Menulis Novel Itu Haram ?

3-a

Ustadz, apa hukumnya menulis novel? Saya pernah mendengar ceramah di radio bahwa menulis novel itu haram hukumnya karena menceritakan kebohongan dan Islam melarang dusta. Mohon penjelasannya.

(nn by email)

alquran muasir

 

Semua orang tahu bahwa karya sastra itu ada yang fiksi dan nonfiksi. Ketika membaca novel, kita tahu bahwa yang kita baca hanya imajinasi penulis. Meskipun diangkat dari kisah nyata, tetap saja selalu ada bumbu atau unsur rekayasa agar novel lebih menarik. Selama kita mengetahui bahwa novel itu fiksi belaka, tentu tidak ada masalah, baik pembaca maupun penulisnya.

Novel baru menjadi sebuah masalah adalah ketika penulis sengaja mengelabui pembaca dengan mengatakan bahwa novelnya 100% asli dari kejadian nyata sehingga para pembaca menyakini sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada.

Nyatanya, tidak ada novel atau film yang benar-benar seratus persen asli tanpa ada campur tangan atau olah pikiran penulis, sutradara, para pemeran, hingga produser.

kalender

[AdSense-A]

Akan lebih menjadi masalah adalah ketika buku-buku nonfiksi ditulis berdasarkan kebohongan. Jelas hal itu dilarang oleh Islam. Ketika kita hendak membuat karya ilmiah, jelas harus sesuai dengan pedoman ilmu pengetahuan dan standar penulisan ilmiah.

Menurut hemat saya, terlalu berlebihan bila ada yang menyatakan bahwa penulis novel itu rezekinya haram. Karena, sebenarnya dia tidak sedang menipu dan hanya mencurahkan pikiran serta imajinasinya ke dalam sebuah cerita dan semua orang juga tahu bahwa dia hanya mengarang cerita. Di sini, tidak ada nuansa ‘kebohongan’ yang haram saya rasa di dalamnya. Wallau a’lam. 

 

Ilustrasi foto: norman

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment