6 Keutamaan Muslim Yang Miliki Sifat Takut (khauf)

1

Oleh: Tate Qomaruddin*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sikap dan perasaan takut (khauf) dan berharap (roja) adalah sangat manusiawi dalam miniti kehidupan ini. Sebagai seorang muslim tentu harapan kita adalah mendapat rahmat dan digolongkan calon penghuni surga serta mempunyai ketakutan sebaliknya jadi penghuni neraka kelak jika telah meninggalkan alam fana ini.

alquran muasir

Dari Nu’man bin Basyir –-semoga Allah meridoi keduanya- mengatakan, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya adalah orang yang di telapak kakinya diletakkan bara api lalu mendidih otaknya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abi Hurirah –-semoga Allah meridoinya—Allah meridoinya, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Allah menjadikan kasih sayang seratus bagian. Dia menyimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan menurunkan di bumi satu bagian. Dengan satu bagian itulah seluruh makhluk berkasih-sayang, sampai-sampai binatang mengangkat dan menjauhkan kakinya karena takut mengenai anaknya.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits yang pertama menjelaskan tentang dahsyatnya siksaaan di dalam neraka. Sampai-sampai digambarkan siksaan yang paling ringannya saja adalah bara api neraka diletakkan di bawah telapak kaki seorang penghuninya yang membuat otaknya mendidih. Dan itu hanyalah satu dari sekian banyak hadits yang mengingatkan kita tentang pedih dan beratnya siksa neraka. Belum lagi ayat-ayat Quran yang mengingatkan hal serupa kepada kita .Na’udzubillahi min dzalik. Hal ini seharusnyalah membuat kita khauf (takut) akan dahsyatnya adzab Allah swt.

kalender

Sedangkan hadits yang kedua menggambarkan tentang betapa luas dan besarnya kasih sayang Allah swt. Kasih sayang-Nya di bagi-Nya menjadi seratus bagian. Sembilan puluh sembilan bagian disimpan-Nya di sisi-Nya dan akan dicurahkan pada hari akhirat kelak. Yang satu bagiannya Allah curahkan di dalam kehidupan dunia ini dan dengannya manusia dan seluruh makhluk berkasih-sayang. Jika satu persen kasih sayang-Nya itu telah membuat makhluk-makhluk sepanjang kehidupan dunia berkasih sayang, lalu bagaimana dengan sembilan puluh sembilan persennya yang hanya dibagikan kepada orang-orang beriman di hari akhirat kelak?

Dan masih banyak lagi hadits yang menegaskan betepa besar dan luasnya kasih sayang Allah swt. kepada makhluk-Nya, khususnya kepada manusia, dan lebih khusus lagi kepada orang-orang beriman.Ayat-ayat tentang itu juga bertebaran dalam al-Quran. Yang ini seharusnyalah membuat kita penuh roja (harap)

Khauf ilallaah (takut kepada Allah swt. –selanjutnya disebut khauf) dan roja (berharap) kepada Allah merupakan dua hal penting bagi seorang Muslim, karena keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dari keimanan. Lalu seberapa pentingkah kedua sifat itu ada pada diri seorang Muslim? Mari cermati uraian berikut ini:

Keutamaan Khauf.

Allah swt. memerintahkan kepada kita agar takut kepada-Nya. “Dan hanya kepada-Ku-lah kalian takut.” (QS.Al-Baqarah: 40)

Dalam Quran juga banyak disebutkan tentang dahsyat dan beratnya siksa dan murka Allah swt. misalnya,

Dan begitulah siksa Tuhan-mu apabila Dia Menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih.” (QS.Hud: 102-106)

Khauf memiliki keutamaan dan nilai yang luar biasa. Di antara keutamaan khauf adalah:

Pertama, khauf merupakan salah satu sifat orang beriman kepada Allah swt. Kuat dan lemahnya iman seseorang sangat terkait dengan kuat dan lemahnya khauf dalam hatinya. Orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah bukanlah orang yang beriman. Allah swt. berfirman,

Maka janganlah takut kepada mereka (syetan) dan takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar beriman.” (QS.Ali Imran: 175)

Kedua, Allah swt. memuji para nabi sebagai orang-orang yang takut kepada Allah swt.

Maka Kami Kabulkan (doa)-nya, dan Kami Anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami Jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS.Al-Anbiya: 90)

Ketiga, Allah juga memuji para malaikat sebagai makhluk Allah yang memiliki rasa takut yang kuat kepada-Nya. Firman-Nya,

“Dia (Allah) Mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS.Al-Anbiya: 28)

Keempat, bagi orang yang takut kepada-Nya Allah menjanjikan surga dan dijauhkan dari neraka. Allah swt. berfirman,

Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhan-nya ada dua surga.” (QS.Ar-Rahman: 46)

Dan Rasulullah Saw. bersabda,

Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka: mata yang menangis kerena takut kepada Allah dan mata yang berjaga malam di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Kelima, orang yang takut kepada Allah Swt.  akan mendapat cinta-nya. Rasulullah saw. saw. bersabda,

Tidak ada sesuatu yang lebih Allah cintai dari dua tetesan dan dua bekas. (Pertama) tetesan air mata karena takut kepada Allah dan (kedua) tetesan darah yang mengalir dalam rangka (perjuangan) di jalan Allah. Ada pun dua bekas adalah (pertama) bekas akibat (perjuangan) di jalan Allah dan (kedua) bekas akibat melaksanakan salah satu kewajiban Allah.” (Attirmidzi, hasan gharib)

Keenam, orang yang takut kepada Allah berarti meneladani Rasulullah Saw. karena beliau bersabda kepada Utsman bin Mazh’un saat menasihatinya,

Wahai Utsman, sesungguhnya kerahiban itu tidak perintah kepada kita. Tidakkah kau menjadikan aku sebagai teladan. Demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling menjadai ketentuan-ketentuannya.” (Ahmad)

Itulah ketakutan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Ketakutan seorang muslim bukan soal urusan duniawi seperti takut miskin, takut lapar atau takut mati. Dengan demikian ketakutan yang kita miliki akan bernilai ibadah dan langkah untuk lebih mendekat kepada-Nya. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment