KH.Miftah Faridl: Salah Pilih Pemimpin, Tunggulah Kehancurannya

miftah faridl

PERCIKANIMAN.ID – – Rasulullah Saw menegaskan betapa penting dan beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Sejatinya, seorang pemimpin adalah mereka yang mampu memikul amanah dan tanggungjawab. Ini dicontohkan oleh Rasulullah dengan membawa perubahan secara menyeluruh pada masyarakat Arab jahiliah kepada sebuah masyarakat bertauhid yang bernafaskan Islam.

Layaknya sebuah perusahaan, direktur atau pemimpin perusahaan berperan penting dalam memajukan perusahaannya. Islam pun demikian, wadah yang kita jadikan tujuan hidup ini harus memiliki pemimpin yang dikehendaki oleh Allah Swt dan telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabatnya.

alquran muasir

Mapi berkesempatan berbincang dengan Prof.DR.KH. Miftah Faridl seorang ulama besar dan kharismatik  di tengah-tengah kesibukannya memberikan komentar seputar kepemimpinan dalam Islam. Ia mengungkapkan, mau tidak mau kita harus memiliki pemimpin. Apalagi dalam kendaraan yang dinamakan Islam perlu ada sosok pemimpin yang dapat mengarahkan umatnya. Pemimpin yang tidak sekedar terkenal, merakyat namun juga harus mampu menjaga akidah masyarakat yang dipimpinnya. Ia bukan hanya dipilih rakyat namun lebih dari itu pemimpin tersebut juga harus mencintai dan dicintai rakyatnya. Berikut petikan wawancara Fahrul dari Mapi bersama Ketua Umum MUI Kota Bandung ini beberapa waktu lalu

 

Konsep kepemimpinan dalam Islam seperti apa?

Ada prinsip dasar dalam kepemimpinan Islam, bahwa pemimpin yang maha absolut adalah Allah. Kepemimpinan yang diberikan kepada manusia tidak lain sebagai anugerah dari Allah atau keputusan Allah. Oleh karena anugerah dari Allah, maka harus disyukuri. Selanjutnya kepemimpinan dalam Islam itu tidak hanya anugerah dari Allah, tapi sekaligus amanah, titipan dari Allah.

kalender

Sebagai amanah maka harus dipertanggungjawabkan kepada Allah. Selain itu, kepemimpinan bisa juga menjadi fitnah atau ujian. Mengemban suatu jabatan, orang bisa tambah takwa atau banyak dosanya. Tentunya bagi seorang muslim, tanggung jawab sebuah jabatan harus dijadikan bekal ibadah kepada Allah SWT.

Bagaimana konsep tersebut tercantum dalam Al Quran?

Al Quran menjelaskannya dalam surat Ali Imran ayat 26, “Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki.

Jadi, betul-betul absolut dari Allah dan Dia Maha Kuasa memberikan wewenang kepemimpinan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Sebagaimana juga Allah Maha Kuasa untuk mengambil kekuasaan yang ada pada manusia.

Pemimpin yang ideal dalam Islam?

Pemimpin yang ideal itu paling tidak memiliki empat kriteria yang ada pada Rasul, yaitu siddiq, fathonah, amanah, dan tabligh. Rasul mengatakan sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai. Kamu hormat kepada mereka, maka mereka pun akan hormat kepada kamu.

Sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci, maka mereka pun benci kepada kamu. Kamu melaknat mereka, mereka pun melaknat kamu. Jadi, ada dukungan dari umat dan ada komitmen keberpihakan atau kepedulian kepada yang dipimpin.

Menjadi seorang pemimpin harus memiliki keahlian, benarkah?

Dalam kepemimpinan itu ada syarat lain yang perlu diperhatikan yaitu salah satunya menjadi pemimpin harus sesuai dengan bidang keahliannya. Rasul mengatakan apabila sesuatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya maka tunggulah tanggal kehancurannya.

Bagaimana Islam mengajarkan manusia untuk memilih pemimpin?

Ketika Abu Bakar Sidiq dipilih, ada debat argumentatif di masyarakat. Umar pun dipilih sebagai calon tunggal dan disetujui oleh para senior. Ketika Usman dipilih pun berbeda dengan yang lain.Caranya berbeda, namun ada prinsip musyawarah yaitu memilih yang terbaik dari yang ada.

Jadi, pertama menurut hadist riwayat Hakim, kalau kita memilih seseorang untuk mengurus orang-orang mu’min padahal dia tahu ada yang lebih pantas, maka ia telah khianat kepada Allah dan Rasul.

Kedua, menurut saya harus sesuai dengan bidangnya. Ketiga, persyaratan moral atau akhlak, karena dalam Islam, pemimpin itu adalah khadam bukan juragan, tapi khadam masyarakat. Sehingga pemimpin itu harus yang paling sabar, tangguh, tekun dan harus banyak berkorban. Islam mengajarkan bahwa seorang pemimpin itu tentu mempunyai tugas amar ma’ruf nahi munkar.

Dia sebagai amir, dia sebagai orang yang bisa menyuruh dan memerintahkan. Dia juga bisa mencegah dan membongkar sebuah kejahatan. Itu harus dilakukan melalui proses keteladanan. Jadi, dia sendiri harus memberikan contoh yang terbaik.

Jadi, suatu keharusan memilih pemimpin?

Oh iya, kita wajib memiliki pemimpin. Malah Rasul mengatakan dalam sebuah riwayat Bukhari, kalau ada tiga orang keluar dalam sebuah perjalanan jauh hendaklah diangkat salah seorang diantaranya menjadi pemimpin. Tidak halal tiga orang berada dalam sebuah perjalanan jauh, kecuali salah seorang di antaranya diangkat menjadi pemimpin.

Termasuk saat ini sedang marak pemilihan gubernur (pilgub) atau bupati dan walikota?

Kita harus memilih pemimpin dalam wilayah masing-masing. Terkait siapa yang harus dipilih, ya pilihlah yang terbaik menurut kita. Sebagai seorang muslim tentu saja kriterianya jelas harus mengikuti yang telah oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Pendapat Anda bagi yang tidak memilih (golput)?

Menurut saya orang seperti itu tidak bertanggung jawab. Kalau kita tidak memilih dan orang lain memilih, apa pun hasilnya tidak boleh menyalahkan orang lain. Meski para calon mempunyai kekurangan namun menurut saya golput bukan jalan keluar dan solusi dari krisis kepemimpinan.

Bagaimana membentuk generasi pemimpin?

Tentu harus ada pewarisan. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang melahirkan kepemimpinan baru yang lebih baik. Tentu saja ada bekal yang diberikan, pengetahuan dan wawasan serta pelatihan. Pelatihan artinya harus diberikan kesempatan untuk menjalankan suatu tugas.

Bagaimana membentuk generasi pemimpin dalam lingkup keluarga?

Jelas suami harus menjadi pemimpin. Istri harus memberikan dorongan agar suami bisa memimpin keluarganya. Akhlak di keluarga juga perlu ditanamkan dan suami harus menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya.

Penelitian di negara-negara maju menunjukkan banyak pemimpin yang lahir dari para orang tua yang menjadi pemimpin. Di sini ada kondisi yang mendukung. Walaupun tidak semua anak pemimpin bisa menjadi pemimpin, tapi setidaknya mempunyai peluang yang besar.

Orang seperti apa yang sebaiknya tidak kita pilih menjadi pemimpin?

Al Quran menjelaskan secara eksplisit orang yang tidak boleh menjadi pemimpin. Di antaranya yaitu orang kafir, nasrani, yang memusuhi Islam, dan yang tidak senang shalat pun tidak boleh. Lebih jelasnya nanti bisa dibaca di surat Al Maidah ayat 51.

Konsekuensi jika salah memimpin?

Konsekuensi yang terburuk akan mendapatkan murka Allah. Tapi ada hadist riwayat Muslim yang mengatakan, setiap jabatan kepemimpinan akan melahirkan penyesalan dan kesedihan, kecuali bagi mereka yang mampu mengambilnya dengan cara yang baik dan dapat melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik.

Kalau salah memilih pemimpin?

Konsekuensinya akan berdampak kepada yang dipimpin. Ya, kata Rasul tunggu tanggal kehancurannya.

Apa yang dimaksud dengan ‘pemimpin orang-orang yang bertaqwa’ dalam sebuah doa?

Artinya bahwa dia mempunyai semangat kompetitif untuk menjadi pelopor ketakwaan. Jadi, bukan hanya takwa, tapi ia juga menjadi pelopor ketakwaan itu.

Ada hal penting lain yang bisa disampaikan mengenai kepemimpinan?

Kepemimpinan itu harus diantisipasi karena bisa menjadi sumber konflik. Dalam sejarah Islam, isu pertama yang muncul di kalangan para sahabat sebelum jenazah Rasul dikuburkan adalah isu kepemimpinan. Ini membuktikan bahwa para sahabat memberikan perhatian besar menyangkut kepemimpinan.

Menurut catatan sejarah, konflik terbesar yang terjadi di kalangan umat Islam generasi pertama adalah masalah kepemimpinan. Jadi, ini bisa menjadi sumber yang menghancurkan umat Islam dan berperang antara umat Islam. Biasanya sejarah di negara-negara muslim, konflik kepemimpinan terutama di bidang politik bisa menjadi sumber kehancuran umat Islam.[ ]

 

Rep: fahrul

Editor: iman

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment