PAS Jabar Selenggarakan Tabligh Akbar Waspadai Upaya Pemurtadan

a

PERCIKANIMAN.ID – – Pembela Ahlu Sunnah (PAS) Jabar kembali mengadakan acara tabligh akbar yang mengusung tema “Selamatkan Ummat Islam Jawa Barat dari Pemurtadan”. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Istiqomah Kota Bandung, Ahad (25/9/2016) ini menghadirkan narasumber antara lain Dr.Abdul Chair Ramadhan (Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat),  Bernard Abdul Jabbar (Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan/KNAP) dan M.Roinul Balad (Sekum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia /DDII Jabar).

Dalam paparannya M.Roinul Balad menyampaikan bahwa saat ini ketiga kelompok tersebut sangat massif melakukan upaya pendangkalan akidah yang berujung pada murtadnya seorang muslim.

alquran muasir

“Ahmadiyah dan Syiah boleh dikata kelompok yang berbahaya sebab mereka mengaku bagian dari Islam namun sejatinya akidah dan ajarannya jauh menyimpang dari Islam,”tegasnya.

Bahkan, sambung Roin, Ahmadiyah saat ini menjadi ikon pemurtadan tersebut dengan menggalang kerjasama dengan kelompok-kelompok lain yang terhimpun dalam Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS). Forum inilah menurut Roin yang dipakai untuk melobby pemerintah atau pihak lain dalam menggalang dukungan sehingga seolah-olah bagian dari Islam.

“Ini yang harus diwaspadai dan masyarakat hendaknya jangan tertipu,”ajaknya dihadapan seribuan hadirin.

kalender

Sementara itu Abdul Chair Ramadhan yang menyampaikan  bahwa Syiah yang dimaksud adalah Syiah yang bersumber dari Pemerintah Iran. Menurut Abdul Chair, saat ini Syiah yang berasal dari Iran merupakan ideologi trans nasinonal sebagai pendahuluan ideologi transedental.

“Ideologi ini akan menjadi ideologi politik yakni dengan menetapkan ideologi imamah sebagaimana konstitusi yang dipakai pemerintah Iran Saat ini,”jelasnya.

Ia menambahkan ideologi imamah tersebut akan menjadi dan dinilai sebagai ancaman bagi  Negara lain ketika telah di ekspor ke Negara lain termasuk Indonesia. Dalam ajaran Syiah menurut Abdul Chair, mereka menjadikan cacian kepada para sahabat bahkan istri Rasulullah Saw sebagai bagian dari ibadah.

“Hujatan dan cacian tersebut hanya pelaksanaan lanjutan saja sementara tindak pidana asal (pokok) adalah ideologi imamah tersebut,”terang anggota Dewan Pakar ANNAS tersebut.

Menurutnya muslim Indonesia sangat potensial untuk menjadi Syiah dengan berbagai model penyusupan, misalnya dari aktivitas ekonomi, social, budaya bahkan politik sekalipun. Ia mencontohkan Negara Lebanon yang dulunya dipegang pemerintah sunni berubah ke Syiah.

“Hal ini lah yang perlu disadari dan waspadai pemerintah dan ummat Islam di Indonesia,”tegasnya.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment