4 Kunci Bagi Wanita Agar Mudah Masuk Surga

161

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam beberapa karya sastra klasik bahkan modern sosok wanita ditempatkan sebagai subyek (makhluk) penggoda lawan jenisnya. Tak sedikit pula beberapa lukisan baik kuno maupun modern wanita dilukiskan dengan mengumbar aurat bahkan (maaf ) tanpa busana. Demikian juga dalam kisah-kisah yang ditulisan dalam novel kemudian diangkat dalam film kerap kali menjadi wanita obyek sentral timbulnya konflik. Sementara berangkat dari kajian hadis Rasulullah Saw bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kaum hawa, seolah membenarkan anggapan bahwa wanita sangat dekat dengan perbuatan dosa hingga menjermuskannya dalam tempat yang hina baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Namun sebagian orang lupa bahwa Islam datang sebagai rahmatan lil alamin termasuk bagi wanita. Islam dengan bersumber pada Al Quran dengan teladan melalui sosok Rasulullah Saw telah menempatkan dan memuliakan wanita. Rasulullah shallaallaahu ‘alaihi wa sallam telah merangkum kunci surga muslimah dalam empat perkara. ‘Abdurrahman bin Auf berkata ra,

alquran muasir

Rasulullah Saw, ‘Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan’.” (HR. Ahmad)

Dari hadis tersebut kiranya dapat kita jabarkan penjelasan ringkasnya sehingga bisa dipahami dan mudah untuk dilaksanakan. Kunci-kunci surga bagi wanita itu sebagai berikut:

  • Pertama, Selalu menjaga shalat wajib

Meski sudah menjadi kodratnya jika kaum hawa khususnya yang belum mengalama monopouse akan terhalang siklus haid sehingga dalam sebelum ada hari-hari dimana tidak melaksanakan sahalat wajib namun menjaga shalat lima waktu adalah sebuah kewajiban. Shalat adalah ibadah teragung, merupakan satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’. Shalat wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat dikatakan sebagai pembatas antara seseorang dengan kekafiran.

kalender

Sebaiknya seseorang tidak meremehkan dan menunda-nunda melaksanakan shalat. Jangan biarkan ibadah shalat terlalaikan karena kesibukan hidup, bekerja, memasak, mengurusi rumah tangga, mengurusi anak-anak dan suami, serta sibuk dengan kegiatan lainnya. Dalam hal ini Allah Swt berfirman (artinya),

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi” (QS. al-Munaafiquun: 9).

  • Kedua, Berpuasa

Sepertinya hal shalat wajib setiap hari, dalam bulan Ramadhan pun seorang muslimah tidak dapat melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Namun seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha’ puasa Ramadhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan. Jangan sampai Ramadhan berikutnya hadir sementara dia belum melunasi hutang puasanya.

Perkara meng-qadha’ puasa di hari lain ini sering terlupakan atau terabaikan karena kesibukan hidup. Padahal ia adalah hutang yang jika tidak dibayar maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya. Selanjutnya muslimah tersebut gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga. Bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadha’ adalah sikap bijak karena penundaan terkadang merepotkan dan menyulitkan.

Selain mengqadha puasa Ramadhan maka ada amalan puasa sunnah lainnya yang pahalanya sungguh luar biasa. Puasa sunnah tersebut antara lain enam hari di bulan Syawal, puasa Senin dan Kamis, puasa Asyura dan yang lainnya. Namun yang diperhatikan dalam menjalankan puasa sunnah ini harus izin suami (jika sudah berkeluarga) serta tetap membayar atau mendahulukan mengqadha puasa Ramadhan yang tertinggal.

Berikutnya adalah . . . . . .

[AdSense-A]

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment