MUI Jatim: Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Bukan Santri

mui-1

PERCIKANIMAN.ID – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur melarang sebutan “santri” disematkan kepada para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pasalnya, sebutan itu sangat melecehkan dunia pesantren.

“Mereka itu (pengikut Taat Pribadi) bukan santri. Santri itu ada tahapannya, ada prosesnya di pesantren. Mereka datang ke sana cari uang dan cari kekayaan kok disebut santri,” ungkap Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori dilansir Okezone, Rabu (28/9/2016).

alquran muasir

Menurutnya, kata santri ini identik dengan pesantren. Para santri datang ke pesantren pun mencari ilmu serta melalui jenjang dan proses yang berlaku di pesantren. Sementara, pengikut Dimas Kanjeng adalah datang ke Yayasan dan mencari uang dengan syarat harus tinggal di lokasi yayasan itu.

“Jangan menyebut mereka (pengikut Padepokan Dimas Kanjeng) santri. Ini sangat melecehkan dunia pesantren,” tegasnya.

MUI sendiri masih melakukan pendalaman terkait fenomena tersebut. Bahkan, jika data dan keterangan sudah lengkap, MUI akan mengeluarkan fatwa atau paling tidak berupa rekomendasi. Untuk saat ini, pihaknya hanya bisa mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Terlebih lagi, saat ini yang bersangkutan sudah ditahan polisi dalam kasus pembunuhan dua pengikutnya.

kalender

“Kalau ingin kaya ya bekerja dengan cara-cara yang halal. Saya imbau masyarakat untuk tidak ikut karena MUI juga banyak menerima laporan bahwa yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng adalah penipuan,” tegasnya.

Taat Pribadi saat ditangkap polisi
Dimas Kanjeng (baju unggu) saat ditangkap polisi

Sebagaimana diberitakan seseorang bernama Kanjeng Dimas Taat Pribadi dari Jawa Timur telah menghebohkan masyarakat dengan mengaku dapat menggandakan uang dalam jumlah milyaran. Orang-orang yang datang ke padepokannya oleh masyarakat disebut sebagai santri. Namun Polda Jatim telah menggerebek dan menangkap Dimas Kanjeng di padepokannya, di RT 22/RW 08, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading,  Kabupaten Probolinggo.

Penangkapan dilakukan karena Dimas Kanjeng disangka  terlibat dalam pembunuhan pengikutnya  Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, anggota padepokan. Selain disangka telah melakukan tindak pidana  pembunuhan Dimas Kanjeng juga didakwa telah melakukan tindak tindak pidana penggadaan dan pencucian uang milik anggotanya senilai Rp 25 miliar. Saat ini yang bersangkutan masih ditahan di Mapolda Jatim dengan dakwaan pasal berlapis yakni pembunuhan dan penipuan. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: jpnn

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment