Hukum Waris untuk Anak dan Istri Kedua

warisan

Ustadz, ada saudara yang meninggal dan sebelumnya membuat surat wasiat untuk memberikan sebagian hartanya kepada anak dan istri yang sebelumnya tidak diketahui. Ia (suami) mempunyai istri dan anak tanpa sepengetahuan istri pertama.  Apakah anak dan istri kedua menurut hukum Islam berhak mendapat warisan?

(Zainal)

alquran muasir

 
 
 
Selama itu adalah anak dan istri yang sah menurut agama (hukum Islam), maka mereka berhak mendapat warisan. Persoalan apakah istri tersebut tercatat atau tidak di Kantor Urusan Agama (KUA) atau mempunyai surat nikah atau tidak, maka selama ada saksi terpercaya bahwa mereka pernah menikah dan pernikahan itu sah dan itu benar anaknya tentu saja berhak mendapat warisan.

Perlu dipahami bahwa dalam Islam itu warisan terjadi karena pernikahan dan karena hubungan darah atau nashab. Oleh sebab itu, jika telah terjadi pernikahan dan mempunyai anak dari pernikahan yang sah tersebut, maka sang anak tersebut berhak mendapat warisan.

[AdSense-A]

kalender

Sekalipun pernikahan mereka tidak tercatat di KUA (nikah siri) sehingga tidak mempunyai surat atau buku nikah, selama ada saksi yang terpercaya bahwa mereka menikah secara sah maka sang anak berhak mendapat warisan.

Akan tetapi secara hukum Negara menyebutkan bahwa seseorang itu berhak mendapat warisan jika pernikahannya tercatat dan mendapat buku atau surat nikah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi pemerintah yakni KUA. Sekiranya istri pertama tidak memberikan warisan kemudian istri kedua menggugat atau menempuh jalur hukum dan terbukti mempunyai surat nikah, maka ia berhak mendapat warisan.

Namun jika istri kedua tidak dapat menunjukan surat atau buku nikah dalam hukum Negara itu dianulir atau tidak berhak mendapat warisan. Ini dalam perspektif hukum Negara sementara dalam hukum Islam selama ada saksi yang dipercaya dan ada buktinya misal tes DNA dan terbukti cocok bahwa yang bersangkutan adalah anaknya maka dia berhak mendapat warisan. Hal ini karena ada dua pendekatan atau keputusan yang berbeda yakni hukum Islam dan hokum Negara. Wallahu’alam. [ ]

  
* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment