang telah dijalani akan menjadi bekal amal saleh. Menikah adalah salah satu saja dari sekian ibadah yang dapat dilakukan manusia.  Salah satu sunnah Rasulullah Saw., di antara sunnnah-sunnah lainnya. Belum menikah bukan berarti kurang nilai ibadahnya.

Keterangan hadits yang menyatakan menikah setara dengan separuh atau setengah dien (agama), maksudnya adalah setengah iman atau agama orang yang menikah dapat tambah terjaga. Kita mengakui hadits ini, tetapi bila tidak hati-hati, tidak bisa menjaga dan menghadapi ujian berumah tangga, setengah dari keimanannya bukan tidak mungkin malah berkurang.

  1. Belum nikah adalah ujian keimanan

“Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta buah-buahan. Dan beritakanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa innna ilaihi raaji‘un…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 155-156)

Menjadi keniscayaan semua manusia pasti diberi ujian oleh-Nya. Ada keluarga harmonis tetapi miskin sehingga anaknya kekurangan gizi atau tidak dapat bersekolah. Ada yang diberi harta berlimpah tetapi sakit-sakitan sehingga habis untuk berobat. Ada yang sudah menikah tetapi sulit mendapat anak. Ada yang menikah tetapi pasangannya zalim. Ada yang ingin nikah tetapi belum menemukan yang cocok, dan seterusnya.

Subhanallah, ternyata DIa telah menciptakan seribu satu kasus ujian untuk setiap orang. Allahu Akbar, alangkah indahnya apabila  kita patuh memasrahkan diri untuk tunduk  pada dzat yang sama, Allah Swt. Kepada-Nya bergantung dan memohon pertolongan dengan menggunakan rumus penyelesaian-Nya, Al-Quran dan As-Sunnah.

Fungsi  ujian adalah agar manusia bertambah kualitas keimanannya, “Apakah manusia  itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji?” (Q.S. Al-Ankabuut [29]: 2). Sebab, bila keinginannya masih belum terpenuhi, apakah dia akan surut menjadi orang yang tidak beriman? Meragukan keadilan-Nya dan menjadi kufur nikmat? Padahal, boleh jadi bila keinginan itu dipenuhi, belum tentu berakibat baik untuknya, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu  tidak mengetahui.”  (Q.S. Al-Baqarah [2]: 16)

Allah menunda suatu keinginan untuk kebaikan yang bersangkutan, tak perlu khawatir. Allah yang Maha-adil akan menggantinya dengan yang lebih baik, “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (Q.S. At-Taubah [9]: 111)

  1. Ikhtiar, doa dan tawakal

Putus asa dari rahmat Allah Swt termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)

Maka berputus asa dari rahmat Allah dan merasa jauh dari rahmat-Nya merupakan dosa besar. Kewajiban seorang manusia adalah selalu berbaik sangka  terhadap Rabb-nya. Jika sudah “meminta” jodoh kepada Allah dengan ikhtiar dan doa dan belum ketemu maka yang perlu dilakukan adalah selalu berprasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya.

Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (QS.Ath-Thalaq : 3)

Sekiranya Allah mengabulkan doa-doa kita maka jangan lupa untuk senantiasa berdoa agar diberikan pasangan dan keturunan sebagi penyejuk mata dan jiwa, seperti yang diajarkan Allah Swt:

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Rabb kami anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’ Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi dalam surga atas kesabaran mereka dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam, mereka kekal di dalamnya.  Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 74-76)

Sebab, surga  adalah dambaan. Segala keinginan ada di sana, puncak kenikmatan, reward  (balasan) atas kesabaran menjaga keimanan dalam kondisi sesulit, sesesak, sesedih  apa pun. Menjadi hamba yang  ridha, syukur, mematuhi aturan-Nya, menjauhi  larangan-Nya, memaksimalkan doa, dan penyerahan diri total bahwa Dia yang Maha Memiliki segala keinginan, akan memberikan apa pun yang hamba-Nya minta, suatu saat kelak, bila waktunya tepat, InsyaAllah. Jadi tetap semangat menjalani hari-hari meski meski “sendiri”. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

sasa-esa-2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment