Merasa Susah Mengajarkan Isi Al Quran Kepada Anak ? Coba Cara Ini

Baca quran anak 1

PERCIKANIMAN.ID – – Mengajarkan anak-anak tentang agama dan ketauhidan sangat baik jika dilakukan sedini mungkin. Sebab, di usia yang masing sangat muda tersebut, anak cepat menangkap dan mengingat ilmu baik yang didengar, baca maupun lihat. Begitu pun dalam mengajarkan tentang isi kandungan Al Quran.

Selain mengaji kemudian membaca artinya atau terjemahan lainnya bisa juga dengan metode dilagukan. Seperti yang dilakukan Sigit Baskara, pemerhati lagu anak dari Yogyakarta ini.  punya cara unik mengajarkan anak tentang isi Alquran. Yakni lewat membuat lagu yang berisikan tafsiran ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Rasulullah.

alquran muasir

“Lewat irama lagu anak akan mudah sekali memori anak merekam apa yang dia dengar. Sayang sekali jika isi lagu yang diperdengarkan kepada anak tidak ada maknanya,” ungkap Sigit ketika seperti dilansir Okezone, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, Sigit sudah menciptakan beberapa lagu, salah satunya dari surat An-Nahl, yang bercerita tentang lebah. Bahwa, lebah itu bermanfaat bagi manusia karena menghasilkan madu.

“Selain itu, ada juga lagu dari yang diambil dari isi surat Al-Fil, yang bercerita tentang pasukan gajah yang menyerang kabah dan pasukan Islam memang berkat pertolongan burung Ababil,” imbuhnya.

kalender

Dari lagu-lagu yang dibuat dari kandungan isi Al Quran anak mudah memahami isi kitab suci Al Quran. Bukan hanya sekadar membaca tapi tidak tahu artinya.

Seperti dikutip dari daaruttauhiid.org sejak 2004, lelaki kelahiran Yogyakarta, 19 Juli 1972 ini memutuskan fokus menggarap lagu anak-anak berkarakter islami. Untuk itu, dia harus merelakan jabatan sebagai wakil kepala sekolah di sebuah SMK swasta di Yogyakarta. “Tidak mudah ya, banting stir dari yang semulanya digaji tetap sebagai guru sekitar 12 tahun,” ujar Sigit. Namun panggilan jiwanya yang prihatin terhadap kondisi musik anak-anak, membuat Sigit berani mengambil keputusan tersebut.

Alumni pendidikan teknik mesin UNY itu, menyadari banyak lagu anak-anak yang beredar di sekolah formal tidak konsisten, bahkan berlawanan dengan hukum-hukum alam (ilmiah). Ia menunjuk salah satu contohnya, yaitu lagu “bintang kecil di langit yang biru.” Dan hal itu belum ditambah dengan ‘keterpaksaan’ anak-anak untuk mengonsumsi lagu orang dewasa. Betapa sebenarnya mereka teraniaya.

Sigit kemudian berpikir, mengapa tidak membuat lagu yang bersumber dari Al-Quran dan hadis. Karena ia yakin sumber dari segala sumber ilmu bagi kaum muslimin adalah Al-Quran dan hadis. Pada 2004, muncullah album lagu anak-anak pertamanya bertajuk “Senandung Doa”. Album ini berisi doa sehari-hari yang dinyanyikan dalam bentuk musik edukatif. Waktu itu, untuk wilayah Yogyakarta terjual hingga 14 ribu copy. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment