PAS Jabar: Ummat Islam Sukses Tiadakan Perayaan Asyura Syiah

aksi-pas-jabar-tolak-asyura-1

PERCIKANIMAN.ID – – Elemen ormas Islam dan komunitas dakwah yang tergabung dalam Pegiat Ahlu Sunnah (PAS) Jabar telah mendatang sejumlah tempat di Kota Bandung yang disinyalir akan digelar perayaan Asyura Syiah seperti Yayasan Al Jawad di kawasan Gegerkalong, Yayasan Muthahhari di Jl.Kampus dan Majelis Alwi Assegaf di Jl.Kembar. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan suasana kondusif dari usaha provokatif dari kelompok Syiah.

Demikian disampaikan Penasihat PAS Jabar Muhammad Roinul Balad di Bandung, Kamis (13/10/2016). Ia menambahkan untuk dua tempat terakhir tersebut sebagaimana diketahui pada tahun-tahun sebelumnya masih mengadakan perayaan Asyura Syiah meski hanya kecil-kecilan. Namun nampaknya untuk tahun ini ketiga tempat yang dianggap kantong Syiah di Bandung tersebut nampak sepi dari aktivitas Asyura.

alquran muasir

“Untuk memastikan hal tersebut kemarin dan tadi malam kita bersama 300 laskar mengecek ke lokasi-lokasi yang terindikasikan akan melakukan perayaan Asyura Syiah namun sepi. Kita juga pasang spanduk penolakan serta menyampaikan kepada warga sekitar bahwa Syiah itu sesat dan menyesatkan maka harus ditolak dan diwaspadai,”imbuhnya.

Langkah pengecekan ke lokasi menurut Ustad Roin juga sebagai upaya untuk memastikan aparat keamanan dan pemerintah khususnya Kota Bandung yang berkomitmen untuk tidak memberikan izin perayaan Asyura Syiah di wilayah Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya dengan mengacu surat rekomendasi dari MUI Jabar dan Kemenag Jabar.

“Kita sudah dapat komitmen dari Polrestabes Bandung dan Pemkot Bandung untuk tidak lagi memberi izin perayaan Asyura Syiah. Nah, komitmen itu yang kita tagih dan ingin kita buktikan,”ujarnya.

kalender

Terkait adanya kabar perayaan Asyura yang pindah ke Cirebon dengan berangkatnya beberapa rombongan yang diduga dari kalangan IJABI Kota Bandung, Roin mengaku belum dapat laporan resmi. Namun sekiranya itu benar maka pihaknya sangat menyayangkan khususnya kepada aparat kepolisian atas diizinkannya acara tersebut meski dilakukan diluar Kota Bandung.

“Kabarnya ANNAS juga sudah melayangkan surat ke Polda Jabar untuk tidak memberi izin perayaan Asyura Syiah di wilayah hukum Polda Jabar, harusnya itu juga diindahkan. Jika ada kepastian akan adanya perayaan Asyura Syiah di wilayah Jabar maka kita akan datangi Polda Jabar untuk meminta klarifikasi,”imbuhnya.

Menurutnya sepinya perayaan Asyura Syiah di Kota Bandung tahun ini selain adanya komitmen dari Polrestabes dan Pemkot Bandung untuk tidak memberi izin juga karena semakin sadarnya masyarakat muslim dalam memahami akan sesatnya paham Syiah sehingga ummat semakin sadar. Demikian juga dengan gencarnya sosialisasi tentang ajaran Syiah yang dilakukan ormas-ormas Islam dan elemen serta komunitas dakwah lainnya.  Hal ini dinilai lebih efektif karena masyarakat sekitar sendiri yang menolaknya.

“Kita akan terus sosialisasikan kegiatan tersebut dengan mengacu pada buku panduan “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” terbitan MUI Pusat sebagai bagian dari dakwah kepada semua pihak baik langsung kepada masyarakat juga kepada pejabat dan aparat keamanan. Sebab, mereka yang punya kewenangan sehingga kalau mereka paham pasti tidak mengizin atau mendukung segala kegiatan Syiah khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat,”ujarnya.

Terkait tuduhan apa yang dilakukannya selama ini sebagai sikap dan tindakan intoleran, Roin membantah bahwa yang dilakukan elemen dakwah yang tergabung dalam PAS Jabar adalah dalam rangka menjaga akidah ummat kemuliaan Islam berikut keluarga Rasulullah Saw. Roin justru menganggap Syiah lah yang berlaku provokatif dan intoleran dengan menistakan Islam dan menghujat para sahabat Rasulullah.

“Jangan mengingkari fakta dan malah membangun opini, justru Syiah yang sedah melecehkan dan penodaan terhadap  ajaran Islam. Fakta yang buktikan, coba baca buku-bukunya, kitab-kita yang dikarang ulamanya dan ucapan-ucapannya,”tegasnya.

Untuk itu dirinya menghimbau dan mengingatkan masyarakat khususnya ummat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap retorika dan opini yang dilakukan kelompok Syiah. Ia pun meminta agar kelompok Syiah berhenti memprovokasi kaum muslimin dengan merayakan acara-acara hari kebesaran seperri idul ghodir, asysyuro dan arbain yang di nisbatkan kepada Islam padahal isinya adalah penistaan dan penodaan terhadap ajaran Islam itu sendiri.

“Selama mereka terus melakukan itu maka kita tidak akan pernah diam membela kehormatan dan kemuliaan Islam, menjaga kemuliaan Rasulullah, keluarga dan para sahabat. Ini bukan hanya kewajiban PAS Jabar akan tetapi kewajiban seluruh kaum muslimin yang tidak rela agamanya dinistakan,”pungkasnya. [ ]

 

Red: iman

Editor: candra

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment