Benarkah Usia Tujuh Tahun Anak Sudah Wajib Shalat?

anak saleh

Pak Ustadz Aam, benarkah anak usia tujuh tahun sudah diwajibkan untuk belajar shalat? Mohon penjelasannya! Terima kasih.

 

Sebagaimana diketahui bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban utama dan memiliki kedudukan sangat penting bagi setiap muslim kaitannya dengan indentitas keislaman seseorang dan perhitungan amal kelak di akhirat. Karena itu, setiap muslim hendaknya sangat memperhatikan shalat lima waktu termasuk bagaimana mendidik pembiasaan pada anak dalam melakukan shalat lima waktu. Mengenai hal itu, Rasulullah saw. Bersabda :

alquran muasir

“Perintahlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika sampai berusia sepuluh tahun tetap enggan mengerjakan shalat.” [HR. Abu Dawud dan al-Hakim].

Berdasarkan pada hadits di atas, pendidikan shalat pada anak hendaknya dilakukan semenjak anak tersebut menginjak usia 7 tahun. Pada usia tersebut umumnya anak sudah memasuki usia mumayyiz ( sudah mengerti dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah ).

Hal itu dilakukan sebagai upaya pembiasaan dan pendisiplinan agar pada saat anak menginjak usia dewasa tidak kesulitan secara mental dalam melaksanakan kewajiban shalat. Pada usia ini tentunya pendidikan shalat dilakukan kedua orangtuanya dengan pola yang lembut dan penuh kasih sayang. Dan tidak ada isyarat Rasul yang menunjukkan adanya upaya perlakuan secara fisik dalam mendidik shalat pada anak di usia ini.

kalender

[AdSense-A]

Memasuki usia 10 tahun, pendidikan shalat pada anak mulai dianjurkan adanya perubahan methodologi. Jika dengan cara yang lembut seperti sejak usia 7 tahun, si anak tetap tidak mengalami perubahan bahkan cenderung semakin berani untuk melawan, maka boleh dicoba melakukan tindakan fisik dengan memukul anak tersebut.

Namun ungkapan idhribuu (pukullah! ) dalam hadits di atas tentunya masih dalam batasan yang wajar (tidak menyebabkan kecelakaan atau menjadi bagian dari kekerasan fisik pada anak ) dan itupun dilakukan jika memang dianggap sebagai salah satu ikhtiar dalam mendidik dengan tujuan semata untuk memberikan perhatian dan sekaligus memberi kesan wibawa orang tua pada anaknya.

Namun, makna tersebut hanyalah makna sederhana dari keseluruhan makna yang ada. Sebenarnya makna lain yang lebih kontekstual adalah ‘didiklah’ yang mendidik itu sendiri memiliki cakupan makna yang luas sekali, misalnya memberi teladan yang baik, melakukan pembiasaan, memberi motivasi, dan sebagainya dan tidak hanya sebatas pada pelaksanaan shalat saja, namun mencakup keseluruhan perilaku yang baik yang sesuai dengan perkembangan usia si anak. Wallahu a’lam.

 

iklaninden

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment