Perilaku Amoral Remaja, Telaah Keefektifan “Sex Education”

0
101

Kondisi tersebut diperparah dengan amburadulnya sistem pendidikan yang ada. Pendidikan di negeri ini tidak berhasil membentuk karakter (kepribadian) peserta didik, bahkan sistem pendidikan yang ada menunjukkan nilai-nilai liberalisme ala barat. Kurikulum yang ada harus dirubah total dengan menjadikan agama sebagai asas dalam penyelenggarakan pedidikan. Agama dijadikan sebuah ideologi yang mengajarkan halal-haram, benar-salah dengan memberikan penjelasan yang rasional, membekas dan menghujam di kalangan anak didik di segala lini usia. Lingkungan sekolah harus menjadi basis pengokohan kepribadian peserta didik agar menjadi pribadi yang relegius. Selain sekolah maka peran orang tua menjadi pendidik yang pertama dan utama harus dioptimalkan. Pendidikan anak, dari semua aspek adalah tanggung jawab orang tua.

Orang tualah yang berkewajiban untuk menuntun anak menjadi pribadi muslim tangguh yang sholeh dan cerdas. Ada dua hal yang harus ditanamkan orang tua sebelum mengajarkan berbagai hal. Yang pertama adalah menanamkan ketaqwaan dalam jiwa anak, dan yang kedua adalah mencarikan lingkungan dan pertemanan yang baik untuk anak. Ketaqwaan adalah fondasi agar bangunan ilmu yang akan dibangun pada diri anak menjadi kokoh, sementara lingkungan yang baik adalah pagar yang akan melindungi bangunan ilmu itu dari pencemaran-pencemaran yang bisa merusaknya.

iklan

Ada beberapa cara mengenalkan dan memberikan bimbingan yang tepat kepada anak agar siap memasuki masa baligh (puberitas) yaitu:

  1. Mengenalkan bahwa Allah menciptakan laki-laki & perempuan itu berbeda, lengkap dengan tugasnya masing-masing (QS 3: 36). Dari perbedaan tugas ini dapat ditanamkan pada anak tentang maskulinitas feminimitas. Perlu dijelaskan pula bahwa Allah melarang laki-laki menyerupai perempuan, dan sebaliknya
  2. Memisahkan tempat tidur anak sedini mungkin. Menjelaskan dan menerangkan kepada anak kenapa harus dipisah dan tentunya memberikan jawaban yang bisa mereka terima, dengan menekankan pada nilai-nilai positif dari pemisahan tempat tidur tersebut seperti kemandirian, kebebasan untuk berkreasi dikamar sendiri.
  3. Membiasakan kepada anak untuk selalu meminta ijin ketika memasuki kamar, terutama kamar orang dewasa dan pada 3 ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa yaitu, sebelum solat subuh, tengah hari, dan setelah waktu Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.
  4. Menjaga aurat. Menjelaskan dan membiasakan kepada anak agar selalu menutup aurat dalam batasan-batasan yang sopan boleh terlihat, dengan merujuk kepada hukum syara’ ( QS 24 : 30-31). Rasa malu yang tepat pada tempatnya juga diharapkan akan terbentuk pada diri anak
  5. Mengenalkan batas-batas pergaulan antara laki-laki & perempuan. Menjelaskan tentang apa saja yang boleh yaitu hubungan dalam muámalah serta apa yang tidak boleh yaitu khalwat dan ikhtilat serta menjelaskan juga bencana sosial akibat rusaknya pergaulan antara laki laki dan perempuan.
  6. Mengenalkan ciri-ciri Pubertas. Pengenalan ciri-ciri pubertas ini diberikan kepada anak sesuai dengan masanya. Perempuan ketika menjelang usia 9 tahun sedangkan laki-laki pada usia 10-14 tahun. Hanya saja perkembangan zaman telah memacu anak pada pubertas dini. Perlu mengenalkan pula pada anak bagaimana cara merawat organ vital. Tanamkan pula bahwa organ vital merupakan salah satu nilai kehormatan yang harus dijaga (QS 23 :5).

Dengan cara tersebut, disertai dengan pendampingan diharapkan akan menekan perilaku seks bebas karena kesadaran remaja akan dosa dan bahaya meningkat. Selain itu perlu optimalisasi peran keluarga, sekolah dan Negara untuk menjaga dan mengatur sistem pergaulan. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah Owner NAJWA-Education&Health, selain itu menjadi guru MA Aksel Amanatul Ummah dan SMP Bina Insan Mandiri Nganjuk

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.