KH.Miftah Faridl: Musibah Waktu Tepat Untuk Mendekat Kepada Allah

miftah faridl

PERCIKANIMAN.ID – – Di Indonesia boleh dikata sering mengalami bencana yang beragam jenisnya. Beberapa tahun lalu dengan terjadi Tsunami yang menelan korban hingga ribuan orang, bencana tanah longsor di Banjarnegara, gunung meletus, kebakaran hutan yang menghabiskan ribuan hektar serta yang terbaru adalah bencana banjir bandung di Garut dan tanah longsor di Sumedang Jawa Barat.

Setiap bencana tentu menimbulkan kesedihan yang mendalam bukan hanya bagi yang ditimpa langsung namun juga sanak saudara, sahabat, tetangga, masyarakat bahkan seluruh penduduk negeri. Rasa empati dan kesedihan tersebut terlihat munculnya sikap solidaritas dari masyarakat untuk meringankan beban yang diderita para korban baik berupa fisik maupun psikis. Ragam bantuan dari berbagai daerah pun mengalir ke daerah bencana. Begitu pun dengan himbauan doa yang dilakukan elemen masyarakat.

alquran muasir

Bersedih ketika ditimpa musibah adalah sebuah hal yang wajar. Beragam pendapat masyarakat pun bermunculan atas musibah yang sedang terjadi. Ada yang menganggap sebagai cobaan, peringatan bahkan azab. Sebagai seorang muslim tentu sikap terbaik adalah berabik sangka kepada Allah Swt kemudian mengambil hikmah.

Berikut ini nasihat Prof.Dr. KH Miftah Faridl seorang ulama kharismatik dan juga Ketua Umum MUI Kota Bandung yang sangat terkait dengan sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah atau bencana. Perbincangan dengan percikaniman dilakukan beberapa waktu di kantornya yang asri. Selamat menyimak:

Bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah?

kalender

Pertama, dalami aspek keimanan kita kepada qada dan qadar. Kedua, yakin bahwa cobaan atau musibah bisa menjadi ladang amal jika kita bersabar menghadapinya. Ketiga, berpikir bahwa musibah itu mengandung hikmah yang kadang-kadang berada di luar estimasi nalar manusia. Jadi pasrahkan saja kepada Allah swt., karena Dia tidak akan membebani seseorang di luar kadar kesanggupannya.

Adakah pengalaman pribadi dalam menghadapi musibah yang berat?

Saya pernah difitnah. Seandainya tidak mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan membiasakan shalat malam, shaum, atau baca Al Quran, saya tidak tahu bagaimana jadinya. Mungkin saya tidak akan kuat. Selain itu, saya juga memperbanyak aktivitas yang dapat membantu mengalihkan perhatian dari hal-hal yang membuat batin tertekan.

Siapa yang paling berpotensi tertekan dalam menghadapi musibah?

Biasanya orang-orang yang introvert lebih besar potensinya untuk stes atau depresi dibandingkan dengan orang-orang yang ekstrovert. Orang-orang introvert pada umumnya lebih suka menyimpan masalah sendiri. Beban kesedihannya tidak dibagi seperti yang dilakukan orang-orang ekstrovet.

Permasalahan apa saja yang sering dikeluhkan?

Masalah yang paling berat bagi sebagian besar orang adalah masalah cinta. Lebih dari 50% orang yang mendatangi saya karena masalah cinta. Ditinggal pasangan, suami nikah lagi, dikhianati, dan sebagainya. Masalah cinta bisa membuat luka di hati berlarut-larut. Makanya Rasulullah saw. pernah bersabda, “Cintai seseorang dengan ala kadarnya.” Jadi ketika suatu waktu terbentur masalah, kita masih punya cadangan. Tidak dihabiskan 100%.

Imbauan kepada mereka yang sedang ditimpa musibah?

Bagi yang tertimpa musibah,pertama, harus diterima sebagai keputusan dari Allah Swt. Kedua, harus introspeksi,  siapa tahu musibah itu terjadi karena kesalahan kita. Ketiga, berpikir alternatif, siapa tahu ada hikmah di balik itu. Keempat, jangan bersedih terlalu lama. Cari aktivitas yang bermanfaat agar tidak larut dalam kesedihan.

Sementara bagi kita yang tidak tertimpa atau mengalami musibah juga merupakan sebuah ujian. Keimanan kita juga diuji bagaimana rasa bersyukur dimana Allah Swt masih melindungi kita. Kemudian  taat dan takwa kita, harus lebih dekat kepada Allah. Selanjutnya kepedulian atau keshalihan sosial kita khususnya kepada sesama saudara muslim yang tengah ditimpa musibah. Inilah sikap yang mestinya dimiliki seorang muslim. [ ]

 

Rep: indi & rika

Editor: iman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment