Pernyataan Ahok Telah Hina Al-Qur’an dan Ulama, MUI Minta Penegak Hukum Menindak Tegas

kh-maruf-amin-3

PERCIKANIMAN.ID – –  Setelah sepekan lebih masyarakat dibuat marah atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pun angkat bicara. Menurut MUI yang telah mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan itu Ahok termasuk telah menghina kitab suci umat Islam dan ulama.

Pendapat dan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dimana ada lima sikap keagamaan MUI terkait pernyataan Ahok tersebut.

alquran muasir

Pertama, al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin.

Kedua, ulama wajib menyampaikan isi Surat Al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin Muslim adalah wajib.

Ketiga, setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.

kalender

Keempat, menyatakan bahwa kandungan Surat Al-Maidah ayat  51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap al-Qur’an.

Kelima, menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil Surat Al-Maidah ayat  51 tentang larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam,” ujarnya.

Atas pendapat dan sikap itu, MUI di antaranya merekomendasikan agar aparat penegak hukum wajib menindak tegas terhadap Ahok.

“Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan: (1) menghina Al-Qur’an dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum,” ujarnya.

Selain itu MUI Pusat juga mendesak aparat segera menindak tegas pelaku penoda agama, penistaan Al-Quran dan penghinaan tehadap ulama.

“Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian siaran resmi MUI Pusat yang ditandatangani Ketua Umum MUI Pusat, Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. H. Anwar Abbas, Selasa (11/10/2016).

Setelah  mendapat kecaman dan desakan dari berbagai pihak terkhususnya kalangan umat Islam, Ahok akhirnya mengaku meminta maaf. Ahok mengakui jika ucapannya tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan menyinggung perasaan umat Islam. Ia juga mengaku telah mendapat peringatan keras dari MUI DKI Jakarta.

“Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Meski Ahok telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut namun beberapa kalangan dan aktivis Islam tetap meminta Gubernur DKI Jakarta ini tetap diproses hukum. Sebagaimana diberitakan sebelumnya berbagai elemen ormas Islam juga telah melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penistaan agama Islam. [ ]

Red: admin

Editor: iman

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment