Punya Rumah Dengan Gaji Di bawah Rp.5 Juta? Bisa, Begini Caranya

PERCIKANIMAN.ID –  Rumah adalah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia. Hunian yang layak pun menjadi salah satu impian setiap individu, baik yang telah berkeluarga ataupun yang masih lajang. Khusus bagi Anda yang sudah berkeluarga, memiliki rumah adalah suatu hal yang amat penting. Tak hanya sebagai tempat berlindung, rumah juga menjadi salah satu investasi jangka panjang yang wajib Anda miliki.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan, bagi Anda yang telah memiliki keluarga dengan dua anak dan memiliki gaji sebesar Rp.5 juta per bulan atau kurang, bukan hal yang mustahil untuk memiliki rumah hunian sendiri. Syaratnya, Anda harus bersabar untuk bisa mengumpulkan uang muka.

alquran muasir

“Bisa saja dengan gaji Rp5 juta untuk miliki rumah. Caranya ya pada awalnya harus sabar. Kalau perlu tinggal di rumah mertua sambil mengumpulkan dana untuk uang muka,” ujarnya seperti dilansir Okezone.

Selama menabung untuk uang muka, Anda memang dituntut untuk dapat ketat dalam menyisihkan dana yang dimiliki. Pasalnya, selain untuk uang muka rumah, Anda juga harus memikirkan biaya untuk pendidikan anak dalam jangka panjang.

“Nah, berapa persentasenya itu ya tergantung. Misalnya sampai sejauh mana sang anak ditargetkan untuk sekolah. Harus ada pembagiannya khusus untuk anak,” imbuhnya.

kalender

Oleh karena itu, Anda disarankan membeli rumah dengan harga yang terjangkau. Rumah di kawasan pinggiran pun layak Anda lirik sebagai calon hunian keluarga. Semakin murah harga rumah yang Anda peroleh, maka akan semakin kecil uang muka yang harus Anda bayarkan.

“Jangan beli di pusat kota. Lihat di pinggiran kan masih banyak rumah yang harganya Rp150 jutaan. Apalagi ada kebijakan baru BI, uang muka lebih rendah sekarang. Jadi, pasti bisa punya rumah,” sarannya.

Namun jika anda enggan ribet dan terlibat kredit dengan bank karena alasan keyakinan bahwa itu sesuatu yang terlarang dalam agama (haram) maka anda harus menabung lebih lama untuk bisa membeli sescara tunai atau membangun rumah sendiri. Cara ini mungkin akan membuat anda dan keluarga akan tinggal di rumah mertua atau orangtua lebih lama.

“Ya tidak apa-apa asal kedua belah pihak (anak dan menantu) merasa nyaman namun jika tidak maka bisa saja mengontrak rumah sendiri dan berpisah dengan mertua,”saran Aliyanur Hasanah seperti dikutip muslimplaner .

Cara lain menurut Hasanah adalah dengan meminjam sejumlah uang kepada saudara atau teman dengan komitmen tanpa bunga. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari riba yang dalam ajaran Islam sangat terlarang dan harus dijauhi. Namun sebaiknya anda tidak meminjam terlalu besar sehingga akan memberatkan anda untuk mengembalikannya dan sang pemberi pinjaman juga tidak keberatan.

“Idealnya cukup seperempat atau seperti tiga dari budget yang anda butuhkan untuk membeli rumah secara tunai atau membangun rumah sendiri. Kalau terlalu besar mungkin saudara atau teman anda akan mempertimbangkan kemampuan anda untuk mengembalikannya,”imbuhnya.

Untuk itu yang anda harus bangun adalah komitmen dan jangka waktu untuk mengembalikannya. Cara ini memang tidak beresiko terkenda bunga (riba) namun sangat beresiko karena anda harus menjaga nama baik dan harga diri jika anda terlalu lama mengembalikannya atau bahkan tidak sanggup mengembalikannya.

“Sekarang sudah banyak bank syariah atau pembiayaan syariah yang bisa jadi alternatif dalam memiliki rumah dengan cara KPR,”pungkasnya. [ ]

Editor: iman

[AdSense-A]

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment