Hukum Gunting Kuku dan Berkeramas untuk Wanita Haid

mandi

Pak Ustadz, saya mau bertanya. Sebagian orang di kampung saya mengatakan apabila wanita sedang haid dilarang menggunting kuku, berkeramas atau menyisir rambut. Alasannya, apabila ada rambut yang jatuh dan tidak terkumpul pas bersuci tidak ikut mandi maka hukumnya dosa.  Apakah itu benar? Mohon penjelasannya Ustadz, terima kasih.

(Asri, Bandung)

alquran muasir

 

Tentu saja hal itu tidak benar. Wanita yang sedang dalam masa menstruasi boleh memotong kuku, boleh berkeramas atau menyisir rambut. Kalau pun ada rambut yang berjatuhan ya biarkan saja. Tidak perlu rambutnya dipungut atau dikumpulkan, lalu saat mandi besar ikut dicuci. Hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Larangan bagi wanita haid di antaranya adalah tidak boleh melakukan shalat, dilarang berpuasa, dilarang thawaf dan bagi yang sudah bersuami dilarang untuk melakukan berhubungan intim. Hal-hal lain seperti mendengarkan ceramah, memotong kuku, berkeramas, tentu diperbolehkan.

Hanya saja, berkeramas di kala haid tidak dikategorikan sebagai sebagai mandi besar. Keramas dalam keadaan menstruasi hanya sebatas untuk membersihkan diri dari kotoran.

kalender

Jangan sampai selama masa haid, seorang wanita tidak memperhatikan kebersihan tubuhnya karena alasan dan anggapan yang keliru seperti tidak boleh berkeramas.  Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al Baqarah [2]:222 . Innallaha yuhibbut tawwabina wa yuhibbul mutathohirin.  Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan, termasuk di antaranya bagi kaum wanita yang sedang mengalami menstruasi.  Wallahualambishawab.

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment