Arti Hadits “Menghalalkan Harga Diri Seorang Musim”

bertengkar

Ustadz, ada sebuah riwayat, katanya Rasulullah Saw pernah bertanya kepada para sahabat: Tahukan anda riba yang paling berat?  Kata para sahabat: hanya Allah dan Rasul yang tahu.  Kata Nabi: ketahuilah riba yang paling berat adalah menghalalkan harga diri seorang muslim.  Apa yang dimaksud dengan menghalalkan harga diri seorang muslim ?

 

Kata-kata menghalalkan harga diri seorang muslim itu terjemahan dari Rasul tentang riba yang paling berat. Makna menghalalkan harga diri seorang muslim adalah kita berani mencabik-cabik kehormatan orang lain.

alquran muasir

Sedangkan yang dimaksud dengan mencabik-cabik kehormatan orang lain adalah kita menyebarluaskan aib dan keburukan orang lain, padahal kita sendiri tidak yakin, kalau apa yang kita ceritakan itu benar. Karena kita tidak melihat dengan mata kepala sendiri, kita hanya mendengar dari orang lain.  Orang lain yang cerita pun tidak langsung mendengar, tapi mendapat cerita dari yang lainnya lagi. Kalau kita berani menyebarkan itu maka sesungguhnya dosanya lebih berat daripada riba.

Saya beri contoh, ini sekedar contoh. Misalnya, saya mendengar berita bahwa si fulan itu diusir oleh orang tuanya karena hamil di luar nikah.  Misalnya, saya punya teman perempuan dan dia itu belum nikah. Saya mendengar berita bahwa dia diusir oleh orang tuanya karena hamil diluar nikah, saya tidak mendengar langsung cerita itu dari teman saya itu, sebut saja namanya si A, saya mendapatkan cerita dari teman saya yang lain sebut saja namanya B.

B: Si A temen kita itu diusir oleh orangtuanya, kenapa coba? karena dia hamil di luar nikah.  
Saya : Kamu tahu dari siapa?
B: Dari si C, C cerita sama aku bahwa si A itu diusir oleh orang tuanya karena hamil di luar nikah.

kalender

Nah saya juga tahu bahwa B itu dengar dari C, begitu saya ketemu teman saya yang lain sebut saja saya ketemu D. Saya cerita pada D.

Saya : D ingat ga teman saya itu,   

D : siapa ? 
Saya : Itu si A. Yang rumahnya di Ujung Berung itu, ingat ga.
D : Oh he eh kenapa gitu
Saya : Dia itu diusir oleh orang tuanya karena amil di luar nikah.

[AdSense-A]

Ini saya menyebarkan berita tentang aib si A sembari saya tidak langsung lihat si A, saya mendengar dari B, saya langsung saja sebarkan kepada teman saya, maka saya sudah menghalalkan harga diri si A . Kalau kita melakukan hal itu, dosanya itu lebih berat daripada riba. Itulah yang disebut riba yang paling berat. Sementara dosa riba, sama dosanya dengan hubungan intim bersama ibu kandung. Jadi, kalau ingin tahu beratnya dosa riba itu seperti berhubungan dengan ibu kandung sendiri. Ini lebih berat dari dosa riba.

Kata Nabi: menghalalkan harga diri seorang muslim, artinya kita menyebarkan aib orang lain, kita membicarakan keburukan orang lain, padahal kita sendiri mendapat berita dari sumber yang belum tentu benar.

Masih mending kalau memang saya lihat sendiri si A itu hamil, padahal dia belum punya suami, saya lihat langsung atau si A cerita langsung sama saya bahwa dia diusir. Itu masih mending dari sumber pertama walaupun tetap dosa. Ini justru entah berita dari antah berantah kemudian saya sebarkan itu sembari saya tidak tahu benar apa tidaknya, ini kata B, kemudian B kata siapa, B kata D. Gitu kan. Jadi sama sekali tidak jelas sumber beritanya.

Inilah yang dimaksud menghalalkan harga diri seorang muslim, yaitu kita membicarakan aibnya, kita membicarakan keburukannya padahal sumber beritanya itu entah dari mana. Boleh jadi itu hanya gosip. Nah ini yang disebut dengan riba yang paling berat, dosanya itu lebih berat daripada riba maksudnya. Ribanya itu sendiri sudah begitu berat yaitu dosanya sama seperti hubungan intim dengan ibu kandung. Nah ini lebih beat lagi, kenapa? Karena ini menyangkut kehormatan orang lain. Berarti kita menghalalkan martabat dan kehormatan orang lain. Ini hukumnya haram.

Makanya, di dalam Al Quran diumpamakan seperti memakan bangkai manusia. Memakan bangkai binatang saja haram, bagaimana dengan bangkai manusia. Makanya orang-orang yang suka menghalalkan harga diri orang lain di akhirat nanti dia menjadi orang yang muflis, yaitu orang yang amal kebajikannya hilang, habis.

Padahal di dunia boleh jadi rajin shalat, rajn tahajjud, rajin ke majelis taklim. Dia aktivis majelis taklim bahkan jadi member di setiap majlis taklim, tapi walaupun begitu di setiap majelis taklim pun dia kerjaannya cuma ngomongin orang, membuka aib orang, menyebar keburukan-keburukan orang lain. Itu namanya orang yang muflis. Di akhirat, dia akan melihat amalnya itu habba aman furo, hilang begitu saja, karena apa? Karena dia menghalalkan harga diri dan kehormatan orang lain. Atau dalam bahasa hadits, menghalalkan harga diri dan kehormatan saudaranya.

Ini hadits yang ditanyakan oleh Anda berkaitan dengan akhlak pergaulan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang lebih banyak membicarakan kekurangan dirinya untuk diperbaiki. Dan senista-nistanya manusia adalah yang suka membicarakan keburukan orang lain dan dia lupa bagaimana memperbaiki dirinya sendiri.  Wallahu’alam.

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment