Fatwa Haram Polisi Tidur

polisi tidur

Di jalan-jalan saat ini sering kita temukan polisi tidur. Bukan hanya di kompleks, melainkan di jalan raya dan mengganggu perjalanan khususnya jika naik sepeda motor bersama orang tua.  Pihak ulama, dalam hal ini MUI Jawa Timur pernah mengeluarkan fatwa haram mengenai polisi tidur. Bagaimana pendapat Ustadz sendiri?

(Lilik)

alquran muasir

 

 

Pembuatan polisi tidur tentu ada maksud dan tujuannya. Di Indonesia banyak sekali ditemukan polisi tidur mungkin karena banyak pengguna kendaraan yang tidak mengindahkan keselamatan dirinya dan orang lain.

Masalah perilaku  dan kedisiplinan berlalu lintas memang harus diakui masih jauh dari harapan. Misalnya, ada pengendara motor yang menggunakan jalur trotoar, padahal trotoar adalah hak pejalan kaki. Alhasil, perilaku pengguna sepeda motor ini mengundang protes dari pejalan kaki.  Demikian pula halnya dengan fasilitas lain.  Kita mempunyai zebra cross, jembatan penyebrangan dan sebagainya, yang belum digunakan sebagaimana fungsinya.

Tujuan dari pembuatan polisi tidur untuk mengurangi kecepatan yang bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan karena kendaraan yang ngebut. Saya pikir ini bukan masalah haram atau tidaknya. Akan tetapi mengurangi kecepatan dan ketertiban dalam berlalu lintas semata .

kalender

Saya kurang setuju jika masalah polisi tidur saja harus dibuatkan fatwa dengan diharamkan. Sekali lagi adanya polisi tidur di Indonesia semata hanya untuk mengurangi tindakan kebut-kebutan dan untuk kemaslahatan di jalan raya sehingga tercipta keselamatan.

Di negara maju, tidak ada polisi tidur karena kesadaran berlalu lintas sudah tinggi. Namun demikian sebagai umat tentu kita hargai fatwa yang telah dikeluarkan oleh para ulama. Wallahu’alam.

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment