Aturan Mengkhitan Anak dalam Islam

sunatan massal

Assalamu’alaikum wr.wb.
Pak ustadz, bagaimanakah sebenarnya mengkhitan anak menurut Islam? Betulkah ada khitan untuk anak perempuan? Dan berapa usia anak yang layak untuk dikhitan? sementara ada sebagian yang mengkhitan berbarengan dengan aqiqah pada usia 7 hari.  Terima kasih.

 

Wa’alaikum salam wr. Wb.

alquran muasir

Khitan merupakan salah satu ajaran Islam yang diturunkan Allah Swt sebagai bagian dari bentuk kasih-sayang Allah kepada umat manusia. Ajaran tersebut jelas sekali sesuai dan sejalan dengan fitrah umat manusia. Didasarkan pada sabda Rasul Saw. berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ سَمِعْتُ النَبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ يَقُولُ اْلفِطْرَةُ خَمْسٌ اْلخِتَانُ وَاْلاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِب وَتَقْلِيْمُ اْلأَظْفَار وَنَتْفُ الْآبَاط

“Lima perkara yang merupakan fitrah manusia : 1. sunat (khitan), 2. al-Istihdad (mencukur rambut pada sekitar kemaluan), 3. memotong kumis, 4. mencukur bulu ketiak, dan 5. menggunting kuku. (HR Jama’ah dari Abu Hurairah r.a.).

Namun para ulama berbeda pendapat dalam mengambil kesimpulan hukumnya. Sebagian ulama menyatakan bahwa hukum khitan adalah wajib, sedangkan sebagian yang lainnya menyatakan sunnah. Sementara khusus untuk hukum khitan wanita, sebagian dari ulama menyebutnya sunnah berdasarkan pada hadits Nabi berikut ini :

kalender

Dari Ummu ‘Athiyyah r.a. diceritakan bahwa di Madinah ada seorang perempuan tukang sunat/khitan, lalu Rasulullah SAW bersabda kepada perempuan tersebut: “Jangan berlebihan, sebab yang demikian itu paling membahagiakan perempuan dan paling disukai lelaki (suaminya)”. (HR. Abu Daud dari Ummu ‘Atiyyah r.a.)

Cara mengkhitannya adalah dengan menggunting atau memotong sedikit klitoris ( tonjolan kecil di atas lubang BAK ). Namun dalam perkembangannya, pada saat ini sebagian kalangan menentangnya karena dianggap berdampak mengurangi kenikmatan atau kepuasan seks wanita di kemudian hari.

[AdSense-A]

Namun tentu saja hal itu tidak menggugurkan ketentuan syara’ tentang khitan wanita. Karena Rasul pun telah mengisyaratkan agar mengkhitan wanita tidak dilakukan secara berlebihan untuk menghindari berkurangnya kenikmatan seks. Kalaupun memang muncul kehawatiran seperti itu, maka sebaiknya khitan wanita itu tidak dilakukan.

Selanjutnya, tidak ada ketentuan khusus mengenai usia anak yang layak untuk dikhitan, hanya saja tentu harus menjadi perhatian bila usia anak sudah memasuki dewasa. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut :

Ibnu Abbas ditanya, yang artinya: “Seusia siapa engkau tatkala Rasululloh Shallallahu alaihi wa Salam meninggal dunia?” Ibnu Abas berkata: “Saya pada waktu itu sudah dikhitan, dan orang-orang (zaman itu) tidak mengkhitan laki-laki hingga dia baligh.” (HR: Al-Bukhari)

Lebih jelasnya tidak terdapat batasan yang jelas mengenai kapan khitan itu dilakukan pada anak. Sehingga boleh-boleh saja khitan itu dilakukan pada anak usia 7 hari. Sebagaimana Ibn Taymiyah pernah menyebutkan bahwa syari’at Ibrahim as melakukan khitan pada usia 7 hari, maka kita boleh mengikuti sunnah Ibrahim yaitu khitan pada usia bayi yang masih kecil selama tidak mendatangkan kemadharatan pada anak tersebut. Wallahu a’lam

 

iklaninden

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment