Cara Menyikapi Ujian Penyakit dari Allah Swt.

sakit

Ustadz, mohon penjelasan bagaimana cara menyikapinya apabila kita mendapat musibah sakit, apakah benar kalau sakit hukumnya mubah, artinya kita boleh berobat dan boleh tidak berobat.  Ada riwayat, katanya di jaman Rasul ada seorang wanita kulit hitam (yang dalam keterangannya wanita tersebut masuk surga), dia menyampaikan pada Rasul: ya Rasul saya sakit epilepsi, aurat saya terbuka. Kemudian kalau Rasul mendoakan pasti diijabah dan kalau kamu sabar maka kamu berpahala. Dalam keterangan tersebut, wanita ini masuk surga dan setelah diselidiki ternyata wanita ini tidak berobat sampai dia meninggal dan dia sabar.

 

 

 

Hadits tersebut berbicara tentang dua macam sakit. Ada sakit yang bisa diobati dan ada sakit yang obat itu hanya untuk mengurangi rasa sakit. Pada prinsipnya, baik sakit yang bisa disembuhkan maupun yang tidak bisa disembuhkan (seperti sakit genetik), tetap harus berobat.

alquran muasir

Karena ada keterangan yang mengatakan “taddawa uya ibadalloh fa innalikulli da’in dawwa” wahai hamba-hamba Allah berobatlah kamu karena setiap penyakit itu ada obatnya tetapi jangan kamu berobat dengan cara yang haram.

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa kalau kita diuji oleh Allah dengan berbagai penyakit, kewajiban kita adalah berobat dan sabar. Apabila kita sudah berobat masih tetap sakit, maka kita harus tetap sabar.

[AdSense-A]

kalender

Seperti yang dialami oleh perempuan yang mengidap penyakit epilepsi, datang kepada nabi. Fungsi obat pada penyakit epilepsi hanya mengurangi sakit, tidak 100 persen mengobati. Kata nabi pada perempuan tersebut, “aku bisa mendoakan kamu dan doa aku itu mustajab, tetapi kalau kamu sabar dengan penyakitmu itu maka kamu akan masuk surga”. Orang itu mengatakan “ya Rasullulloh kalau begitu saya tidak usah didoakan sembuh, karena kalau didoakan oleh engkau, saya pasti sembuh. Saya akan menerima saja penyakit ini”, dan perempuan tersebut tetap berobat.

Hadits ini bicara tentang penyakit epilepsi yang pada jaman itu belum ada obatnya. Perempuan itu bertanya kepada nabi merupakan salah satu bentuk berobat. Perempuan itu lebih memilih masuk surga dengan sakitnya, bukan berarti dia tidak berobat, tetapi dia bersabar dengan penyakitnya, karena penyakit dia adalah penyakit yang kategorinya tidak bisa disembuhkan.

Nah, kalau kita punya penyakit yang kategorinya tidak bisa disembuhkan dan obat itu hanya sekedar untuk mengurangi rasa sakit saja, maka tetap harus berobat.  Namun bersabarlah dengan penyakit itu. Kata Rasul jangankan sakit, kamu tertusuk duri namun kamu sabar, maka kesabaranmu itu akan menghapuskan dosa-dosa kamu.

Kesimpulannya, kalau anda sakit maka berobatlah, dan berobat itu bagian daripada ibadah “taddawau ya ibadalloh fa’ inalikulli da indawa” berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena setiap penyakit itu ada obatnya, tetapi ingat kata nabi jangan kamu berobat dengan cara yang haram.

Betapa perintah ini begitu jelas, begitu eksplisit, bahwa kalau kita sakit harus berobat, dan kalau kita sabar dengan penyakit yang kita derita apalagi sakit itu tidak ada obatnya, kita harus sabar, maka penyakit itu akan menghapuskan dosa-dosa kita.  Wallahu a’lam bi shawab.

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment