Memahami Komunikasi Bahasa Tubuh Memuji Keagungan-Nya

239

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono,MBA*

PERCIKANIMAN.ID – – Pada hakikatnya semua benda dialam ini mengeluarkan bunyi hanya saja tidak semua dapat terdengar oleh telinga manusia. Bunyi-bunyian tersebut sebagai sebuah harmoni dan alat komunikasi. Dalam Al Quran Allah Swt sedikit menyinggung tentang bunyi ini seperti dalam surat yang sering kit abaca,

alquran muasir

Mereka hanya menunggu satu teriakan (bunyi) yang akan membinasakan mereka ketika sedang bertengkar.” (Q.S. Yā’ Sīn [36]: 49)

Ibnu Jarir At-Thabary dalam tafsir Al-Jami’ul Bayan menuliskan bahwa bunyi yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah suara tiupan terompet pertama di hari kiamat kelak. Pada saat, itu manusia sedang sibuk di pasar atau perkumpulan (majelis) lainnya. Aktivitas mereka yang sedang memperebutkan sehelai baju terputus oleh bunyi tadi. Namun, selain menjadi peringatan akan hari kiamat, ayat tersebut mungkin bisa menjadi inspirasi tentang daya penghancur bunyi.

Kita ingat pelajaran fisika tentang bunyi biola frekwensi tinggi yang bisa memecahkan kacamata. Atau, bunyi derap langkah serdadu yang bisa meruntuhkan jembatan. Tetapi, bunyi juga memiliki daya positif semisal teknik penyembuhan melalui musik lembut yang kini dikembangkan menjadi penyembuhan melalui suara bacaan Al-Qur’an. Dan, yang terbaru adalah teori bahwa organ tubuh manusia sebetulnya saling berkomunikasi melalui bahasa bunyi.

kalender

Selama ini sains menetapkan bahwa syaraf tubuh berkomunikasi melalui denyutan listrik. Hal ini dibantah oleh Thomas Heimburg, peneliti biologi dan fisika dari Universitas Copenhagen. Sebab menurut hukum termodinamika, arus listrik seharusnya membangkitkan panas ketika merambat melalui urat syaraf, tetapi terbukti tidak. Maka, dia berteori bahwa syaraf-syaraf organ tubuh saling mengkomunikasikan informasi melalui gelombang suara.

John Beaulieu dari BioSonic menyebutkan bahwa bunyi desing dan dengung di telinga adalah bunyi dari syaraf yang saling berkomunikasi. Sharry Edwards dari BioAcoustics yakin bahwa bunyi halus di telinga alah pantulan bunyi komunikasi di dalam tubuh. Telinga kita bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga bisa memancarkan bunyi ke seluruh tubuh seperti gelombang radio. Hasil pengamatan Edwards menunjukkan bahwa semua aktifitas tubuh, misalnya ketika perut mencerna makanan, akan mengeluarkan gelombang suara yang interaktif. Angka frekwensi suara-suara tadi bisa dikorelasikan terhadap formula biologi dan kimiawi di dalam tubuh. Maka, kita bisa membaca kondisi tubuh dan melakukan tindakan yang diperlukan.

Ternyata tubuh manusia yang canggih ini memanfaatkan daya bunyi untuk berkomunikasi dan interferensi gelombang suara guna memelihara aktivitas operasionilnya. Salah satu aplikasi temuan ini ialah terapi suara, sonogram, untuk mempercepat penyembuhan patah tulang. Kita mengenal bunyi sejak lama, tetapi rahasianya baru mulai tersingkap sedikit sekali akhir-akhir ini meski ayat tentang bunyi dan suara bertaburan dalam Al-Qur’an. Wallahu a’lam. [ ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment